Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Dipangkuan Mas?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Sosok perempuan cantik itu kembali menjadi pusat perhatian saat langkah kakinya mulai mengayun menyusuri lobi perusahaan.


Bisik-bisik pun tak lagi dapat dihindarkan, rumor yang menyebar sejak kemarin kini semakin berkembang tak terkendali tanpa adanya konfirmasi dari sang tuan David yang kini memilih bungkam seribu bahasa.


Tak tahu alasan apa yang membuat laki-laki posesif itu tak ingin mempublikasikan bahwa perempuan berhijab itu adalah istri sah nya, entah apa rencana laki-laki itu sebenarnya.


"Assalamualaikum mas..."


David sontak mendongakkan kepalanya menatap ke arah pintu ruang kerjanya, seketika senyum lebar menyungging di bibirnya, laki-laki itu bahkan tak segan bangkit dari duduknya hanya untuk menyambut sang istri yang kini benar-benar menepati janjinya.


"Wa'alaikumsalam sayang..."


Laki-laki itu bergerak cepat meraih tubuh ramping sang istri, merengkuhnya posesif, laki-laki itu bahkan tak segan melabuhkan ciuman mesranya di bibir piech Hanna yang sayang untuk dilewatkan.


Namun sayang seribu sayang, laki-laki itu lupa jika pintu ruangan masih terbuka lebar, membuat adegan dewasa itu terekam jelas di mata kedua sekretaris yang kini berdiri terpaku menyaksikan sikap mesranya.


"Mas..." Segera Hanna mendorong dada bidang itu untuk menjauhkan sang suami dari wajahnya yang selalu menjadi korban kecupan.


David menyengir, sadar akan kemarahan sang istri atas tingkah gilanya di pagi hari, "Mas terlalu senang karena kamu benar-benar kesini sayang..."


Hanna hanya bisa menghela nafas dalam, suaminya itu memang suka kelewatan, tak pernah melihat sekitar jika ingin mencumb* dirinya.


David tak sedikitpun perduli akan keterkejutan yang kini kedua sekretarisnya rasakan, laki-laki itu segera menuntun sang istri untuk masuk ke dalam ruangannya, tak lupa ia pun menutup rapat pintu ruangannya, bisa semakin ngamuk istrinya jika ia mengumbar aksi mes*mnya di depan umum seperti tadi.


"Kita mau kemana mas?" Hanna di buat bertanya-tanya saat suaminya itu menuntunnya melewati bangku sofa. Hingga akhirnya mereka sampai di kursi kerja David, laki-laki itu duduk dengan santainya. Sedang Hanna, perempuan itu hanya berdiri mematung menyaksikan sang suami yang tengah duduk cantik.

__ADS_1


Apa suaminya itu akan tega membuatnya berdiri sepanjang hari?


"Apa yang kamu lakukan sayang, duduklah..." Tutur David, membuat Hanna semakin bingung saja.


"Duduk dimana mas?" Menatap bingung pada kursi kerja David yang sudah di duduki sang suami.


Puk puk... .


Laki-laki itu menepuk pahanya, "sini..."


Hanna membelalakkan bola matanya, pikiran buruk mulai menghampiri pikiran perempuan berhijab itu.


"Duduk situ?" Tunjuk Hanna pada paha suaminya.


Angguk David.


Angguk David sekali lagi, " iya sayang..."


Hanna menimbang.


"Hanna duduk di sofa itu saja ya mas..." Pinta Hanna penuh permohonan.


"Nanti kamu disana sendirian sayang..."


"Kan ada mas juga di sini..." Kilah Hanna berusaha mengambil posisi aman.


"Disana terlalu jauh sayang, kalau disini kan enak..."

__ADS_1


What!!! Enak? Jangan-jangan...


Membuat Hanna semakin gugup saja, pikiran-pikiran kotor kini semakin menjadi memenuhi isi kepalanya.


"Hanna disana saja ya mas..." Rupanya perempuan itu tak patah arang, bisa gawat kalau ia benar-benar memenuhi keinginan suaminya.


"Sayang..." Kalimat bernada ancaman itu mengakhiri perdebatan, percuma juga berdebat dengan laki-laki macam suaminya, laki-laki pemaksa dan otoriter namun sayang untuk dilewatkan.


Membuat Hanna terpaksa duduk di pangkuan sang suami dengan tak berdaya.


"Terus mas kerjanya nanti gimana kalau sambil mangku Hanna gini?" Cemas Hanna sembari meletakkan kedua tangannya di dada bidang suaminya, rupanya perempuan itu tengah membuat benteng pertahanan agar tidak terjadi adegan yang tidak-tidak.


Laki-laki itu memajukan kursinya, membuat Hanna hampir terhuyung dan sontak melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Mas..." Pekik Hanna.


"Makannya kamu pegangan mas dong sayang biar ngga jatuh..." Kekeh David, modusnya rupanya berhasil juga.


"Ini udah..." Hanna semakin merona, apalagi dengan jarak yang sedekat ini, membuat jantungnya semakin berdebar tak karuan. Membuat David tersenyum puas. Tidak sia-sia ia merengek meminta istrinya itu menemaninya disini.


**🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕**

__ADS_1


__ADS_2