
°°°~Happy Reading~°°°
Gadis kecil itu telah siap dengan penampilan barunya, sebuah gaun berwarna biru muda lengkap dengan ekor yang menjuntai di belakangnya, membuat gadis kecil itu tak ubahnya seperti seorang putri dari negri dongeng.
Maura, gadis kecil itu tak henti berdecak kagum dengan kostum baru pemberian dari sang daddy tercinta, sebuah gaun princess milik putri Anna dari kerajaan Arendelle menjadi pilihannya untuk menghadiri acara ulang tahun sahabat sejatinya.
"Mommy, mommy ayo teupat-teupat... Mommy dalli tadi beudak-beudak mulullu, nanti bullu sheleshai potong talt na..." Gadis kecil itu tak henti menggerutu saat dirasa sang mommy begitu lama memoleskan ,make up di wajah cantiknya.
"Sebentar ya sayang... Ini tinggal sedikit kok..."
Hanna mempercepat pergerakan tangannya memoleskan blush on di kedua pipinya bergantian, perempuan itu benar-benar totalitas, ini adalah kali pertama ia menghadiri acara pesta bersama suaminya, setidaknya ia tak ingin membuat malu suaminya itu di hadapan publik, membuatnya mau tak mau mulai mempelajari make up dan segala hal tentang fashion dari handphone canggih nya.
Lalu dari mana alat-alat make up itu ia dapatkan? Tentu saja suaminya itu sudah menyediakan nya sejak awal ia dipersunting, hanya saja Hanna tak pernah memanfaatkan alat-alat itu dengan dalih tak pandai bersolek diri.
"Wow... Pipi na mommy jadi mellah-mellah shepeulti tobelli, badush, Molla mau shini duga bolleh..." Gadis kecil itu tampak terpanah dengan penampilan sang mommy yang kini terlihat tampil beda.
"Maura tidak boleh memakai ini, putri mommy harus menunggu besar dulu, baru boleh memakainya sayang..." Tutur Hanna begitu ia menyelesaikan riasannya.
"Molla hallush tunggu beushall sheukalli shepeulti mommy..."
"Iya sayang..."
Membuat gadis kecil itu sontak menghela nafas kasar.
Fiuhhh...
__ADS_1
"Tullush Molla beushall na kapan, dalli mallin-mallin Molla ketill mulullu, eundak beushall-beushall shepeulti mommy..."
Membuat Hanna sontak saja tergelak, ada-ada aja celotehan putri kecilnya itu yang selalu menciptakan gelak tawa.
Hingga pintu kamar kini berangsur terbuka, menampil sosok laki-laki berparas rupawan dengan iPad ditangannya.
"Oke, princess-princess daddy sudah siap bel..."
Belum juga David menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba tangannya terasa mati rasa.
Prang...
Hingga iPad yang berada di genggamannya kini sontak terjatuh saat pandangannya jatuh pada sang istri yang terlihat begitu cantik dengan penampilannya. Sebuah gamis merk ternama lengkap dengan kerudung syar'i nya, dan jangan lupakan make natural yang kini melekat di wajah cantik istrinya, sukses membuat David terpanah akan penampilan baru istrinya
"Sayang..."
"Mas kenapa?" Perempuan itu mengguncang bahu suaminya, berusaha menyadarkan suaminya dari hanyut lamun yang tak terhentikan.
"Sayang..." Ucap laki-laki itu terbata.
"Iya mas, mas kenapa?" Gugup Hanna.
"Sayang..."
"Iya mas..."
__ADS_1
"Sayang, ini beneran kamu kan..." Sahut David tak lagi dapat menahan setiap hal yang baru ia baikan.
Membuat Hanna sontak mengerutkan dahi, bingung apa maksud dari suaminya sebenarnya.
"Iya, ini Hanna. Kalau bukan Hanna lalu siapa lagi mas..." Timpal Hanna setengah menahan kesal.
"Bentar, mas cek dulu..."
Perempuan itu semakin di buat bingung akan ucapan suaminya.
Cup...
Membuat Hanna sontak membelalakkan kedua bola matanya.
"Sama kok..."
Cup...
Lagi, kecupan itu kembali mendarat di bibir piech nya, namun Hanna hanya bisa membeku di tempatnya, perempuan itu tak kuasa menolak sentuhan dari suaminya.
"Manis, rasanya sama seperti biasanya..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy Reading guys
saranghaja