Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Bisa Kita Bicara Sebentar?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"B-bu Nurma... ."


Seketika itu Hanna beranjak dari kursinya dengan si kecil Maura yang semakin erat merengkuh tubuhnya. Tubuhnya refleks mundur, rasa itu masih sama, trauma itu nyatanya masih bersarang dalam lubuk hatinya. Bagaimanapun Hanna tidak bisa lupa saat dimana ia harus di usir bersama dengan sang putri dari kediamannya.


Mendapati bu Nurma yang semakin mendekat, gadis kecil itupun semakin histeris dengan isakannya. Membuat Hanna sontak menggendong sang putri, perempuan itu seolah lupa jika dirinya kini tengah hamil besar, ia hanya ingin melindungi gadis kecilnya, putri kesayangannya.


"Hanna--"


"Molla mau pullang, eundak mau shini, mau pullang, hwa..." Gadis kecil itu meronta didalam gendongan Hanna, membuat perempuan itu kewalahan mempertahankan sang putri agar tak sampai terjatuh dari gendongannya.


"I-iya sayang, kita pulang ya. Maura tenang dulu, putri cantik mommy tenang ya sayang..." Nyatanya Hanna sendiri ketakutan. Perlakuan bu Nurma kala itu benar-benar membekas dalam ingatannya, menciptakan trauma yang besar dalam hidupnya, juga putri kecilnya.


Mendapati sang putri menangis histeris, David sontak mengakhiri panggilannya, keluar dari badan mobil dengan ketakutan yang membuncah, istrinya tengah hamil besar, namun perempuan itu malah terlihat menggendong sang putri yang terus saja meronta di gendongannya.


"Sayang..."


"Mas--"

__ADS_1


Buru-buru David mengambil alih sang putri dari gendongan Hanna, meski awalnya Maura menolak karena terus saja memejamkan mata dan tak tahu jika itu daddy nya, namun akhirnya Maura menerima uluran tangan David.


"Daddyh, hiks... Mau-- pullang. Molla hiks... Mau pullang. Eundak mau shini..." Suaranya bahkan terdengar sesenggukan, membuktikan jika gadis kecil itu benar-benar tengah ketakutan.


"Iya iya, kita pulang. It's oke girl, calm down..." Ditepuk-tepuknya punggung kecil itu berusaha menenangkan. Lalu pandangannya kini beralih pada sang istri, wajahnya terlihat pias, Hanna sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Direngkuhnya sang istri dengan Maura yang masih dalam rengkuhan nya.


"Kamu ngga papa kan? Ada yang sakit?" sahut David penuh khawatir.


Hanna menggeleng, " tidak mas, Hanna baik-baik aja."


"Hanna..." Panggilan itu kembali menggaung, membuat sepasang suami istri itu kemudian mengalihkan pandangannya.


"Kamu belum kapok juga? Masih mau mengganggu istri dan putri saya, huh..." tukas David menaham amarah.


Hanna mengusap lengan sang suami berusaha menenangkan, ia tahu, suaminya pasti tersulut saat mendapati bu Nurma kembali membuat putri mereka menangis setelah dulu pernah mengusir mereka dengan kejamnya.


"Sudah mas, tidak apa-apa."


"Bisa mas bawa Maura ke mobil dulu? Hanna mau bicara sama bu Nurma, sebentar," pinta Hanna.

__ADS_1


"Tapi sayang--"


"Hanna ngga papa mas. Sebentar aja ya, kasihan Maura." sahut Hanna berusaha menenangkan sang suami yang sepertinya was-was dengan kedatangan bu Nurma.


Dan nyatanya David memang takut jika perempuan itu kembali melukai putri juga istri tercintanya. Apalagi Hanna kini tengah mengandung, akan sangat mudah bagi bu Nurma untuk melukai Hanna juga calon anak mereka.


"Ya mas, sebentar saja," pinta Hanna sekali lagi.


Membuat David mengangguk menyetujui, ingin rasanya menemani sang istri disana, namun ia juga tahu, putri kecilnya tengah ketakutan, terlihat dari tubuhnya yang kini masih bergetar dengan sisa tangisnya yang sesenggukan.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double up nih


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2