
°°°~Happu Reading~°°°
Hanna baru saja selesai membersihkan tubuh Maura, membasuhnya dengan kain basah, lalu mengganti baju yang semalam dengan pakaian bagus yang sudah David siapkan untuk sang putri kecilnya.
Laki-laki itu benar-benar memperlakukan sang putri begitu istimewa, menyiapkan segala keperluannya, mencukupi kebutuhannya, bahkan tak segan menyewa ahli gizi hanya untuk mengontrol setiap makanan yang masuk dalam tubuh mungil putri kecilnya.
Membuat Hanna semakin yakin akan pilihannya saat ini, ia yang harus mengalah, membiarkan sang putri untuk hidup lebih layak dengan sang daddy adalah pilihan terakhirnya, ia tak ingin menjadi serakah hingga membahayakan nyawa sang putri akibat kelalaiannya.
" Mommyh... Badu na Molla tantik sheukalli, ada pinsess-pinsess na, Molla shuka... " Tutur Maura sembari menatap kagum pada pakaian yang kini dikenakannya.
Hanna hanya menyunggingkan senyum indahnya, perempuan itu tak menyahut, hatinya kembali tertohok, betapa dulu ia memberikan kehidupan yang sulit untuk buah hatinya, bahkan tak bisa menuruti keinginan sang putri meski itu hanya sebuah permintaan sederhana.
" Maura... Sayang... " Lirih suara Hanna mendengung, membuat gadis kecil itu sontak beralih menatap ke arah sang mommy.
" Maura suka tinggal di sini? " Tanya Hanna dengan tatapannya yang begitu teduh.
" Huum... Molla shuka myh... Molla shuka di shini... Kamall na daddy beushall sheukalli, kashull na empuk, eundak shepeulti kasull na Molla di llumah... "
Ungkap Maura dengan wajah polosnya, membuat Hanna seketika itu merasa teriris, miris rasanya saat mendengar ungkapan jujur dari sang putri, menunjukkan betapa dulu dirinya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk putri kecilnya, membuatnya hidup sengsara di tengah kemiskinan yang harus dihadapinya.
" Kalau Maura tinggal sama daddy... Maura mau? "
Membuat manik mata itu sontak berbinar bahagia.
" Tinggal shini? Shama daddy? " Pekik Maura penuh antusias.
__ADS_1
Hanna mengulur mengusap wajah itu, perempuan itu mengangguk, " Iya sayang... "
" Mau... mau... Molla mau tinggal shini shama daddy myh, Molla mau... " Pekik gadis kecil itu penuh binar bahagia, lengkingan senyum itu bahkan tercetak begitu lebar di bibirnya, menunjukkan betapa bahagia gadis kecil itu saat mendengar penuturan dari sang mommy tercinta.
" Maura senang? " Tanya Hanna, bola matanya sudah mulai mengembun, siap meneteskan cairan bening yang tak pernah Hanna harapkan menetes dari bola matanya.
" Sheunang sheukalli, Molla mau tinggal shini shama daddy shama mommy... "
Membuat Hanna sontak termangu.
" Tapi... Tapi mommy tidak tinggal di sini sayang, hanya daddy dan Maura saja yang tinggal di sini... "
Membuat senyum gadis kecil itu sontak memudar.
" Keunnapa? "
" Eundak mahu!!! " Pekik Maura memotong penjelasan Hanna begitu saja.
" Sayang... Maura dengerin... "
" Molla eundak mahu... " Sentak gadis kecil itu lagi, perlahan air mata itu jatuh luruh membasahi wajah cantiknya, membuat gadis kecil itu mulai sesenggukan dengan tangis yang kian dalam.
" Molla eundak mau mommy peulgi-peulgi, Molla mau shama mommy tullush, eundak mau pishah-pishah, hiks... " Pinta gadis kecil itu dengan isak tangis yang kian dalam menyayat hati, membuat Hanna sontak tak tega. Di rengkuknya gadis kecil itu dalam dekapannya.
Bukan ini yang ia mau, ia hanya ingin memberikan putrinya itu kebahagiaan, lalu mengapa hanya luka yang ia torehkan di hati gadis kecil itu.
__ADS_1
Membuat Hanna sontak di landa dilema, di satu sisi ia ingin memberikan kesembuhan pada sang putri, namun di sisi lain ia juga tak akan sanggup jika harus meninggalkan putri kecilnya itu sendirian di tengah gelimang kemewahan.
Harus bagaimana lagi hamba bersikap ya Allah...
" Sayang... "
" Molla eundak mahu mommy peulgi-peulgi... Molla eundak shuka... Molla shayang mommy... Mommy dangan tinggalin Molla... " Pinta Maura dengan nafasnya yang tersengal, gadis kecil itu mengeratkan rengkuhannya, seolah tak rela jika mommy nya itu pergi meninggalkan dirinya.
" Mommy juga sayang Maura, sayang... "
Tapi mommy ingin kamu bahagia sayang... Mommy ingin kamu sembuh... Mommy ingin kamu baik-baik saja... Maafkan mommy... Maafkan mommy karena harus pergi ninggalin Maura... .
Mommy sayang Maura... .
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Masih semangat ngga nih bacanya
Jangan lupa like nya yah
Kopi kopi😆
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕