
°°°~Happy Reading~°°°
Author POV
Seorang dokter dengan ditemani dua perawat kini akhirnya keluar juga dari ruang operasi setelah tiga setengah jam lamanya bersemedi di dalam sana, membuat David sontak terlonjak dari posisinya, di dekatinya dokter itu dengan langkah memburu.
"Bagaimana... Bagaimana keadaannya, dia baik-baik saja kan, hahhh?" Cecar nya tak sabar.
"Nona Hanna sudah melewati masa kritisnya tuan. Setelah ini, nona Hanna akan di pindahkan ke ruang rawat..." Papar sang dokter, membuat David seketika itu menghela nafas lega.
"Syukurlah... Terimakasih karena sudah mau bertahan..." Batinnya bersamaan dengan air mata yang jatuh luruh membasahi wajahnya, namun secepat kilat ditepisnya seolah tak ingin orang lain melihat sisi rapuhnya.
"Maura, aku akan menemui putriku dul..."
Bugh...
Ahhh...
Tiba-tiba satu bogeman melayang menyambar wajah tampan David, membuat laki-laki itu seketika terhuyung jatuh, di liriknya siapa gerangan yang telah dengan beraninya memberikan luka memar di sudut bibirnya, seketika itu David memekik.
"Pa..." Sentak nya saat mendapati sang papa lah yang menghujamkan bogeman itu di wajahnya.
__ADS_1
"Sudah pa, sudah..." Mama Agatha menghalau tuan Sebastian yang ingin menghajar putranya lagi, perempuan itu pun membantu sang putra untuk bangkit dari duduknya.
"What's wrong with you pa, are you crazy..."
"Seharusnya papa yang bertanya padamu David, apa yang kau lakukan, haaah... Beberapa minggu papa tinggal, dan kamu sudah berulah? Kau membuat perempuan itu dan cucuku celaka? Kau benar-benar brengse*k David, kau bukan lagi putraku!"
"Pa... Please forgive me... Aku..."
"Bukan padaku kau meminta maaf, tapi pada perempuan itu, kau sudah menyakitinya David, kau benar-benar keterlaluan. Papa kecewa pada sikapmu yang masih saja kekanakan..." Tuan Sebastian melangkahkan kakinya menjauh dari sang putra, kecewa yang hanya di rasa, putra semata wayangnya yang selama ini dia bangga-banggakan rupanya telah menggores kepercayaan itu hingga hancur tak tersisa.
"I will marry her..."
Suara tegas itu sontak menghentikan langkah tuan Sebastian, laki-laki itu berbalik menatap sang putra lekat-lekat, mencari ketulusan dari sorot mata David yang sendu penuh sesal.
Tuan Sebastian sontak merengkuh sang putra, menepuk bahu kekar itu dengan tepukan hangatnya.
"Good job Dave... I believe you, lakukan yang terbaik, tebus semua kesalahanmu di masa lalu..."
"Selamat siang tuan, mohon maaf saya harus menyela sebentar..." Erick membungkuk memutus pelukan hangat sepasang ayah dan anak itu.
"Ada apa Rick..." Jelas David merasa ada yang tidak beres setelah melihat wajah cemas sang asisten.
__ADS_1
"Anda harus segera ke ruangan nona Maura tuan, nona Maura baru saja siuman..."
Membuat David sontak berbinar.
"Syukurlah... Dia baik-baik saja kan..."
"Nona Maura... Dia menangis histeris mencari nona Hanna tuan, tidak ada yang bisa menenangkan nya..."
Membuat David sontak mencelos, baru saja dia merasa lega dengan keadaan Hanna yang sudah melewati masa kritia, kini hatinya serasa kembali di tikam saat mengetahui fakta bahwa sang putri kini mencari keberadaan sang mommy yang masih belum sadarkan diri.
"Maura, apa yang harus kita katakan pada gadis kecil itu pa, ibunya baru saja selesai di operasi dan masih belum siuman... Kasihan sekali cucuku itu..." Isak mama Agatha dalam dekapan tuan Sebastian, tak bisa ia bayangkan jika gadis kecil itu tahu bahwa sang mommy kini terluka parah karena berusaha menyelamatkan dirinya.
"Aku akan berusaha menenangkannya dulu..." Putus David.
"Rick, tolong kamu urus pemindahan Hanna. Tolong tempatkan dia di sebelah ruangan putriku..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Triple update for today
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja💕💕💕