Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Jangan Diemin Hanna


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Mas kok disini? Hanna kangen..." Ungkap Hanna enggan melepas rengkuhannya, merengkuh laki-laki itu, entah kenapa membuatnya nyaman dalam dekapan hangatnya.


Lama merengkuh, namun suaminya tak kunjung bersuara, membuat Hanna sontak menguarkan sedikit rengkuhannya, di tatapnya wajah rupawan itu lamat-lamat.


"Mas... Mas kok diem aja?"


"Mas nggak kangen sama Hanna?"


"Mas..."


"Mas David..."


Hanna mulai tak sabar akan kebisuan sang suami, tanpa pikir panjang, perempuan itu langsung mendaratkan bibirnya pada bibir nakal sang suami.


"Mas... Mas jangan diem aja dong..." Keluh Hanna saat suaminya itu tak merespon apapun.


Perempuan itupun mengguncang lembut dada suaminya, namun David tetap tak bergeming, membuat Hanna sontak berkaca-kaca, kenapa suaminya itu sedari tadi mendiamkannya. Apa ia telah berbuat salah hingga akhirnya menyulut amarah sang suami tanpa disadarinya?


"Mas marah sama Hanna?" Perempuan itu mulai terisak, kebisuan sang suami membuat hatinya tak tenang, perempuan itu gelisah, Hanna menjadi sosok paling sensitif akhir-akhir ini.


"Sayang..." David akhirnya membuka suara, melihat air mata yang jatuh di wajah cantik itu, David tak berdaya, membuatnya memilih mengakhiri saja aksinya, di usapnya wajah sang istri yang kini basah akan isaknya.


"Mas, hiks..." Isak Hanna menatap sang suami dengan mata sembabnya.


"Shhht, Sudah... Mas tidak marah..."


Membuat Hanna sontak merengkuh tubuh kekar itu untuk yang kedua kalinya, "Jangan marah sama Hanna, jangan diemin Hanna lagi, Hanna ngga suka..."


David mengembangkan senyum tipisnya, istrinya itu selalu saja menggemaskan ketika tengah merajuk seperti ini.


"Ayo kita pulang saja, di sini gelap, Hanna takut..." Ajak Hanna semakin menyusupkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Tapi mas masih ada pekerjaan sayang..."

__ADS_1


Kalimat sederhana itu membuat Hanna sontak melepaskan rengkuhannya, "mas mau ninggalin Hanna lagi?" Sungut perempuan itu terlihat kesal.


"Sayang..."


"Mas ngga sayang sama Hanna!!" Cecar Hanna mulai tersulut emosi.


"Bagaimana bisa mas..."


"Mas jahat!" Sergah Hanna memotong kalimat suaminya semaunya.


"Mas udah ngga say..."


Kalimatnya tertahan saat bibir nakal itu kembali mendarat di bibirnya, terasa hangat, membuat Hanna begitu nyaman, amarah itupun melebur dengan sendirinya, Hanna ingin lebih dari ini.


Hingga tanpa di duga, gemerlap lampu ruangan mulai berpendar menyinari seluruh ruangan, manusia-manusia yang sedari tadi bersembunyi dalam kegelapan, seketika menyembul di balik cahaya yang semakin terang benderang.


Sadar akan hal itu, Hanna sontak melepaskan tautannya, bola matanya sontak membelalak sempurna saat menatap pada sekelilingnya yang sudah penuh akan lautan manusia yang tengah menatapnya intens.


Rasa malu seketika menjalar dalam tubuhnya, Hanna sontak membalik badan merengkuh suaminya, menyembunyikan wajahnya yang kini merona di balik dada bidang sang suami yang kini tersenyum renyah karena aksi malu-malu istrinya.


"Kan ada arisan sayang..." Timpal David menahan diri untuk tak tertawa.


"Ada teman-temannya mama?"


"Hmmm..."


"Astaghfirullah, mas..." Pekik Hanna.


"Apa sayang..."


"Gimana ini mas... Nanti mama jadi malu gara-gara Hanna..."


"Tidak akan, kamu jangan over thinking gitu. Ini lepas dulu ya..."


David berusaha menguarkan rengkuhan istrinya, namun perempuan itu malah semakin mengeratkan rengkuhannya, enggan terlepas dari rengkuhannya.

__ADS_1


"Sayang, lepas dulu..."


"Nggak mau, Hanna ngga mau..."


"Sayang..." Laki-laki itu masih berusaha melepaskan rengkuhannya, lucu sekali tingkah istrinya itu jika tengah malu-malu begini. Jika saja tak ada seorang pun disana, ia pasti sudah mengangkat tubuh sang istri masuk ke dalam kamar VVIP.


"Mas... Ayo keluar aja mas, ayo... Hanna malu ihhh..." Ajak Hanna masih merengkuh suaminya.


"Sayang, lepas dulu..."


"Ngga..."


"Sayang, percaya sama mas..."


Perlahan, perempuan itupun melepaskan rengkuhannya, wajahnya menunduk malu tak ingin menatap ke arah sekeliling.


"Mas..." Rengek Hanna mencengkeram ujung jas David berharap laki-laki itu segera membawanya kabur dari ruangan itu.


"Lihat mas..."


"Sayang..." Interupsi David sekali lagi saat istrinya itu tak mau menurut perkataannya.


Dengan terpaksa, Hanna pun menaikkan pandangannya, manik matanya mulai merayap menatap pada sang suami yang terlihat semakin rupawan dengan penampilannya.


"Happy birthday sayang..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Udah double up ya chingu, jangan di demo lagi othor nya, huhuhu


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2