Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Laki-laki Sejati


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Daddy tidak akan merestui kalian!!!" ucap David tiba-tiba. Membuat semua orang sontak mengernyit, menatapnya penuh tanda tanya.


"Daddy oke? Keunnapa Daddy engli-engli?" Maura, gadis polos itu bahkan tak mengerti apa maksud daddy nya.


Merestui? Kalimat itu terdengar begitu asing di telinganya.


"Shepeulti na uncle kena shambell petill ya, makan na engli-engli begitu..." heran Arshi.


David menghela nafas dalam.


Ia keceplosan.


Otaknya mendadak keruh akan ramalan si kecil Arshi yang tidak mendasar hanya karena mendengar siapa sosok yang akan menjadi pasangan putri kecilnya.


"Ahhh, tidak apa sayang..." Membuat Maura seketika itu memicing. Daddy nya benar-benar aneh. Kenapa daddy nya itu tiba-tiba saja marah bahkan tanpa sebab yang jelas.


"Daddy shius? No lay lay?" tanya nya meyakinkan.


*Lay :lie/ berbohong.


"No girl. Daddy is fine. Kalian lanjutkan permainan kalian, heummm..." ucapnya meyakinkan. Lalu pandangannya beralih menatap pada si kecil Arsha. Wajahnya berubah sinis. Awas saja jika bocah tengil itu berani mendekati putrinya.


Akan langsung ia sikat.


Tidak ada ampun.


Jangan sampai bocah tengil itu berhasil mendapatkan hati putri paling berharganya.


Tidak akan.


Tak lama berselang, Pak Joko, sang supir botak kini pamit hendak menemui si kecil Arsha karena Anelis yang ingin berbicara dengan putra tertuanya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Mom..." salam Arsha saat ponsel sang supir berpindah ke tangannya. Membuat atensi semua orang kini tertuju pada si kecil Arsha yang tengah berbincang dengan sang mommy tercinta.


"Wa'alaikumsalam sayang. Arsha sama Arshi dimana? Kok belum pulang? Kata pak Joko kalian di rumahnya Maura?"


"Iya mom. Tadi Arshi maksa kesini, ngancem mau jalan kaki kalau Arsha ngga turutin," keluh Arsha.


Membuat David yang mendengar hal itu kian meradang, jika tak sudi menjenguk sang putri, kenapa bocah tengil itu masih saja ada di sini? Kenapa tidak pergi saja dari kediamannya?


Aishhh, bocah tengil itu membuat mood nya hancur saja.


"Beshti na Ashi kan lagi tatit Asha... Masa Ashi eundak denguk sih, kan kashihan Molla nanti eundak shembuh-shembuh..." bela Arshi tak ingin disalahkan.


"Ya sudah. Mommy nyusul kesana ya sama adek, Arshi sama Arsha baik-baik ya. Jangan sampai merepotkan uncle David sama Aunty Hanna."


"Siap mommyh. Mommy dangan lupa dedek Acell na pakaiin popok nanti shuka ngompol-ngompol shini kan bahaya, hihihi... ."


Di seberang sana Anelis terkekeh. Ada-ada saja permintaan putri kecilnya itu.


"Mommy hati-hati." ucap Arsha sebelum mematikan sambungan teleponnya.


Tidak.


Tentu saja tidak. Hatinya seolah sudah tertutup, tak akan mampu menerima Arsha menjadi menantunya kelak.


"Kenapa anda selalu menatapku? Apa aku terlalu tampan?" sergah Arsha sadar akan tatapan sinis David.


Membuat David sontak berdecih.


"Cih, percaya diri sekali kau," sinisnya. Dalam kacamatanya, Arsha benar-benar buruk. Bahkan tidak ada kebaikan yang bisa dilihat dari bocah tengil itu.


"Laki-laki sejati memang harus percaya diri, kan..." ucap Arsha dengan entengnya.


"Ck... Bocah ingusan sepertimu berbicara seperti itu padaku? Lihat, bahkan tubuhmu saja tidak lebih tinggi dari perutku!" Tersenyum sinis, David merasa menang.

__ADS_1


"Itu karena anda sudah tua."


Sederhana tapi menyakitkan.


David merasa tertusuk.


Membuat David seketika itu mendelik, merasa di lecehkan. Bisa-bisanya bocah tengil itu mengatai dirinya tua bangka.


Aishhh, benar-benar laki-laki brengs*k.


"Kau--"


"Mas..." peringat Hanna berusaha meredam emosi sang suami yang sepertinya sudah tersulut akan perkataan Arsha.


"Dia keterlaluan sayang..." sungut David tak terima.


"Iya. Tapi Arsha kan masih kecil mas. Ngga enak juga sama Anelis kalau anaknya kamu apa-apain..." cicit Hanna memperingatkan.


"Hanya untuk kali ini mas mengalah sayang," geram David menatap Arsha penuh kebencian.


Benar-benar laki-laki brengs*k, berani-beraninya bocah tengil itu berdebat dengannya, bahkan mengolok dirinya, menyebutnya tua bangka.


Shiit... Benar-benar menyebalkan.


Ia tak akan pernah merestui hubungannya dengan sang putri sekalipun di dunia ini hanya tersisa seorang laki-laki saja.


Tidak akan pernah.


Beneran Nggak tuh🤣


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2