
°°°~Happy Reading~°°°
"Daddy tidak ikut di kiss, mommy?" Seru David merasa iri pada sang putri yang sudah mendapatkan ciuman selamat siang.
"Tidak, mas udah dapat banyak tadi..." Kesal Hanna pada sang suami yang masih saja merasa kurang.
"Uhhh, mommy tidak bolleh shepeulti itu sama daddy. Mommy duga hallush bagi-bagi kish na shama daddy..."
"Tuh dengar kan sayang, harus bagi-bagi..."
Membuat Hanna sontak menghela nafas jengah, laki-laki itu memang banyak maunya.
Dan dengan setengah hati perempuan itupun mendaratkan ciumannya di pipi sang suami.
Niat hati ingin memisahkan diri setelah melabuhkan satu ciuman, suaminya itu malah menarik lagi tubuh rampingnya, mencium dalam-dalam bibir piech nya, membuat perempuan itu sontak menepuk dada sang suami agar segera melepas dirinya, bahaya jika gadis kecil itu melihat aksi mes*m dari kedua orangtuanya dengan kedua mata kepalanya.
"Mas..." Hanna tak habis pikir, bisa-bisanya suaminya itu mencuri ciumannya di depan sang putri sekalipun, tidak cukup puas kah suaminya itu setelah ia melayaninya dengan penuh peluh?
David hanya menyengir, laki-laki itu merasa puas karena telah berhasil menggoda istrinya yang kini tampak merona merah.
"Mommy Keunnapa shuka tidull-tidull mulullu sih, Molla jadi pushing-pushing. Habish mandiin Molla, mommy tidull. Habish mashak-mashak, mommy tidull. Waktu beullmain shama Molla, mommy duga shuka tidull-tidull. Pushing pala Molla..." Keluh gadis kecil itu sembari memainkan kancing kemeja sang daddy yang kini tengah memangkunya duduk di atas ranjang.
"Sayang, mana ada mommy tidur sebanyak itu?" Sahut Hanna tak sadar diri.
"Iyya, mommy shuka tidull banak-banak. Waktu mommy ladi tunggu-tunggu dad.."
__ADS_1
"Sayang..." Hanna merengek agar gadis kecil itu tak lagi mengumbar aib buruknya yang lain.
"Daddy, inni keunnapa?" Sahut Maura tiba-tiba, menunjuk pada leher David yang kini sedikit terbuka karena lilitan dasi yang tak lagi membelit lehernya.
"Hah, kenapa girl?" Laki-laki itu mengusap bagian yang tadi di tunjuk sang putri, tidak sakit kok, tidak ada luka apapun disana.
"Inni, ada bllu-bllu na..."
Hanna melotot tajam, perempuan itu sontak saja bergerak cepat membetulkan keras sang suami agar mampu menutup sempurna leher suaminya.
"Tidak apa sayang... Emmm, Maura pasti sudah lapar. Kita makan dulu yuk..." Ajak Hanna berusaha mengalihkan sang putri ke arah topik lain.
"Mommy beuntall myh... tadi peulltanaan na Molla bellum daddy asswell..."
*Asswell: Answer (jawab)
"Mas..." Sahutnya penuh permohonan.
David mengembangkan senyum smirk nya, laki-laki itu memiliki sejuta rencana, ia harus meminta imbalan untuk hal-hal seperti ini.
"Ini tidak gratis sayang..."
"Iya..." Angguk Hanna cepat.
"Kamu harus menuruti setiap keinginan ku hari ini sayang, bagaimana?"
__ADS_1
Hanna manggut-manggut saja, "iya..."
Dari pada menjawab tidak dan membuat suaminya menjawab yang tidak-tidak, lebih baik ia korbankan diri saja untuk saat ini.
"Jadi tadi mommy lagi coba lipstik barunya girl, lihat, mommy menggunakan leher daddy sebagai bahan percobaan..."
Membuat Hanna sontak melotot tajam, "mas..."
Tawa semakin menggelegar dari bibir David, laki-laki itu benar-benar puas karena telah berhasil membuat istrinya itu mati kutu dengan pipinya yang menyembul merah.
Sedang Maura, gadis kecil itu tampak berpikir keras.
"Mommy litik na dullek, wallna bllu-bllu eundak totok buat mommy, no way. Nanti mommy shepeulti mommy shihil, undak badus.." Sahut gadis kecil itu sembari menyilangkan kedua tangannya.
Hanna menarik nafas lega, gadis kecil itu rupanya percaya dengan perkataan absurd dari daddy nya.
"Jangan lupa dengan janjimu sayang..." Peringat David pada sang istri, membuat Hanna memutar bola mata malas.
Ini namanya curang, suaminya itu tetap saja mengatakan jika bekas biru-biru itu adalah ulahnya, membuat nya terjebak dalam perjanjian dengan sang suami yang sudah pasti tidak akan pernah menguntungkan dirinya.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading guys
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕