Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Mas Ngga Bisa Gitu


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Nanti mommy yang peluk." Seloroh Hanna tanpa pertimbangan.


Membuat David seketika itu melebarkan matanya. Apa ia tak salah dengar? Apa istrinya itu tak salah berucap hingga tanpa sadar membuat dirinya sendiri terjebak dalam kandang serigala nantinya?


Senyum lebar seketika menyungging di bibirnya. Tak ingin melewatkan kesempatan ini, David akan memanfaatkannya sebaik-baiknya.


"Yes girl. Maura berangkat sekolah saja, daddy tidak apa-apa kalau di peluk mommy, heummm... ."


"Daddy shull? Eundak papa eundak bisha pulluk-pulluk Molla?" sahut Maura penuh keraguan.


"Yes, of course." Timpal David meyakinkan. Siapa sih yang akan menolak jika di suruh memeluk istri sendiri yang bahkan sudah dua hari ini tak dapat disentuhnya.


"Sekarang mandi dulu yuk. Nanti ke sekolahnya telat sayang."


Memaksa Maura untuk beranjak.


"Daddy teunnang-teunnang shini ya. Molla mandi aill dullu buntall, habish ini daddy minta pulluk-pulluk mommy, oche?"


"Oke siap girl... ."


David tersenyum nakal.


"Dua hari kemarin, akan ku tebus seharian ini. Ahahaha..." Batin David tertawa jahat.


Seusai kepergian Maura, David benar-benar memenuhi perkataannya. Laki-laki itu begitu manja pada Hanna, bahkan tak sedetikpun melepaskan sang istri dari jerat rengkuhannya. Membuat Hanna lama-kelamaan di landa frustasi. Ia tak dapat melakukan apapun sekalipun membuang air kecil di kamar mandi.


"Mas ihhh... Hanna mau ke kamar mandi bentar," pinta Hanna penuh permohonan. Sedari tadi meminta untuk dilepaskan, namun suaminya itu bahkan enggan untuk sekedar melepaskan belitannya.


"Ya udah ayo mas anter."

__ADS_1


"NGGAK!!!" Perempuan itu mendelik. Ya kali ia membiarkan suaminya melihatnya saat ia tengah membuang hajatnya. Yang ada nanti akan menjadi lama dan sangat lama.


"Ya udah kalau ngga mau." sahut David acuh. Bukannya melepaskan rengkuhannya, laki-laki itu malah semakin mengeratkan belitannya. Membuat Hanna sontak menghela nafas dalam.


"Hanna udah kebelet ini mas, ya Allah..." Perempuan itu bahkan sampai menyebut nama sang Khaliq, membuktikan jika kekesalannya sudah di puncak ubun-ubun.


"Tapi nanti kiss ya."


"IYA!"


Toh cuman cium doang, kenapa tidak dari tadi suaminya itu memberikan penawaran sih. Dengan begitu ia tak perlu susah-susah menahan rasa ingin buang air kecil sedari tadi.


Membuat David akhirnya melepaskan rengkuhannya.


"Dasar! Demam dikit aja manjanya na'udzubillah." rutuk Hanna melenggang masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan David yang kini sudah senyum-senyum sendiri.


Selesai dengan hajatnya, Hanna pun kembali ke ranjangnya. Disana David sudah menunggu kedatangannya. Wajah pucatnya tampak berseri-seri, senyum lebar pun tak henti menghiasi bibirnya. David menunggu janji sang istri.


Hanna menurut, perempuan itupun berbaring di samping sang suami yang sedari tadi sudah menunggu kedatangannya.


"Kiss nya mana?"


Cup...


Satu kecupan mendarat di bibirnya, membuat David seketika itu melebarkan senyumnya.


"Hari ini, kalau mas panggil kamu 'Sayang', nanti harus cium mas ya, Sayang... ."


Membuat Hanna seketika itu mendelik tak terima, "Tadi perjanjiannya ngga gitu mas..." Hanna jelas menolak, jika harus seperti itu, lalu berapa ratus kali ia harus mencium bibir itu hanya untuk menebus rasa ingin buang air kecil nya.


"Kan tadi katanya mau cium mas?"

__ADS_1


"Ya kan Hanna ngga bilang kalau harus seharian ini cium nya..." rutuk Hanna tak terima.


"Pokoknya satu hari ini kalau mas panggil kamu sayang, kamu harus cium mas," keukeh David.


"Mas ngga bisa gitu!" kesal Hanna.


"Sayang..."


"Ngga mau!" Perempuan itu bersungut-sungut tak terima, bagaimana suaminya itu bermain curang dengannya.


"Sayang... ."


"Nggak!" Tolaknya mentah-mentah.


"Kalau kamu ngga mau cium mas, nanti jadi berlipat-lipat loh, Yang."


"Mas curang!" Wajahnya semakin memberengut kesal. Hanna benar-benar jengkel dengan aksi curang sang suami.


"Terserah kamu mau pilih yang mana-- SAYANG... ."


Dengan hati jengkel Hanna terpaksa melabuhkan ciumannya di bibir itu. Membuat David seketika itu tersenyum girang. Seharian ini, ia tak akan melepaskan istrinya dari jeratannya.


"Sayang... ."


Dan hari itupun Hanna terpaksa menuruti semua keinginan sang suami. Sudah tak terhitung berapa ciuman yang harus ia labuhkan di bibir laki-laki berpredikat sebagai suaminya itu.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2