Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Laki-laki Pemaksa


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Kenapa? Kau ingin membatalkannya?"


Membuat Hanna sontak menggeleng, bagaimana laki-laki itu bisa mengambil kesimpulan seperti itu.


"B-bukan begitu... Tapi, apa tuan sudah yakin mau menikahi saya?"


David memicing.


"Maksudnya, emmm... Saya hanya anak yatim piatu, saya tidak memiliki apapun, bahkan rumah sekalipun saya tidak memilikinya. Saya yakin anda tidak menyukai saya, saya pun belum ada perasaan dengan anda, hanya Maura yang menjadi alasan untuk kita melangsungkan pernikahan ini. Jadi, jika anda memang terpaksa menikahi saya karena Maura, anda bisa membatalkannya, saya tidak..."


"Apa kau tidak melihat kesungguhan ku?" Timpal David memutus perkataan Hanna begitu saja, membuat Hanna sontak saja tertegun.


"Aku benar-benar ingin bertanggung jawab atas kalian, apa kau tidak melihat kesungguhan ku?" Sahut David dengan bola mata nyalang bagai ingin menerkam lawan bicaranya.


"Bukan, bukan itu maksud saya. Saya hanya tidak ingin menjadi beban baru untuk anda, anda berhak bahagia, kesalahan yang kita lakukan dulu, tebuslah dengan membahagiakan Maura, tidak perlu anda..." Sahut Hanna dengan tulus.


"Kau ingin menolak ku dengan berkata seperti ini?" Sergah David, bola matanya semakin tajam menatap Hanna.


Membuat Hanna menghela nafas dalam, apa laki-laki itu selalu berpikiran buruk terhadap orang- lain?


"Bukan, bukan begitu tuan, tolong dengarkan..."


"Jadi kau menerimanya kan?" Cecar David, laki-laki itu kembali memotong penjelasan Hanna yang belum seberapa, membuat Hanna di landa gugup dan mengangguk dengan tidak sadar.


"Baiklah, kalau begitu berhentilah memikirkan hal yang tidak perlu. Pernikahan ini akan tetap terjadi, tidak ada bantahan, titik!!!"


Membuat Hanna semakin tercengang, bola matanya mendelik menatap laki-laki itu dengan perasaan tak karuan.


Apa dia memang laki-laki pemaksa?

__ADS_1


🍁🍁🍁


Langkah kaki itu mulai mengalun cepat menyusuri sebuah lobi perusahaan ternama, wajahnya yang dingin, rahangnya yang tegas dengan tatapan mata yang begitu tajam menusuk, siapa yang tak mengenal sosok David Emmanuel Brison, sosok CEO Brison Corp yang begitu terkenal akan kepiawaiannya menumbangkan lawan-lawannya di dunia bisnis.


Langkah lebar itu sontak membuat semua pegawai Brison Corp sontak tercengang, desas-desus akan penyakit parah yang tengah di idap sang bos besar sontak luntur akan munculnya laki-laki idaman para perempuan itu di depan publik, foto-foto yang diduga David tengah terbaring di ranjang rumah sakit pun kini menimbulkan tanda tanya besar, apa foto-foto yang tersebar di jagat dunia maya itu hanya hasil editan belaka.


Hingga langkah kaki itu sampai di sebuah ruangan penuh akan manusia-manusia berjas mewah, David sontak bertepuk tangan saat pintu ruangan terbuka dan menampilkan wajah-wajah terkejut akan kemunculan dirinya, sudut bibirnya melengkung sinis, perdebatan sengit didepannya begitu mengundang perhatiannya.


Prok prok prok...


"Apa kalian sedang membicarakan ku? Pantas saja beberapa hari ini telingaku terasa sangat gatal..." Sahut David sembari melangkah santai menuju kursi kebesarannya, kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya, membuat aura dari pimpinan Brison Corp itu semakin menguar tak terbantahkan.


"T-tuan... A-anda disini?" Sudah tak terkira betapa gugupnya wajah-wajah itu, membuat David berdecak.


"Ck... Kalau bukan disini dimana lagi, hah... Di kuburan? Apa kalian begitu mengharapkan kematian ku?" Sinis nya dengan mata memicing.


"Tidak tuan, bagaimana kami bisa mengharapkan hal buruk terjadi pada anda? Hanya anda yang selama ini mampu memimpin Brison Corp hingga sampai di titik ini..."


"I-tu tuan, kami..."


"Sudah sudah, aku punya sesuatu untuk kalian..."


David menyaut remote LCD, menekan salah satu tombol, hingga muncul sebuah foto seseorang tengah terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang terpasang di tubuhnya.


"Betapa malang laki-laki itu, benarkan?" David memicing menatap gambar wajahnya di layar lebar itu.


"Lihat, bagaimana tubuhnya bisa sekecil itu, dan dimana otot-otot tubuhnya, apa tubuh kekarnya bisa hilang hanya beberapa minggu saja?"


"Tuan, kami bisa menjelas..."


"Apa kalian merendahkan ku dengan foto murahan itu, hah? Siapa yang mengubah foto murahan itu dengan wajahku, apa kalian percaya? Apa kalian benar-benar bodoh, tubuhku tidak sejelek itu bodoh..."

__ADS_1


Maki David dengan amarah yang sudah tak dapat di bendung lagi, laki-laki itu bahkan mengendurkan dasi, bagaimana mereka percaya bahwa foto itu adalah dirinya bahkan dengan tubuh kurus kering seperti itu, benar-benar bukan gayanya.


Dan lihat baik-baik, betapa kekar dirinya, otot-otot membentuk tubuhnya dengan sangat sempurna, di bandingkan dengan foto itu, membuatnya sangat murka tak terkira.


"Tuan Smith, tuan Brandon, tuan Jacob..." Sahut David dengan menatap sinis ketiga petinggi perusahaan itu bergantian.


"Sepertinya kalian bosan hidup, apa perlu aku bantu untuk menggali kuburan kalian masing-masing?"


Tatapan nyalang nan menusuk itu sontak membuat ketiganya tak mampu lagi hanya menunduk, ketiganya sontak bangkit dari duduknya, kemudian bersimpuh meminta pengampunan.


"Mohon ampun tuan, kami hanya mendapatkan foto itu dari sosok misterius, kami mengira bahwa foto itu benar karena hampir dua minggu ini anda tidak pernah muncul di perusahaan. Kami hanya khawatir jika perusahaan ini tidak ada yang memimpin..."


"Dan kau berniat merebut posisiku hanya dengan saham mu yang bernilai tidak lebih dari 5 triliun itu? Cih, percaya diri sekali kau tuan Smith..." Sahut David dengan bola mata memicing.


David bangkit dari kursinya, rasanya ia sudah mulai muak dengan drama pagi hari ini.


"Ahhh... Aku lelah sekali, kalian selesaikan sendiri rapat ini. Tapi ingat, jangan sampai kalian tertangkap basah oleh mata-mataku jika kalian setuju dengan ketiga orang bodoh ini. Atau kalau tidak, kalian akan menyesal"


🍁🍁🍁


Annyiong thingu


Hwaaa, othol dahat


keunnapa Molla eundak muntul-muntul


Molla udah kangen beullat shama llidells


Lidels tolongin Molla...


Happy liding

__ADS_1


Shalanghaja 💕💕💕


__ADS_2