
°°°~Happy Readinh~°°°
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Maura yang tengah di pangku sang mommy terlihat begitu fokus menatap pada jalanan yang tampak ramai akan lalu lalang kendaraan roda empat.
"Nanti kalian di jemput supir, aku tidak bisa menjemput karena ada rapat dengan klien..." Sahut David mengawali perbincangan.
"Iya mas, tidak apa-apa..."
David merogoh saku celananya, mengambil dompetnya yang ternyata tak setebal milik orang-orang kaya pada umumnya.
"Ambillah, kamu gunakan ini untuk keperluan sehari-hari..."
Hanna menatap lekat-lekat kartu berwarna hitam pekat itu, dikiranya black card itu hanya sebuah kartu debit biasa. Jujur saja, kartu debit pun ia tak tahu bagaimana cara menggunakannya, ia hanya pernah melihat saat orang-orang memasukkan kartu itu kedalam mesin atm.
"Mas ada uang tunai tidak? Kalau pakai kartu, Hanna takut tidak bisa menggunakannya..." Sahut Hanna terlampau jujur.
"Aku tak membawa uang cash sama sekali..." Sembari melebarkan dompetnya yang hanya dipenuhi kartu kredit tanpa batas.
"Kamu tidak pernah pakai kartu kredit seperti ini?"
Hanna menggeleng lemah, membuat David menghela nafas dalam.
"Kau bawa uang cash Rick?" Tanya David pada sang asisten yang tengah duduk di sebelah supir.
"Hanya satu juta tuan..."
Membuat David berdecak.
__ADS_1
"Mana cukup kalau cuman segitu Rick, kau ingin melawak denganku..." Cecar David tanpa perduli bahwa dirinyalah yang kini tengah butuh bantuan.
"Kita mampir ke atm terdekat!" Titahnya yang langsung mendapat penolakan dari Hanna.
"Tidak usah mas, itu sudah cukup kok. Hanna minta 100 ribu aja, Maura jajannya ngga banyak-banyak juga kok..."
Membuat David tercengang.
"Kamu 100 ribu dapat apa Hanna? Bisa-bisa hanya dapat bungkusnya saja..."
"Tidak kok mas, biasanya 100 ribu juga bisa buat seminggu lebih..."
Uhukk uhukk...
Membuat sang tuan muda seketika tersedak.
Hanna hanya membisu, bibirnya sedikit mengerucut, lagi-lagi suaminya itu berbicara bahasa asing dengannya, sedang dirinya mana tahu apa itu artinya, membuat David sontak mengusap wajah frustasi.
"Kau bercanda denganku Hanna?"
"Tidak. Untuk apa Hanna bercanda mas..."
Hela nafas panjang terdengar dari nafas berat David, laki-laki itu tak pernah mengira jika dulu Hanna benar-benar kesulitan ekonomi.
"Baiklah, berikan semua uang cash mu padaku Rick, nanti kau cairkan uang 100 juta untuk keperluan istriku"
Titah David, membuat Erick pun mau tak mau memberikan seluruh isi dompetnya pada sang tuan.
__ADS_1
"Kamu pakai uang ini dulu, nanti aku suruh supir mengantarkan sisanya. Dan ini, kau simpan saja jika nanti ada kebutuhan mendesak..." Memenuhi kedua tangan Hanna dengan setumpuk uang pecahan seratus ribuan beserta kartu kredit tanpa batas.
Membuat Hanna tercengang, ini terlalu banyak untuknya.
"I-ini terlalu banyak mas..." Sembari menyodorkan uang-uang itu pada sang suami, berharap agar suaminya itu bersedia mengambil kembali uang bernilai jutaan rupiah itu dari genggamannya.
"Ambillah, ini nafkah dariku untukmu..."
Hanna pun mengangguk kala mengetahui niat baik sang suami, tangannya pun bergerak menyimpan uang-uang itu di dalam tas selempang miliknya.
"Kau tak memakai tas yang ku belikan kemarin?" Sahut David tiba-tiba.
"Emmm... Tidak mas. Hanna takut kalau nanti rusak, kan sayang..." Cicit Hanna tak berani menatap manik mata sang suami yang berkilat rasa kecewa.
"Lalu untuk apa aku membelikannya untukmu jika hanya buat pajangan di rumah..." Sentak nya penuh kecewa, membuat Hanna pun dibuat tak enak hati.
" I-iya mas, nanti... Hanna akan memakainya. Maaf karena Hanna lancang tidak memakai pemberian dari mas..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Akhirnya othor bisa double up setelah sekian lama😭
kok jadi terharu ya🤣
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕