Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Maura tidak Ingin Memeluk Mommy?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Author POV


Malam semakin larut, Hanna masih terjaga, manik matanya tak henti menatap pada sang putri yang terlihat nyenyak dalam tidur lelapnya.


"Tidurlah Hanna, sudah larut..." Saran David, namun perempuan itu menggeleng, enggan untuk memejamkan mata.


"Aku masih merindukannya..." Lirihnya, rasa bersalah kembali menyeruak dalam dada, bagaimana jika putri kecilnya itu benar-benar terluka karena telah ia acuhkan berhari-hari lamanya?


"Apa dia marah karena aku mendiamkannya? Tidakkah dia rewel dan enggan untuk memakan makanannya..."


"Hanna..." Potong David, tak mampu lagi ia mendengar isakan lirih yang masih menggema dari bibir piech itu.


"Tidurlah, pikirkan kondisimu. Maura baik-baik saja. Pejamkan saja matamu, aku yang akan menjaga Maura, dia juga putriku..." David merapikan selimut Hanna, pergerakannya begitu lembut, sikap pedulinya begitu kentara, tak ada lagi sikap acuh nan dingin yang terlihat dari laki-laki berparas rupawan itu.


"Maafkan aku, aku telah membuatnya dalam bahaya, karena aku, karena aku dia hampir celaka.." Isak Hanna.


"Tidak, bukan salahmu. Salahkan saja diriku karena telah memisahkan kalian berdua. Maafkan aku Hanna..." Pinta David penuh sesal.

__ADS_1


"Jadi sekarang pejamkan matamu. Kumohon, pikirkan kondisimu. Pikirkan juga Maura, dia akan sedih jika melihatmu sakit lagi..." Pinta David menatap teduh wajah sembab Hanna, membuat perempuan itu akhirnya luluh, kelopak matanya mulai menyipit, Hanna kembali terlelap dalam hangat kasih sayang yang David curahkan.


🍁🍁🍁


"Mommyh..." Rintih Maura begitu gadis kecil itu membuka matanya di pagi buta, gadis kecil itu kembali teringat akan sang mommy yang sampai sekarang tak mau membuka mata, apalagi merengkuh hangat tubuh mungilnya, membuat gadis kecil itu benar-benar kecewa.


David seketika tersentak, baru tiga jam laki-laki itu memejamkan mata karena harus begadang menjaga Hanna beserta sang putri, membuatnya sontak di buat gelagapan.


"Mommyh, Molla mau mommy, hiks..." Rintih tangis itu semakin menjadi, memaksa David untuk segera bangkit dari kursi sofa, didekatinya sang putri yang kini tengah terisak dengan rambutnya yang acak-acakan.


"Yes girl, putri daddy kenapa hmmm..." Direngkuhnya tubuh mungil itu dalam dekapan hangatnya.


"Mommy daddy... Keunnapa mommy eundak banun-banun... Molla sheuball, mommy eundak shayang ladi shama Molla, hiks..." Adu si kecil Maura, gadis kecil itu tak henti menangis dalam rengkuhan sang daddy.


"Eundak, daddy beulbohong. Mommy eundak ada puk-puk Molla. Daddy tipu-tipu Molla, mommy udah lupa shama Molla, mommy eundak shayang ladi shama Molla, hwa... " Isak Maura semakin lantang, membuat sosok yang tadi terlelap nyenyak itu merasa terusik, tidur pulas nya terganggu, memaksanya untuk menghentikan mimpi indah yang tengah ia rajut bersama sang peri mimpi.


"Maura..." Gumam Hanna, bola matanya mulai mengerjap, sesak di dada kembali mendera saat tangisan pilu itu berhasil menusuk indra pendengaran nya.


Maura menangis, putri kecilnya itu bahkan terlihat begitu marah akan dirinya yang tak kunjung sadarkan diri. Membuat Hanna kembali didera rasa bersalah, bagaimana ia dengan teganya meninggalkan sang putri dalam kemelut kesedihan?

__ADS_1


"Maura, sayang..."


Lirihnya, membuat gadis kecil itu sontak beralih menatap ke arahnya, tangisannya tak lagi terdengar, wajah sembab penuh isak itu terlihat terkejut bukan kepalang.


"Mommy..." Gumam Maura dengan ekspresi wajah bingung penuh tanya.


"Daddy, itu mommy shudah banun? Beunnel itu mommy na Molla?" Tanya gadis kecil itu seolah tak percaya.


"Yes girl, she is your'e mommy..."


"Maura tidak ingin memeluk mommy?" Lirih Hanna dengan bola mata berkaca-kaca.


"Mommy, hiks..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Jangan lupa like nya ya chingu yang budiman

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2