
°°°~Happy Reading~°°°
"Sepertinya baby Arshell bangun..."
Anelis pun undur diri untuk menyusul sang putra bungsu yang kemungkinan terbangun karena suara bising dari sang kakak perempuan yang bahkan menggema sampai lantai teratas.
Puas menyusui bayi laki-laki itu, perempuan itupun kembali ke ruang tamu bersama bayi yang belum genap berusia 3 bulan itu, membuat Hanna sontak memekik saat menatap pada tingkah menggemaskan baby Arshell yang kini menggeliat aktif di dekapan sang mommy.
"Masyaallah, lucu banget An..." seru Hanna tak dapat menyembunyikan kekagumannya pada bayi menggemaskan itu.
"Mau coba menggendong?" tawar Anelis.
Hanna mengangguk antusias, membuat Anelis sontak menyerahkan bayinya untuk di letakkan di pangkuan Hanna.
Baby Arshell yang kini berada di pangkuan Hanna sama sekali tidak menunjukkan aksi protesnya. Bola matanya yang berwarna biru itu hanya berkedip-kedip menatap Hanna dengan sesekali bersuara layaknya bayi pada umumnya.
"Hallo sayang..." ucap Hanna mencoba mengobrol dengan sosok bayi yang ada di dekapannya. Tangan lentiknya pun kini bermain-main di pipi chubby baby Arshell yang kini tampak menggelembung menggemaskan.
"Oaaa... Ooo..." Menggemaskan. Bayi laki-laki itu seolah sadar jika tengah di ajak berbicara. Ia menyahut, menimpali panggilan Hanna dengan bahasa bayinya. Tangannya yang bebas kini bermain-main berusaha meraih wajah Hanna yang kini berseri akibat tingkah lucunya.
"Ya Allah... Lucu banget. Tau aja kalau lagi diajak ngobrol an..." kekeh Hanna atas kelakuan menggemaskan baby Arshell.
__ADS_1
"Diajak ngobrol sama wanita cantik mana bisa dia nolak Han, ahahaha... ." timpal Anelis dengan tawa renyahnya.
"Sayang, kamu bicara seperti anak kita playboy saja, heummm..." cebik Marvell tak terima atas penuturan sang istri.
"Ayolah mas, mas terlalu serius... ."
Kalau sudah begini Marvell hanya bisa berdecak. Susah memang jika berdebat dengan perempuan.
"Dia sangat menggemaskan, tidak rewel saat di pegang orang lain ya An..." kagum Hanna sekali lagi.
"Yeah, baby Arshell memang bukan tipe yang pemilih. Aku juga kadang bingung sendiri, gimana coba kalau misal dia di culik. Bisa-bisa dia juga cuek bebek ngga mau nangis," celetuk Anelis yang di buat tercengang pada tingkah sang putra yang selalu saja santai jika tengah di gendong orang lain.
"Sayang," peringat Marvell. Ia benar-benar tidak suka dengan kata-kata Anelis yang satu ini.
"Anda tidak ingin mencoba menggendong tuan David?" tawar Marvell yang sepertinya tau jika David masih merasa takut jika harus menggendong bayi berukuran mungil itu.
"Oh tidak tuan Marvell, lain kali saja..." tolak David mentah-mentah. Melihat istrinya menggendong bayi kecil itu saja rasanya sudah ngeri-ngeri sedep.
"Ouuh Come on tuan David, itu akan membuat anda lebih baik ketika nanti anda harus menggendong bayi anda sendiri. Anggap saja ini sebagai latihan sebelum berperang."
"Ouhhh terimakasih tuan Marvell, anda tidak perlu repot-repot..." Lagi-lagi David menolak tawaran dari rekan bisnisnya itu. Hingga tanpa disadarinya, Hanna kini telah meletakkan baby Arshell di pangkuannya.
__ADS_1
"Sayang..." pekik David terkesiap saat dirasakannya ada sosok bayi mungil di dekapannya. Mendadak tubuhnya menegang. Bagaimanapun bayi itu terasa begitu mungil di genggamannya. Membuatnya tak berani bergerak atau hanya sekedar mengambil nafas.
"Tidak apa-apa mas, itu adek Arshell juga anteng-anteng aja kan..." kekeh Hanna menatap raut panik sang suami.
"Terus ini mas harus gimana?"
"Ya gitu aja..."
"Gitu aja gimana?" laki-laki itu bahkan tanpa sadar menaikkan sedikit intonasinya saat kegugupan itu semakin nyata terasa. Membuat semua orang sontak tergelak.
"Sayang, come on. Dia akan jatuh... ."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Mian mian, othor nyangkut di pohon belimbing kemarin 😭
Masih ada penghuninya ngga ini, ehehehe
Happy reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕