Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Bisakah Kita Bicara Sebentar Tuan?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Tak terasa tiga hari telah berlalu, tiga hari itu pula Hanna terpaksa mendiami kamar pribadi David bersama dengan sang putri.


Lalu bagaimana dengan David?


Entahlah, laki-laki itu seolah lenyap di telan bumi, tak pernah muncul di hadapan Hanna sekalipun hanya sekedar mengucap rindu untuk sang buah hati. Membuat Maura terkadang rewel, merengek mencari sosok sang daddy yang tiga hari ini tak pernah bisa di temui.


" Mommy... Keunnapa daddy eundak pullang-pullang, Molla kangen daddy, Molla mau daddy sheukallang... " Rengek Maura sembari merengkuh erat sang mommy. Jarum infus itu tak lagi menancap di punggung tangannya, gadis kecil itu perlahan mulai sembuh dari rasa sakitnya, hanya perlu mengonsumsi obat-obatan yang sudah di resepkan dokter untuk 5 hari ke depan.


" Daddy harus bekerja sayang, buat beli mamam Maura. Maura sabar ya sayang... tunggu daddy pulang, nanti Maura bisa bertemu daddy lagi... "


Tangan itu tak henti membelai surai rambut sang putri, tatapannya lembut menyiratkan kerinduan yang terperangkap di dalam hati. Entah sampai kapan ia bisa leluasa menatap wajah sang buah hati, Hanna tak ingin menyesal, perempuan itu akan menghabiskan waktu bersama sang putri seharian ini, menciptakan kenangan indah yang akan terpatri di dalam hati.


" Huhhhh... Daddy keulja na lamma, Molla eundak shuka... Daddy llumah aja, eundak bolleh keulja-keulja ladi... " Rengek Maura, membuat Hanna hanya bisa mengembangkan senyum nanar nya.


" Ehmmm... Putri mommy tidak sabaran sekali... " Hanna menjembel pipi chubby itu sedikit keras, membuat sang empu sontak mengaduh kesakitan.


" Euhmmm... Tatit mommyh... Mommy eundak bolleh tubit-tubit pipi na Molla ladi!!! Nanti pipi na Molla bisha mulludak, duallll... "

__ADS_1


Hanna mengembangkan senyum indahnya, betapa bahagia hatinya saat melihat wajah ceria sang putri tercinta, tak ada lagi tangis yang tercipta, tak ada lagi beban derita, yang tersisa kini hanya kenangan manis yang akan di lalui nya bersama dengan... Sang daddy tercinta.


" Maura sayang sama daddy? " Tanya Hanna tiba-tiba, raut wajahnya berubah sendu, kesedihan itu kembali membelenggu hatinya yang rapuh, bagaimanapun, ia harus tetap terlihat tegar meski hatinya tengah porak poranda sekalipun.


" Huum... Shayang sheukalli, shayang banak-banak... Molla eundak mahu pishah-pishah shama daddy ladi... "


" Maura gadis yang baik, jadi... Maura harus menurut apa yang di katakan daddy, tidak boleh membantah daddy, Maura harus jadi anak yang baik buat daddy, hmmm... "


" Huum... Molla baik-baik, eundak nakal-nakal ladi, Molla eundak mau tatit-tatit ladi, tullush buat mommy shudih, Molla shayang mommy banak-banak shama daddy... " Gadis kecil mengeratkan rengkuhannya, seolah mengerti apa yang telah mommy nya rencanakan, rencana yang telah disiapkan jauh-jauh hari hanya untuk meninggalkan dirinya.


Cup...


Satu kecupan kini mendarat di kening Maura, sejenak, Hanna memejamkan matanya, berusaha meresapi setiap kasih sayang yang telah ia torehkan untuk gadis kecilnya.


Tidurlah bayi kecil mommy, tidurlah dan mimpi indah sampai kamu melupakan bagaimana pahit hidup yang sudah kita jalani selama ini. Mommy sayang Maura, Maura harus ingat itu. Jangan kamu membenci mommy karena mommy pernah meninggalkan kamu sayang... Mommy sayang Maura...


🍁🍁🍁


Hanna beranjak dari ranjangnya setelah di rasa sang putri telah nyenyak dalam tidur siang nya, di kecupnya kening itu lamat-lamat, ada rasa rindu yang kini mulai tercipta meski perpisahan itu belum juga terlaksana.

__ADS_1


Hanna memutuskan untuk keluar dari kamar itu sejenak. Namun, baru saja pintu itu terbuka, terlihat sosok David kini tengah mematung di depan pintu kamar itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Tuan... "


" Apa tuan ingin melihat Maura? Dia baru saja tertidur... "


" Tidak... Lain kali saja... " Timpal David dengan raut wajah yang begitu dingin tak tersentuh, laki-laki itu memilih membalik tubuhnya hendak kembali ke ruang kerjanya.


" Bisakah kita bicara sebentar tuan? Ada yang harus saya bicarakan dengan anda... " Sahut Hanna, membuat langkah David seketika itu terhenti, laki-laki terdiam sejenak.


" Hmmm... Ikut dengan ku... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Mommy Hanna mau ngomong apa ya kira-kira


Kok jadi dugun-dugun sih

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2