Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Ayo Kita Tium Mommy Shama-shama


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi, semua telah berkumpul di meja makan dengan hidangan istimewa yang tersaji. Belum juga menyuap makanan di depannya, Maura kembali bangkit dari duduknya, entah apalagi yang akan dibuat gadis kecil itu pagi ini, sedari membuka mata ia sudah rusuh sendiri dengan persiapannya menuju sekolah baru yang akan segera ditempati.


"Sayang, sini sarapan dulu. Jangan mondar-mandir, nanti Maura capek..." Ibu satu anak itu menghela nafas frustasi, Hanna benar-benar lelah menghadapi tingkah sang putri yang tak mau berdiam diri.


"Mommy, Molla lupa bawa penshil na yang di beulliin daddy. Teultinggall di kamall..." Gadis kecil itu berlari kencang menuju ke arah lift, membuat Hanna dan David sontak menyusul sang putri yang sudah melesat jauh di depan, dan untung saja tombol lift itu terletak jauh di atas jangkauan gadis mungil itu, membuat Maura kecil tertahan, tak mampu menjangkaunya.


"Calm down girl..."


David menyaut tubuh mungil Maura, membawanya dalam gendongan.


"Huffft, Daddy dangan gendong-gendong Molla mulullu, Molla kan udah beushall, udah mau beullangkat shekullah... Molla tuma mau ambil penshil na Molla yang teultinggall di kamall kok. Daddy teupat tullunin Molla, hufft..." Rengek gadis kecil itu.


"Kalau kamu naik ke atas lagi, bagaimana kalau nanti kamu telat dan tidak boleh masuk kelas, hmmm..."


Membuat gadis kecil itu menunduk sedih, pensil pemberian sang daddy, ia benar-benar ingin membawanya.


"Tapi Molla mau penshill yang di beulliin daddy..." Rengek Maura mengiba.

__ADS_1


"Pensilnya sudah mommy masukkan ke dalam tas sayang, Maura tadi kan juga lihat waktu mommy memasukkannya. Maura lupa ya..."


Maura termenung sejenak, hingga tak lama wajah memelas itu berubah berbinar, lengkingan senyum pun tercetak indah di bibir piech nya.


"Ooooh... Iya ya myh... Molla tadi eundak ingat-ingat. Sheukallang udah ingat, hihihi..." Kikik nya tanpa rasa bersalah.


"Lain kali kamu tidak boleh ceroboh girl, tidak boleh naik lift sendirian lagi, mengerti?"


"Mengeulti daddy, maafkan Molla, cup..." Satu kecupan mendarat di pipi David, membuat laki-laki itupun menyunggingkan senyumnya.


"Good girl..."


Sahut David sembari membalas kecupan sang putri, membuat Hanna sontak mengernyit, merasa iri tak mendapat kecupan hangat di pagi hari.


"Hihihi, maafkan Molla mommy..." Gadis kecil itu terkikik, kemudian beralih menatap pada sang daddy.


"Daddy, ayo kita tium mommy shama-shama, biall mommy na eundak sheuball-sheuball ladi, hihihi..."


Membuat Hanna sontak membelalakkan bola mata lebar, perempuan itu tak menyangka jika sang putri akan memberikan reaksi yang demikian, membuat wajahnya memerah, perempuan itu menjadi salah tingkah saat tatapannya kini tak sengaja bertemu dengan manik mata elang David.

__ADS_1


"Ayo daddy, bullu-bullu kita tium mommy... Mommy kalau ngambek nanti jadi menyellamkan..." Celetuk Maura mengikuti suara monster.


"Oke stop girl... Sekarang kita harus sarapan atau kalau tidak kamu akan terlambat masuk sekolah, hmmm..." Saran David mengambil jalan aman.


"Mommy bellum di tium daddy, nanti mommy na jadi tambah sheuball gimana..."


"Tidak, nanti daddy cium mommy. Sekarang kita harus sarapan dulu, ok girl..." Timpal David tanpa memperhatikan wajah sang istri yang semakin memerah.


"Oke daddy..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Salam kangen dari author


Author come back nih buat kalian


Jangan kecewa kalau part nya dikit ya, nanti diusahakan akan ada double up, hehehe

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2