Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Terkunci


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Berkali-kali David membenahi posisi tidurnya, berkali-kali pula laki-laki itu mendesah kesal karena tak mampu memejamkan mata. Membuat Hanna yang awalnya terpejam kini kembali terjaga.


"Mas kenapa belum tidur?" lirih Hanna menatap sang suami penuh tanya.


"Mas ngga tenang sayang..." keluh David.


"Tadi bocah tengil itu nyelinap ke kamarnya Maura, takut nanti dia nyelinap lagi gimana?"


Membuat Hanna seketika itu menghela nafas dalam.


"Mas jangan terlalu di pikirkan. Mungkin Arsha hanya khawatir dengan kembarannya. Mas tau sendiri Arshi bagaimana kan, dia mirip seperti Maura, ceroboh. Mereka juga belum pernah menginap di tempat lain tanpa orangtuanya kan. Jadi mungkin saja Arsha hanya ingin memastikan kembarannya baik-baik saja..." sahut Hanna memberi pengertian.


"Tapi mas tetap tidak tenang sayang, bocah itu, terlalu banyak bersiasat. Bagaimana jika--"


"Mas... ."


"Mereka masih kecil. Dan urusan perjodohan itu, bukankah itu hanya lelucon tuan Marvell?" tebak Hanna. Perempuan itu tahu betul apa yang selama ini suaminya khawatirkan.


Tentu saja perkara perjodohan yang selalu di gembar-gemborkan sang rekan kerja. Namun sayangnya, suaminya itu tak sedikitpun menyukai anak laki-laki dari rekan kerjanya itu.


"Tidak sayang. Dia serius. Tuan Marvell tidak pernah seserius ini dalam urusan pekerjaan... ."


"Tapi tetap saja semua balik pada anak-anak mas. Semua keputusan ada ditangan mereka. Mereka yang nantinya akan menjalani pernikahan, bukan kita. Kita tidak bisa memaksakannya."


Sejenak David terdiam. Kalau di pikir-pikir, benar juga kata istrinya itu.


"Sekarang tidur ya. Hanna sudah mengantuk..." merapatkan tubuh hendak masuk dalam rengkuhan sang suami, namun laki-laki itu malah beranjak.


"Sebentar sayang... ."


David bangkit dari ranjangnya kemudian memakai jubah tidur yang disampirkan di stand hanger samping ranjang.


"Mas mau kemana?"


"Wait a minute. Mas akan segera kembali dan memeluk kamu sayang."

__ADS_1


Cup...


Satu kecupan David labuhkan di kening Hanna sebelum akhirnya laki-laki itu memilih melepaskan diri dari ruang kamarnya.


Selang sepuluh menit, David akhirnya kembali ke kamarnya dengan senyum lebar yang menyungging di bibirnya. Membuat Hanna sontak mengernyit heran.


"Mas dari mana saja?"


"Cari minum sayang," sangkal David tak pandai berbohong pada sang istri tercinta, jelas-jelas di atas nakas nya sudah tersedia dua gelas air untuk dirinya juga istrinya.


David melepas kembali jubah tidurnya, merebahkan tubuhnya di atas ranjang, laki-laki itupun membawa Hanna dalam rengkuhannya.


"Mau di usap-usap perutnya?"


Di tawari seperti itu, Hanna sontak berbinar.


"Mau..." timpal Hanna dengan wajah merajuk seperti biasanya. Membuat David sontak di buat gemas.


Cup cup cup... .


"Kenapa kamu menggemaskan sekali, heummm..." keluh David tak mampu menolak pesona sang istri yang semakin menguar.


"Iya... Sabar dong Yang, ngga sabaran sekali kamu, heummm... ."


"Adek udah nunggu mas lama banget tadi, adek udah ngantuk katanya..." kilah Hanna mengkambing hitamkan sang calon bayi.


"Ohhh gitu. Jadi yang minta baby nya, bukan kamu?"


"Iya, adek udah ngantuk berat katanya mas, mas jangan nanya mulu ih..." geram Hanna.


"Iya iya, kesayangannya daddy mau di usap-usap, heummm..." bukannya mengusap-usap perut Hanna, laki-laki itu malah menggosok-gosokkan hidung mancungnya di atas hidung Hanna.


"Mas... ."


"Iya sayang iya... ."


🍁🍁🍁

__ADS_1


"Molla!!! Kita tellkunci!!! " sentak si kecil Arshi saat mendapati pintu kamar Maura tak dapat di buka.


Membuat Maura yang masih terduduk di atas ranjang sontak mendekat.


"Tellkunci gimana Ashi. Molla sheumalam eundak kunci-kunci koo... ."


"Pintu na eundak bisha opun Molla. Kita tellkunci," keluh Arshi.


"Toba Molla yang opun."


Si kecil Arshi menyingkirkan tubuhnya, mempersilahkan si kecil Maura untuk mencoba membuka pintu kamarnya.


Klek klek klek... .


Pintu kamar itu tak kunjung terbuka, membuat Maura seketika itu diliputi ketakutan.


"Eundak bisha opun Ashi.Tellush kita kellual na gimana?" Gadis kecil itu sudah berkaca-kaca. Maura benar-benar ketakutan akan terkunci di ruangan itu selamanya.


"Molla teunnang dullu. Ashi calli calla dullu." sahut Arshi berusaha menenangkan. Tangan kecilnya kini bahkan bergerak, mengusap-usap punggung kecil Maura agar gadis kecil itu tak lagi ketakutan.


"Ahhha..." Sepertinya otak cemerlang Arshi telah menghasilkan ide brilian.


"Ashi tau calla na Molla... ."


"Gimana Ashi?"


Dor dor dor... .


"Help help... Kita tellkunci kita tellkunci... ."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Itu siapa yang ngunci duo bocil ya...


Happy reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2