
°°°~Happy Reading~°°°
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mas? Apa... Semua baik-baik saja?"
"Oh iya, aku lupa memberitahumu. Tadi aku berhasil taken kontrak dengan perusahaan besar Hanna..."
Membuat Hanna sontak mengembangkan senyum indahnya, perempuan itu tak pernah menyangka jika suaminya itu akan seterbuka ini dengannya.
"Benarkah? Alhamdulillah... Hanna ikut senang mas..."
"Yeahhh... Dan kau tau Hanna, sebenarnya banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan itu, tapi tak di sangka jika perusahaan itu malah memilih perusahaan ku, ini seperti sebuah keajaiban Hanna..."
"Alhamdulillah, ini berkah dari Allah mas..."
"Yahhhh, kau benar Hanna. Kerja kerasku selama ini akhirnya terbayar juga. Aku berhasil mendapatkannya..."
David tak henti menceritakan kisah perjuangannya demi bisa mendapatkan kontrak bernilai puluhan triliun itu pada sang istri.
Hingga tanpa terasa, malam semakin larut, pijitan di pundaknya sedikit demi sedikit mulai melemah, dan akhirnya terhenti tergantikan helaan nafas teratur dari sosok perempuan yang kini menyandar di punggung kekarnya, membuat David mengernyit.
"Hanna, kau masih disana kan?" Sahut David penuh curiga.
Hanna hanya membisu, tak ada sepatah kata yang terucap dari bibir perempuan itu, membuat David sontak semakin curiga saja.
"Apa kau tidur, Hanna?"
Lagi-lagi istrinya itu hanya diam membisu, membuat laki-laki itu sontak berdecak kesal, sadar akan sang istri yang kini telah terlelap di tengah obrolannya.
"Ck, apa aku seperti pendongeng hingga berhasil membuatmu tertidur bahkan hanya bersandar di punggung ku, Hanna?" Rutuk David dengan suara lirih menahan kesal, setengah hati merasa jengkel karena diacuhkan, namun setengah hati merasa tak tega mendapati istrinya itu sampai tertidur bahkan dalam keadaan bersandar di punggung kekarnya.
__ADS_1
Tak ingin membangunkan tidur nyenyak sang istri, David pun berangsur membalikkan badan dengan gerakan penuh kehati-hatian, kedua tangannya tampak begitu cekatan memegangi tubuh Hanna agar tak sampai limbung hingga jatuh ke bawah.
"Kau sangat tidak sopan Hanna. Lihat, bahkan kau berani tidur saat aku sedang berbicara sekalipun?" Sungut David saat berhasil membalikkan badan dan merebahkan tubuh sang istri dalam dekapannya.
Di angkatnya tubuh istrinya itu penuh kehati-hatian, lalu menidurkannya di atas ranjang yang biasa perempuan itu tiduri, tak lupa selimut tebal pun ia hamparkan di atas tubuh sang istri yang terlihat nyenyak dalam tidur nya.
"Ck, kau benar-benar membuatku kesal Hanna..." Lagi-lagi David merutuk kesal, namun jemarinya tak henti mengusap wajah lelap sang istri penuh kelembutan, laki-laki itu benar-benar keterlaluan, mulut dan hatinya benar-benar saling bertolak belakang.
🍁🍁🍁
Pagi mulai menyingsing, Hanna mulai mengerjap saat adzan subuh mulai menggema lirih di kejauhan, jemarinya mengusap kedua matanya yang sulit untuk di buka sempurna.
Kantuk masih mendera, semalam ia harus begadang demi menunggu sang suami menyelesaikan pekerjaan kantornya, belum lagi ia harus memijit...
Tunggu...
Bukankah semalam ia tengah memijit suaminya? Lalu, lalu bagaimana ia bisa...
Semalam, karena tak dapat lagi menahan kantuk yang semakin mendera, ia bahkan tak sadar jika telah tertidur dengan bersandar di punggung kekar sang suami, membuat perempuan itu sontak dibuat was-was. Bagaimana jika suaminya itu marah dan kembali mendiamkannya?
"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana menjelaskannya? Apa mas David akan marah?"
Hanna pun bangkit dari ranjangnya, perempuan itu tak langsung mengambil wudhu, ia lebih memilih berbelok hendak membangunkan sang suami untuk menjalankan sholat subuh berjamaah.
"Semoga saja mas David lupa ingatan..." Harap perempuan itu penuh kecemasan.
Hanna mengulurkan tangannya, di tepuk-tepuknya lengan kekar suaminya itu dengan gerakan lembut.
"Mas, bangun. Sholat subuh yuk..."
__ADS_1
Ditepukan kelima, akhirnya suaminya itu mulai mengerjapkan matanya. Kalau seperti ini, suaminya itu terlihat begitu menggemaskan, terlihat polos seperti anak laki-laki yang baru terbangun dari mimpi indahnya. Berbeda jika sudah mode serius, suaminya itu bahkan terlihat sangat menyeramkan.
"Mas, sudah subuh. Sholat subuh dulu..."
David tak bergeming, kelopak matanya hanya mengerjap menatap pada paras cantik sang istri.
"Mas..."
"Hmmm..." Hanya berdeham, membuat Hanna sontak di buat was-was, sepertinya suaminya itu benar-benar kesal akan kejadian semalam.
"Mas marah sama Hanna?"
Tak menjawab, David memilih menunggu perempuan itu mengatakan kalimat selanjutnya.
"Maafin Hanna, semalam Hanna sangat mengantuk, jadi tidak sengaja tertidur, di punggung mas..." Suaranya semakin memelan di kalimat terakhir, perempuan itu merasa sangat lancang karena telah dengan seenak hati tertidur dengan bertopang pada tubuh berharga itu.
"Apa tidurmu nyenyak?"
Angguk Hanna dengan wajah polosnya, membuat David sontak berdecak kesal, kenapa istrinya itu sangat menggemaskan bahkan tanpa make up yang memoles wajahnya sekalipun, membuat dirinya frustasi saja.
Cepat-cepat David bangkit dari ranjangnya, tanpa sepatah kata, laki-laki itu pergi meninggalkan istrinya itu menuju kamar mandi dengan membanting pintu, membuat Hanna melongo, menatap bingung pada sang suami yang telah hilang di ujung pintu kamar mandi.
"Apa mas David masih marah? Kenapa masih hmmm hmmm aja..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Sudah panjang kan...
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕