
°°°~Happy Reading~°°°
"Terus yang setiap pagi bilang " Mommyh... Myh... Bocoll bocoll... " Itu apa kalau tidak mengompol, apa rumah daddy yang bocor... " Ejek Arsha mengikuti cara bicara Arshi yang cadel nya kebangetan.
"Mommyh... hwaaa, Asha beulldosa myh... Asha shuka bocoll-bocoll lahashia na Ashi..." Teriak Arshi menggelegar, air matanya sudah mengalir deras, mau memprotes pun tak bisa, karena kenyataannya memang benar adanya.
" Ohh... Tidak sayang... jangan menangis di hari ulang tahun mu. Maura hanya bercanda tadi... " Timpal Hanna merasa bersalah atas tingkah jahil sang putri.
" Iya Ashi... Molla tadi tuma beulcanda aja kok... Molla eundak kado Ashi pempesh, Molla kado Ashi ishtana pincess Elsha, badus sheukalli ishtana na... "
Seketika air mata gadis cengeng itupun mendadak surut tak berbekas.
" Shius Molla? Sruk... "
" Shius kok Ashi... "
" Yeay... Ashik ashik ashik... Ashi mau ishtana incesh... Ashi mau buka ishtana insesh na sheukallang aja ya myh... " Arshi menyaut tangan Anelis, gadis kecil itu begitu tak sabar ingin melihat bagaimana isi kado dari sahabatnya itu.
" Kalian di sini? " Belum juga melangkah, pergerakan Arshi tertahan oleh suara berat sang daddy yang kini tengah berjalan ke arahnya di temani rekan bisnisnya yang tak lain adalah David.
" Daddy... "
" Daddy... "
Serentak kedua bocah kecil itu berlarian ke arah daddy nya masing-masing, Arshi ke pelukan Marvell dan Maura ke pelukan David.
__ADS_1
Sedang Arsha, bocah laki-laki itu memilih tetap diam di tempat, laki-laki itu memang tidak suka bertindak heboh apalagi bertindak gegabah seperti kedua gadis rempong itu.
"Apa tuan David suamimu Hanna... " Anelis menatap tak percaya jika sahabat putrinya itu merengkuh rekan bisnis suaminya. Sebelumnya, Anelis pernah bertemu dengan David di perusahaan Marvell saat mengirimkan makan siang untuk suaminya.
Hanna mengangguk mengiyakan dengan gesturnya yang malu-malu.
Mereka pun berbincang sejenak, saling melemparkan canda di antara riuh pesta yang masih berlangsung meriah.
"Mommyh, kata na mau buka kado dalli Molla... Ashi udah boshan, dalli tadi daddy shuppik-shuppik mulullu eundak beullhenti-beulhenti. MEMBOSHANKAN..." Protes Arshi.
"Baiklah, kalian pergilah..." Timpal Marvell mengiyakan, mengerti jika putri kecilnya itu sudah bosan dengan pembicaraan mereka.
"Ashik ashik ashik, ayo Molla kita buka kado na, pashti badus sheukalli llumah inces na..."
"Daddy... Molla duga mau main shama Ashi, boleh?" Ijin Maura.
"Berikan pada temanmu girl..." Titah David selanjutnya.
Maura tetap diam di tempat, gadis kecil itu tampak bingung bagaimana caranya memberikan hadiah itu kepada Arsha, si anak dingin yang suka membuatnya salah tingkah.
"Come on girl..." Interupsi David sekali lagi.
Dengan langkah ragu, Maura maju mendekati keberadaan Arsha, gadis kecil itupun menyodorkan paper bag di tangannya.
"Ini untuk Asha..." Cicit nya tak berani menatap pada wajah Arsha yang selalu berwajah dingin tanpa seuntai senyum yang menyungging di bibirnya.
__ADS_1
"Kamu tidak kasih rumah princess juga kan..."
Membuat Maura sontak mendongakkan wajahnya.
"Eundak kok. Memang Asha shuka pinsess duga? Molla di llumah ada pincess Ana shatu, Asha mau? Eundak papa kok kalau buat Asha..." Sahut Maura polos, membuat Arsha sontak menepuk jidat.
"Are you crazy?" Sentak Arsha tak percaya akan jawaban polos dari gadis pemalu itu, membuat Marvell sontak memekik.
"Boy..." Peringat Marvell.
"Just kidding dad..." Sahut Arsha acuh.
"Ck... Bocah ingusan ini benar-benar menjengkelkan. Aku tidak akan rela jika putriku benar-benar menikah dengan bocah seperti itu..." Geram David dalam hati.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Sebelumnya author mau mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Rada telat ya, tapi ngga papalah, dari pada tidak sama sekali kan😂
Shi tomel Ashi shama shi gemoyi Molla duga eundak mau tinggal-tinggal, Ashi shama Molla duga mau shuppik-shuppik aidzin fhaidin duga, lahill bathin ya thingu-thingu shemua...
dangan mallah-mallah shama othol sholehah kalau otholl na shuka illang-illang ya, hehehe
__ADS_1
Happy lliding
Shalanghada💕💕💕