Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Daddy, Molla udah tantik kan?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


David benar-benar memenuhi janjinya pada sang putri. Pagi itu, setelah menyelesaikan sarapannya bersama sang putri, David langsung melesat ke tempat dimana perempuan itu biasa mencari nafkah setiap hari.


Maura yang kini tengah di pangku David pun tak henti mengembangkan senyum indahnya, gadis kecil itu begitu tak sabarnya menemui sang mommy hingga setiap detik menanyakan kapan akan sampainya.


" Daddy... Mommy mashih dauh? "


" Tidak girl... Sebentar lagi... " Timpal David sembari mengusap surai rambut sang putri dengan sayang.


" Dalli tadi daddy billang sheubentall, tapi kok eundak shampe-shampe... " Cicit Maura, gadis kecil itu benar-benar tak sabaran.


" Ahahaha... Putri daddy sudah tidak sabar rupanya... "


" Huum... Molla kangen beullat shama mommy, daddy. Molla mau shama-shama mommy ladi, eundak mau pishah-pishah... "


Gadis kecil itu menelusupkan kepalanya dalam hangat rengkuhan sang daddy, kesedihan itu kembali mendera saat mengingat kembali perpisahannya dengan sang mommy. Perpisahan yang begitu menyiksa hingga membuatnya demam semalaman.


Membuat David sontak tertohok, hatinya ngilu saat menatap pada wajah sendu sang putri yang jelas menyimpan sejuta kerinduan.


" Yes girl... Setelah ini, kita akan bersama mommy, tidak akan pisah lagi, hmmm... " Di rengkuhnya gadis kecil itu dalam dekapan hangatnya, entah apa yang akan terjadi nanti, David tak berani bersuara, setidaknya ini yang harus ia jalani saat ini, mempertemukan sang putri dengan ibu kandungnya, adalah pilihan terakhir yang ia miliki.


" Beulhenti daddy... Itu mommy keulja shana... " Tunjuk Maura tiba-tiba saat menatap pada sebuah bangunan sederhana dengan jajaran bunga-bunga yang menghiasi pelatarannya.


"Baiklah, kita temui mommy sekarang... "


Gadis kecil itu terlihat sibuk membenahi penampilannya, tak lupa jemari itu mengusap kasar area bawah matanya yang sedikit basah akan isak yang tadi tak sengaja tumpah.


" Daddy, Molla udah tantik kan? " Tanya Maura sembari mengembangkan senyum indahnya. Tak tahu lagi bagaimana mengungkapkan perasaannya saat itu, Maura benar-benar bahagia, sebentar lagi ia akan menemui mommy yang beberapa hari ini telah dirindukannya.


David mengangguk, jemari tangannya mengulur mengusap wajah penuh binar bahagia itu dengan sayang.


" Yes girl. Your'e so pretty, my little princess... "

__ADS_1


"Your'e very precious, my sweety. Don't cry anymore, you make daddy sad..." (Kamu sangat berharga, sayangku. Jangan menangis lagi, kamu membuat daddy sedih...)


Mobil mulai menepi, David dengan hangat menggendong sang putri dalam dekapannya, membawanya melangkah kedalam toko bunga yang terlihat sepi oleh lalu lalang para pembeli.


Tok tok tok...


David mengetuk pintu kaca yang di biarkan terbuka lebar, membuat perempuan itu sontak mendongak menatap ke arahnya.


Madam Roselina mengernyit menatap bingung pada laki-laki jangkung itu, lalu tak lama, pandangannya beralih pada sosok gadis kecil yang masih bertengger di gendongan David, membuatnya sontak berbinar, berhari-hari tak bertemu dengan gadis menggemaskan itu, membuat madam Roselina di landa rindu yang teramat membara.


"Aishhh... Sayangku, dari mana saja kamu, hmmm..." Madam Roselina bangkit dari kursinya, mendekati keberadaan David dan Maura yang masih mematung di ambang pintu.


"Onty Losh... Molla kangen onty Losh..." Maura memberontak ingin di turunkan, membuat David terpaksa menurunkan gadis kecil itu dari gendongan nya.


Gadis kecil itu sontak berlari menyusul keberadaan madam Roselina, mendekapnya erat melepaskan kerinduan yang terperangkap dalam dada.


"Uhhh... Dari mana saja kamu sayang..."


Madam Roselina mengalihkan pandang menatap ke arah David, raut wajahnya berubah sinis, tatapannya tak bersahabat.


"Onty... Mommy na Molla mana, kok eundak ada shini..."


Suara Maura berhasil mengalihkan perhatian madam Roselina pada laki-laki kepar*t itu. Bersamaan itu, dering telepon menggetarkan saku jas David, membuat laki-laki itu memilih menyingkir keluar dari areal toko untuk menerima panggilan.


" Kenapa sayang? " Tanya madam Roselina sekali lagi.


" Mommy na Molla keumana onty Losh... kok eundak ada shini? "


"Eummm... Mommy Hanna tadi ke rumah onty dulu, sebentar lagi kembali ke sini. Maura kangen sama mommy?"


Angguk Maura.


" Huum onty Losh... Molla kangen shama mommy, kangen beullat. Keunnapa mommy tinggal-tinggal Molla shendilli shama daddy, Molla nakall ya onty? " Sahut Maura dengan penuh gurat kesedihan.

__ADS_1


" Oh... Tidak sayang. Molla tidak nakal, Molla kan anak baik, hmmm... " Sahut madam Rosalina berusaha menenangkan gadis kecil yang tengah di landa keputusasaan itu


"Oh sayang, kenapa nasib kalian seperti ini. Betapa Tuhan tidak adil pada kalian..." Batin madam Rosalina dengan menahan sesak di dada, perempuan itupun kembali merengkuh erat gadis kecil itu dalam dekapan hangatnya.


Ia tahu betul bagaimana terjalnya perjalanan hidup Hanna selama ini, menjadi seorang korban pemerkosa*n adalah hal yang tidak mudah untuk dilalui seorang diri. Dan di saat itu pula, Hanna juga harus menanggung malu atas kabar kehamilannya, menyimpan benih laki-laki brengs*k itu dalam rahimnya, bahkan mempertahankannya meski cacian tak henti menghujam ke arahnya.


Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan Hanna saat itu, tuduhan wanita murahan yang tersemat dalam diri Hanna membuat madam Roselina begitu teriris.


Betapa semua orang ingin terlihat paling suci hingga akhirnya saling berlomba mencemooh sang insan tertuduh tanpa henti.


"Itu mommy mu sayang..." Tunjuk madam Roselina pada sosok perempuan berhijab yang tengah berdiri mematung di sebrang jalan, menoleh ke kanan dan ke kiri hendak menyebrang.


Maura sontak menoleh menatap ke arah yang di tunjuk oleh madam Roselina, membuat gadis kecil itu mengernyit menajamkan penglihatannya, itu seperti bukan mommy nya, perempuan itu terlihat begitu asing dengan hijab yang membalut kepalanya. Hingga tak lama kemudian, Maura berbinar, itu benar-benar mommy nya.


"Mommy..." Pekik si kecil Maura dengan lantangnya, membuat Hanna sontak menoleh menatap pada sang putri yang selama ini begitu di rindukannya, air mata seketika menetes membasahi wajah cantiknya, kedua kakinya seolah mati rasa tak bisa di gerakkan.


Maura yang sudah tak sabar bertemu dengan sang mommy sontak melangkahkan kakinya ke luar toko, berlari kencang menyebrangi jalan raya tanpa perduli pada kendaraan yang berlalu lalang, hingga akhirnya...


"MAURA..."


Brakkk...


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Spesial tgl 1 bulan rajab, jadi aku panjangin nih, xixixi


Jangan lupa puasa ya teman-teman


Happy Reading


Saranghaja💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2