Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Mommy...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Tatapan itu tampak kosong, bola mata itu tak henti menatap pada kursi kecil yang di biarkan kosong tanpa penghuni, sebuah kursi dimana sang putri biasa duduk menunggu dirinya berkerja sembari memainkan mainannya tanpa henti.


Belum juga sehari, Hanna mulai merasakan rindu pada sang buah hati, kerinduan itu semakin membuncah saat ingatan kebersamaannya bersama sang putri mulai memutar tanpa henti, membuat air mata itu kembali merebak tanpa kompromi, Hanna kembali terisak, rasa rindu itu benar-benar membuat perempuan itu begitu rapuh dan mudah terisak.


" Hanna... "


Suara itu memaksa Hanna menepis semua isak yang kini membekas di wajah sendu nya, bola matanya sontak beralih menatap pada sosok perempuan yang tengah memasuki toko bunga itu dengan dandanan nyentriknya.


" Iya, madam... Anda kesini? Ada yang bisa kubantu? " Sapa Hanna pada madam Roselina, sosok perempuan yang selama ini telah membantunya di tengah kesusahannya, memberikannya pekerjaan tetap bahkan setelah dirinya pergi tanpa kabar. Dan madam Roselina lah sosok yang semalam telah menyelamatkan dirinya saat tak sengaja bertemu preman jalanan. Memberikannya tumpangan bahkan tempat bernaung saat dirinya terlunta-lunta tak tau kemana.


" Ahhh... Tidak ada, hanya mengecek saja. Kau tidak apa kan disini sendiri? Biasanya kan... " Perempuan berusia empat puluh tahun itu menggantung kalimat nya, tak tega pada perempuan di depannya yang tampak berwajah sendu penuh gurat kesedihan.


" Tidak apa madam, aku baik-baik saja... " Sahut Hanna menyunggingkan senyum tipisnya.


" Ini kunci rumah ku Hanna, sepertinya aku tidak akan pulang malam ini, aku akan ke Bandung menjenguk adikku yang melahirkan... " Sahut madam Roselina sembari menyerahkan kunci rumahnya pada Hanna.


" Terimakasih madam, terimakasih karena madam telah membantuku dan mau menampungku, tanpa madam... "

__ADS_1


" Eih... Eihhh... Kau ini. Tidak apa Hanna... Lagian kalau kamu tinggal denganku, aku jadi tidak sendirian lagi kan... " Perempuan itu menyunggingkan senyum lebarnya.


" Sudah ya, aku pergi, bye... " Perempuan itu melambaikan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan Hanna.


Hanna menatap kepergian madam Roselina dengan penuh haru, perempuan itu sudah sangat berjasa dalam kehidupannya, meski madam Roselina terlihat seperti perempuan nakal yang suka keluar malam, namun perempuan itu jauh lebih baik dari pada orang-orang di luar sana yang mengaku baik namun memilih menggunjing di belakang.


Sungguh dunia ini penuh akan kemunafikan.


🍁🍁🍁


Malam semakin larut, bola mata itu tak henti menatap pada pintu kamarnya yang tertutup rapat. Maura mulai di landa gelisah, sudah seharian penuh gadis kecil itu menunggu sang mommy pulang bekerja, namun nyatanya, sampai sekarang pun mommy nya itu tak menunjukkan batang hidungnya.


" Sebaiknya Maura tidur dulu, sudah malam girl... " Di usapnya surai rambut sang putri dengan penuh kelembutan.


" Tapi Molla kangen mommy, Molla mau mommy sheukallang, hiks... " Bulir air mata itu berangsur luruh membasahi wajah cantiknya, Maura terisak, gadis kecil itu benar-benar merindukan sang mommy yang seharian ini tak bisa di temuinya.


Ceklek...


Tiba-tiba pintu terbuka, membuat gadis kecil itu sontak mendongak menatap pada sosok yang mematung di ambang pintu.

__ADS_1


" Mommy... " Refleks nya, namun harapan tinggal harapan, saat yang di dapati bukan sosok yang ia inginkan, membuat tangis itu sontak semakin menjadi, Maura terisak dengan lantangnya, seolah tak malu lagi menumpahkan tangis itu di rengkuhan sang daddy tercinta.


" Hiks hiks... Molla mau... mommyh, hiks... " Tangisnya penuh sesenggukan, sudah tak bisa di jabarkan lagi bagaimana kerinduan itu begitu membuncah dalam hatinya.


" Maaf tuan... Ini obat untuk nona Maura... " Ternyata pak Yi yang menjadi tamu tak di harapkan itu, segera pak Yi menaruh nampan itu di meja nakas dan berlalu pergi meninggalkan kamar yang penuh isak itu.


" Sudah girl... Jangan menangis lagi, kamu membuat daddy sedih sayang... " Di tepuk-tepuknya punggung kecil itu, tak tega rasanya saat menatap pada sang putri yang begitu terisak, rasanya dunia bagai runtuh tak lagi dapat di satukan.


" Molla mau mommy, daddy... Ayo kita susul mommy sheukallang, Molla mau mommy, eundak mau mommy peulgi-peulgi, hwa... " Gadis kecil itu meronta di rengkuhan sang daddy, memaksa David semakin mengeratkan rengkuhannya.


" Tidak apa girl, tenanglah... Daddy sayang Maura, jangan buat daddy bersedih sayang... " .


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double up for today


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2