
°°°~Happy Reading~°°°
"Sayang..." .
"Sayang, are you oke? Wake up please..." Sudah tak bisa di jabarkan lagi bagaimana paniknya David saat mengetahui istrinya tiba-tiba saja tak sadarkan diri, berkali-kali laki-laki itu berusaha membangunkan istrinya, namun Hanna seolah enggan untuk membuka mata.
"Sebaiknya anda bawa istri anda ke kamar tuan David, saya akan menghubungi dokter kepercayaan saya untuk memeriksa istri anda..." Saran Marvell yang kini jauh lebih waras.
David hanya bisa mengangguk setuju, melihat istrinya yang tak sadarkan diri, membuat otaknya tiba-tiba buntu, laki-laki itu tak mampu berpikir jernih, kekhawatiran itu benar-benar melumpuhkan otaknya yang tak mau di ajak kompromi.
Tanpa pikir panjang, laki-laki itupun mengangkat tubuh lemah Hanna dalam gendongannya, membawanya melangkah meninggalkan tempat pesta yang kini sedikit gaduh karena kekacauan itu.
"Dav, apa yang terjadi? Hanna kenapa?" Sahut mama Agatha tak kalah terkejut akan pingsannya sang menantu.
"David juga tidak tahu mam..."
Laki-laki itu melanjutkan langkahnya meninggalkan area pesta, melangkah lebar menuju salah satu penthouse miliknya yang terletak di lantai tertinggi gedung pencakar langit itu.
David merebahkan tubuh sang istri di atas kasur empuk itu, di ruangan mewah itu, sudah hadir dokter kepercayaan Marvell yang langsung datang begitu mendapatkan panggilan dari sang CEO De Enzo Corp.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istriku..." Cecar David tak sabar saat dokter perempuan itu baru saja selesai memeriksa keadaan istrinya.
"Anda tidak perlu khawatir tuan..."
"Tidak perlu khawatir katamu?!" Sengak David memotong kalimat dokter Cindy begitu saja.
"Bagaimana bisa aku tidak khawatir sedang istriku saja sedang tidak sadarkan diri, dan kau masih bilang tidak perlu khawatir? Apa kau buta, hah..." Sergah David tak mampu lagi membendung amarahnya.
Dokter Cindy menarik nafas dalam-dalam, rupanya laki-laki itu tak jauh berbeda dengan atasannya. Terlalu bucin membuat mereka bodoh di waktu yang tidak tepat.
"Maksud saya, anda tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi nona Hanna baik-baik saja tuan, nona Hanna hanya kelelahan, hanya perlu untuk bed rest beberapa hari kedepan agar tidak sampai membahayakan janin yang dikandungnya..."
"A-apa... Maksudmu dengan kata janin? I-istriku... Apa dia..." Sahutnya terbata, laki-laki itu bahkan tak mampu menyelesaikan kalimat terakhirnya, ia mendadak gagu tak mampu mengucap kata.
"Iya tuan, saat ini istri anda tengah mengandung..."
"Kau... Apa kau serius? Kau tidak membohongiku kan..." Laki-laki itu masih saja tak percaya, kabar bahagia itu bagaikan mimpi di siang bolong. Apa istrinya itu benar-benar hamil anaknya? mengandung buat cintanya?
"Iya tuan, istri anda tengah mengandung. Namun untuk lebih jelasnya, anda bisa memeriksakannya di rumah sakit setelah keadaan nona Hanna jauh lebih baik..."
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, laki-laki itu sontak mendekat pada sang istri yang masih terbujur lemah di atas ranjang.
Dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata, laki-laki itu mencium kening sang istri dalam-dalam, meresapi setiap rasa bahagia yang kini membuncah dalam dada.
"Terimakasih sayang... Terimakasih karena kamu sudah bersedia mengandung buah hati kita, terimakasih..."
Laki-laki itu kembali melabuhkan ciumannya di kening sang istri tercinta, hingga akhirnya manik matanya beralih menatap pada perut Hanna yang terbungkus selimut tebal, tangannya mengulur mengusap perut sang istri yang kini bersemayam calon buah hatinya.
"Baik-baik disana kesayangan daddy, jangan nakal dan jangan membuat mommy kesakitan, hmmm..." Lirihnya dengan perasaan yang tak lagi bisa dijabarkan, haru bercampur bahagia, laki-laki itupun mencium perut Hanna dimana calon anaknya bersemayam disana.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Kabar bahagia, Molla mau puna dedek bayi oek-oek😂
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1