
°°°~Happy Reading~°°°
Kaki mungil itu mulai melangkah dengan lincahnya, berlari kesana kemari dengan tawa yang tak henti terkembang di bibir piech nya.
Gadis kecil itu tampak menikmati permainannya, bermain kejar-kejaran dengan sang mommy membuat hatinya begitu bahagia tak terkira.
Lirih suara panggilan itu berhasil mengusik indra pendengarannya. Gadis itupun menghentikan langkahnya sejenak, bola matanya bergerak kesana-kemari mencari sosok laki-laki yang tak henti memanggil-manggil namanya.
Gadis itu melangkah mengikuti sumber suara, hingga akhirnya, manik matanya kini menatap pada sosok laki-laki yang tengah berdiri menatap ke arahnya, kedua tangannya merentang seolah tak sabar ingin segera merengkuhnya.
" Maura... Peluk daddy sayang... "
Membuat gadis kecil itu sontak berbinar bahagia.
" Daddy... "
Langkahnya mengalun semakin cepat, kaki mungil itu tak henti melangkah semakin mendekat ke arah sang daddy yang masih menunggunya di sebrang jalan. Hingga akhirnya, langkahnya terpaksa terhenti saat sang mommy tiba-tiba mendekap tubuhnya.
" Tidak sayang... "
Maura menggeleng tak mau saat sang mommy berusaha mencegah pergerakannya, air matanya mulai mengalir deras, gadis kecil itu begitu mendamba akan rengkuhan sang daddy yang telah lama pergi meninggalkan dirinya.
" Itu daddy myh, Molla ingin daddy... "
Pinta gadis kecil itu sembari menunjuk ke arah sebrang jalan, namun sang mommy kembali menggelengkan kepalanya, menolak mentah-mentah permintaan sederhana sang putri tercinta.
__ADS_1
Gadis kecil itu menatap sendu ke arah sang daddy yang tak henti memanggil namanya, melambai-lambaikan tangannya seolah tak sabar menunggu kedatangannya, membuat gadis kecil itu pun semakin di landa sedih yang teramat.
" Mommy dahat!!! "
Pekik gadis kecil itu sembari melepaskan rengkuhan sang mommy secara paksa, kaki mungilnya kini berlari kencang mendekati sang daddy yang masih setia menunggu kedatangannya.
Namun, belum sampai di rengkuhan sang daddy, tiba-tiba muncul sebuah mobil yang melaju ke arahnya dengan kecepatan penuh. Hingga akhirnya...
Tiiit... .
Brak... .
🍁🍁🍁
Pekik Hanna terperanjat dari tidurnya, nafasnya memburu, jantung nya berdetak begitu kencang, peluh keringat bahkan membasahi kening nya.
Mimpi itu, mengapa mimpi itu terasa begitu nyata hingga membuat dadanya terasa sesak, bahkan kini manik matanya sudah dipenuhi cairan bening, Hanna terisak, mengapa mimpi itu hadir dalam tidurnya di saat ia terombang-ambing dalam rasa takut akan kehilangan, seolah mimpi itu menjadi sebuah pertanda jika...
Ahhh... tidak...
Maura... Sayang...
Hanna semakin terisak, dengan tangan gemetar, Hanna mengusap wajah cantik putri kecilnya yang masih terlelap dalam tidurnya. Air matanya tak henti meluncur deras, sungguh ia tak akan sanggup jika ia benar-benar kehilangan putri paling berharga nya itu.
Tidak... Jangan... Ku mohon...
__ADS_1
Tolong jangan ambil dia dariku, ya Allah... Sungguh, sungguh aku tak sanggup... Benar-benar tak sanggup jika harus melepaskannya...
Rintih Hanna dengan isak tangis yang begitu menyayat hati.
Maafkan mommy sayang... Maafkan mommy...
Hanna merengkuh tubuh mungil yang masih terkulai tak berdaya itu dalam dekapannya, mencium wajah sang putri bertubi-tubi seolah malam ini adalah pertemuan terakhirnya.
Membayangkan itu, membuat tangis Hanna semakin menjadi, air matanya seolah tak berhenti mengalir, jatuh luruh tanpa bisa di hindari.
Maafkan mommy sayang... Maafkan mommy karena tidak bisa menjadi mommy yang terbaik untuk Maura...
Maafkan mommy sayang...
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa like, coment, dan subscribe
Eh eh eh...
Dikira akun utub😂
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕