
°°°~Happy Reading ~°°°
Mendengar kelahiran anak sang rekan bisnis, keluarga Marvell pun langsung menyambangi rumah sakit untuk memberikan selamat juga kado terindah untuk sang calon besan incaran.
Kedua gadis kecil yang sudah beberapa hari tak dapat berjumpa itupun saling merengkuh, menyalurkan rasa rindu yang terpendam dalam.
"Molla... Sheullamat ya, dedek bayi oek-oek na shudah mullutush, hihihi..." ucap Arshi memberikan selamat.
"Hihihi, tullima kashih Ashi tantik. Molla sheunang sheukalli, dedek bayi oek-oek na Molla mullutush duga, hihihi..." timpal Maura girang.
"Ashi duga begitu waktu dedek Achell mullutush, lasha na sheunang sheukalli shampe mau pishang, ahahaha... ."
"Iyya, tapi dedek bayi oek-oek na Molla molloll tullush Ashi, Molla eundak bisha ajak main keudall-keudall deh jadi na..." keluh gadis kecil yang baru berpredikat menjadi kakak perempuan itu.
"Kallau mashih keucil emang shuka molloll Molla. Kata glanny, waktu dalam pullut mommy kan dedek bayi oek-oek na shuka main shepak bola, jadi dedek bayi oek-oek na tapek. Tellush jadi magell-magell deh waktu udah mullutush..." papar Arshi dengan segala imajinasinya.
*Magell : mager/males gerak.
"Ouhhh, begitu ya Ashi. Molla kok eundak tau, hihihi... ."
"Tullush nama dedek bayi oek-oek na shapa Molla?"
"Dedek Lushin, hihihi... Badus kan?"
"Hihihi, iya. Badush badush. Nanti kita main keudall-keudall shama dedek Lushin shama dedek Achell duga ya, hihihi... ."
Di sisi lain, kedua calon besan itu terlihat saling merengkuh. Marvell pun memberikan ucapan selamat pada sang calon besan incaran yang kini memiliki anggota keluarga baru.
"Selamat tuan David," ucap Marvell menepuk punggung lelaki itu.
"Thank you, tuan Marvell."
"Ku dengar, anda hanya memakai kimono mandi saat membawa istri anda ke rumah sakit, anda berhasil menjadi tranding topik di seluruh rumah sakit," kekeh Marvell menertawakan kebodohan sang rekan bisnis.
__ADS_1
Seketika itu David tergelak akan kebodohannya, " Ahahaha, ya... ya... Waktu itu aku baru saja selesai berenang bersama putriku, lalu tiba-tiba istriku mengeluh sakit dan berkata jika sudah waktunya melahirkan. Aku menjadi gugup dan-- ya... begitulah. Aku melupakan segalanya, termasuk rasa maluku."
"Ya, kau benar sekali tuan David. Waktu kelahiran putra bungsuku, waktu itu aku juga seperti orang bod*h. Bahkan aku hanya memakai celana boxer saat datang ke rumah sakit bersama istriku. Ahahaha, aku jadi ingin tertawa waktu mengingat kejadian itu." timpal Marvell mengenang masa lalu.
"Ahahaha, sepertinya kita tidak jauh berbeda, tuan Marvell."
"Ya begitulah. Calon besan memang harus kompak kan?"
Membuat senyum David seketika luntur.
"Sepertinya anda harus menyerah tuan Marvell. Putriku terlalu berharga untuk ku lepaskan begitu saja."
"Maka berikan saja putrimu padaku tuan David. Akan aku jadikan dia menantu kesayangan ku kelak."
"Ouh, tolong hentikan percakapan ini tuan Marvell. Anda tak ingin melihat jagoan ku? Dia sangat luar biasa." timpal David berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Jika laki-laki itu tetap bersikukuh ingin menjodohkan anak-anak mereka, bisa terancam nyama putri kesayangannya.
"Oh wait. Aku ada hadiah, sebentar."
Marvell pun memerintahkan bawahannya untuk mengambilkan hadiah miliknya yang tertinggal di mobil.
"Are you kidding tuan Marvell?" tanya David menatap bingung pada sekardus mie instan di tangannya.
"No, i'm serious. it's a gift for you, tuan David."
"Apa isinya benar-benar mie instan?" tanya David seolah tak percaya. Apa rekan bisnisnya itu benar-benar memberikannya sekotak mie instan?
"Yes, of course. Di dalamnya ada 40 bungkus." tutur Marvell memberitahu.
"Tak diragukan lagi. Anda bahkan tau berapa jumlah mie instan?"
"Yeah, aku sangat menghafalnya. Waktu istriku melahirkan, aku juga mendapatkan kado yang sama seperti itu. Dan itu sangat membantu, tuan David." Smirk Marvell.
"Apa karena istri anda tidak bisa lagi memasak? Jadi anda memakan mie-mie ini?"
__ADS_1
Membuat kedua perempuan itu sontak tergelak. David benar-benar terlihat polos dalam hal ini.
"Oh God. Anda polos sekali tuan David." bahkan Marvell pun ikut tergelak akan kepolosan David kala itu.
"Kamu jangan gitu dong mas. Kan kasihan tuan David." gelak Hanna yang di balas Hanna dengan kekehan kecil. Perempuan itu tahu benar apa maksud Marvell sebenarnya.
"Oh please. Aku seperti orang bodoh di sini."
"Oke oke. Karena anda akan menjadi besanku nanti, akan ku beri tahu."
Marvell langsung membisikkan sesuatu di telinga David. Bisik-bisik mendengung kecil. David mendengarkan dengan seksama, hingga tiba-tiba bola matanya membeliak seketika.
"What!!! Seriously?" sentaknya tak percaya.
"I'm so serious."
David yang dilanda panik pun sontak berhambur ke pada sang istri yang kini terkekeh di atas ranjangnya.
"Sayang, apa mas tidak bisa menyentuhmu selama 40 hari ke depan, heummm... ."
"Ngga, siapa bilang. Ini mas masih bisa sentuh Hanna kok..." gelak Hanna menertawakan kebingungan sang suami.
"Please jangan bercanda Sayang. Ini bukan waktunya bercanda."
"Kalau iya bagaimana?"
"****..."
Dan umpatan David itu sontak memancing tawa Marvell yang sebelumnya mendapatkan perlakuan yang sama.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy reading semua
Saranghaja 💕💕💕