Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Esh Kim Ding-ding


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Setengah jam berlalu, akhirnya mobil mewah itupun sampai di sebuah pusat medis di ibukota, bangunannya yang begitu megah membuat rumah sakit itu layak disejajarkan dengan bangunan-bangunan elit di luar negri.


"Selamat siang tuan David, saya merasa sangat terhormat karena bisa bertemu dengan anda. Ternyata anda jauh lebih tampan dari yang terlihat di televisi, Hahahaha... Apa ada yang bisa saya bantu tuan?"


David menatap tak suka pada sosok dokter bertubuh tambun yang tiba-tiba saja menghadang perjalanannya, bola matanya sontak menajam.


"Enyahlah..."


Laki-laki itu lebih memilih meneruskan langkahnya, menggiring sang istri agar bersedia mengikuti langkah lebarnya, dari pada harus menggubris dokter itu.


"Dasar penjilat..." Gerutu David di tengah langkah lebarnya, membuat Hanna hanya bisa menghela nafas dalam, suaminya memang seperti itu, suka memaki terhadap semua hal yang tidak disukai.


"Daddy bicalla shama shapa? Peundillat itu apa?"


Maura yang masih bertengger di gendongan sang daddy pun turut membuka suara, membuat langkah David sontak tertahan, laki-laki itu tertegun, tak sadar jika dirinya telah memaki di depan sang putri yang masih tak tahu apa-apa.


"Daddy kok bungong?"


David gelagapan, tak tahu jawaban apa yang harus ia berikan pada putri polosnya itu.


"Tidak girl, tidak apa-apa..."

__ADS_1


Maura mengernyit.


"Daddy beulbohong shama Molla!"


Maura melengos, gadis kecil itupun beralih menatap pada sang mommy yang terlihat frustasi.


"Mommy, peundillat itu apa?" Kan, sudah Hanna duga jika gadis kecil itu akan melempar pertanyaan kepadanya.


"Emmm, itu sayang..." Hanna masih mencari jawaban yang tepat untuk gadis kecil yang akan berumur 4 tahun itu.


"Peundillat itu yang shuka mamam esh kim ya myh, tullush esh kim na di dillat-dillat shepeulti peullmen lollipop?"


"Ahhh, iya sayang, putri mommy pintar sekali..."


"Es krim nya masih di bawa temannya dokter sayang..."


Gadis kecil itupun membulatkan mulutnya, "Ooooh..." Tanda mengerti.


"Kallo begitu, Molla mau esh kim shepeulti tuan dotell, bolleh?" Pinta gadis kecil itu pada akhirnya.


"Es krim nya lain kali ya sayang, sekarang kan harus sembuhin tangannya mommy dulu..." Sahut Hanna berusaha mengelak permintaan sang putri, teringat dulu putrinya langsung demam setelah memakan es krim dari penjual keliling.


"Nanti habish shembuhin tangan na mommy, kita bulli esh kim ya myh, Molla mau mamam esh kim yang ding-ding..." Gadis kecil itu tak patah arang.

__ADS_1


"Nanti kalau Maura sakit gimana, yang lain saja ya sayang..."


"Eundak mau, Molla mau na esh kim aja..." Gadis kecil itu tertunduk lesu, sejak dulu mommy nya itu memang selalu melarangnya ini itu, membuatnya benar-benar kecewa karena tak bisa seperti teman-teman sebayanya yang bebas melakukan apapun.


"Baiklah, nanti kita beli es krim untuk kamu girl..." Timpal David tiba-tiba, laki-laki itu benar-benar tak tega jika harus selalu melarang keinginan sang putri.


"Yeay, Molla mau mamam esh kim..." Girang gadis kecil itu, namun kebahagiaan itu tak berangsur lama saat sang mommy kembali memprotes.


"Mas... Dulu Maura pernah sakit selama seminggu setelah makan es krim, Hanna takut nanti..."


"Tidak apa-apa. Aku pernah konsultasikan ini pada ahli gizi, ada es krim yang cocok untuknya, tidak akan terjadi apa-apa..."


Hanna menghela nafas dalam, lalu tak lama akhirnya mengangguk patuh, sudah konsultasi dengan ahli gizi itu artinya Maura akan baik-baik saja.


"Cus kita shembuhin tangan na mommy tullush bulli esh kim ding-ding, hihihi..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double up nih, hehehe


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2