
°°°~Happy Reading~°°°
Denting sendok dan piring saling beradu memecah keheningan malam, tak ada percakapan yang tercipta, semua mendadak membisu, seolah lupa akan keharmonisan yang biasa tercipta.
Hanna melirik sang suami yang masih setia mengunyah makanannya dalam kebisuan, sikapnya terlihat berbeda, kembali dingin dengan wajah datarnya, benar-benar aneh, ada apa dengan suaminya itu sebenarnya.
"Aku sudah selesai..." Sahut David tiba-tiba, membuat Hanna sontak menatap pada sang suami yang kini sudah bangkit dari bangkunya.
"Mas mau ke ruang kerja?" Timpal Hanna berusaha membuka percakapan.
"Hmmm..." Hanya deheman, membuat Hanna mengernyit, apa suaminya itu benar-benar tengah marah? Tapi, apa yang membuat suaminya itu sampai marah seperti ini?
"Hanna buatkan kopi ya mas..." Tak patah arang, perempuan itu berusaha mengambil hati sang suami yang kadung tersakiti karena telah di campakkan.
"Hmmm..."
Lagi? Mengapa suaminya itu hobi sekali berdeham, apa tak ada kata-kata lain selain "hmmm..."?
"Baiklah, nanti Hanna hantarkan kopinya ke ruangan mas ya..."
Tak bersuara, laki-laki itu hanya mengangguk lalu segera berlalu meninggalkan ruang makan begitu saja, membuat Hanna sontak terduduk lesu.
"Mommy, daddy keunnapa dalli tadi bitalla na tuma hmmm hmmm mullullu shih..." Sahut si kecil Maura mulai menyadari keadaan ganjil di sekelilingnya.
"Tidak apa sayang, daddy hanya emmm... Sakit tenggorokan..." Kilah Hanna.
" Tunggullokan? Tunggullokan na daddy putush myh?" Timpal Maura dengan wajah serius yang malah terlihat menggemaskan di mata Hanna, membuat perempuan itu sontak terbahak.
__ADS_1
"Hahaha, tidak sayang... Bagaimana tenggorokan daddy bisa putus..." Sembari menjembel pipi chubby itu dengan gemasnya.
"Tenggorokan daddy sakit karena suka jajan es sembarangan sayang, jadi Maura juga tidak boleh jajan-jajan sembarangan, nanti tenggorokan Maura bisa sakit seperti daddy..."
"Baiklah mommy, Molla munullut. Molla eundak mau shepeulti daddy, daddy shellam kal..."
Belum Maura menyelesaikan kalimatnya, Hanna langsung membekap mulut sang putri seketika itu juga, membuat gadis kecil itu seketika memberengut sebal.
"Mommy keunnapa shumpall-shumpall mulut na Molla? Molla kan mau shuppik-shuppik?" Sahut gadis kecil itu menirukan ucapan sang besti.
"Ini makanannya dihabiskan dulu ya sayang, kan kasihan kalau harus nungguin Maura berbicara, nanti kalau makanannya ngambek bagaimana, hmmm..."
"Baiklah myh..." Angguk Maura mengalah.
Selesai menyantap makan malamnya, Hanna pun membawa putri kecilnya itu menuju ruang keluarga, membiarkan putri kecilnya itu bermain disana, sedang dirinya akan mengantarkan kopi buatannya ke ruang kerja sang suami.
Membuat gadis kecil itu sontak mendongak mengintip isi cangkir yang dibawa oleh sang mommy.
"Itu aill lamuan shakit tuggullokan hmmm hmmm buat daddy ya myh..." Bisik si kecil Maura dengan mengatupkan kedua tangannya di dekat mulut seolah tak ingin orang lain tau apa yang tengah ia bicarakan bersama sang mommy.
"Iya sayang..." Lirih Hanna mengikuti permainan bisik-bisik sang putri.
"Baiklah mommy, mommy shumangat buat daddy shehat ladi ya myh..."
"Siap sayang..."
Hanna mulai melangkah meninggalkan sang putri yang tampak asik dengan mainan-mainannya, melajukan kakinya menuju ruang kerja sang suami dengan secangkir kopi di tangannya.
__ADS_1
Diketuknya pintu itu dan interupsi masuk pun mengudara. Membuat perempuan itu sontak melangkah masuk mendekati sang suami yang masih sibuk dengan benda persegi didepannya.
"Pekerjaannya masih banyak mas?" Tanya Hanna berbasa-basi sembari meletakkan secangkir kopi di atas meja kerja sang suami.
"Iya..."
"Emmm... Kalau begitu Hanna tinggal dulu ya mas, Maura tidak mau di tinggal lama-lama..." Kilah Hanna mengetahui situasi akan kembali dingin seperti semula.
"Hmmm..."
Hanna pun berlalu dengan rasa kecewa yang membuncah dada, bahkan suaminya itu tak sedikitpun melirik ke arahnya, entah laki-laki itu akan menyentuh kopi buatannya atau tidak, ia tak perduli, setidaknya ia sudah berusaha menciptakan percakapan agar situasi mereka tak sedingin pertemuan pertama.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Nih orang udah pundungan, ngambekan juga ternyata
Sabar ya mom Hanna
Semua akan berakhir bahagia, maybe, hehehe
Btw, Selamat menjalankan ibadah puasa bagi Chingu yang menjalankan yahhh...
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1