
°°°~Happy Reading~°°°
" Hiks... Daddy dangan mallah... Molla anak baik, eundak nakall-nakall... " Rintih gadis mungil itu dengan kedua tangan saling merengkuh erat boneka kesayangannya, tak dapat di jabarkan lagi bagaimana perasaannya saat itu, takut, sedih, kecewa, semua lebur menjadi satu. Gadis kecil itu benar-benar terguncang dengan sikap sang daddy yang tiba-tiba memarahinya tanpa sebab yang pasti.
" Girl... Daddy tidak marah, daddy mengira tadi ada paman jahat. Are you oke, hmmm... " Di raihnya tubuh sang putri ke dalam rengkuhannya. Rasa sesal itu seketika mendera saat disadarinya sang putri kini terlihat begitu ketakutan akibat bentakannya.
" Oh... My baby... Calm down please... Daddy tidak marah denganmu girl, daddy sayang Maura, lalu bagaimana daddy bisa marah dengan putri cantik daddy ini, hmmm... " Sahut David berusaha menenangkan sang putri yang terlihat masih sesenggukan.
Wajah sembab itupun mulai mendongak, menatap lekat-lekat wajah sang daddy yang juga tengah menatap ke arahnya.
" Daddy eundak mallah shama Molla? "
" Of course, untuk apa daddy marah pada princess secantik kamu, hmmm... " David menghamburkan satu kecupan di wajah sang putri, membuat si kecil Maura sontak menyunggingkan senyum lega, di rengkuhnya sang daddy itu erat-erat.
" Molla shayang daddy... "
David menyunggingkan senyum tipisnya.
" Daddy juga sayang Maura... "
" Daddy keunnapa lamma peulgi na, Molla eundak shuka daddy peulgi lamma-lamma... " Rengek Maura dalam rengkuhan sang daddy.
__ADS_1
" Maura kangen sama daddy? "
Gadis kecil itupun mengangguk.
" Huum... Kangen sheukalli, kangen beullat, Molla mau ketemu daddy tapi eundak bisha, Molla jadi sheuball... " Cebik Maura tak suka, membuat David sontak tergelak, tingkah putri kecilnya itu benar-benar menggemaskan.
" Daddy kan sudah di sini sama Maura, kenapa putri daddy ini masih cemberut, hmmm... " Goda David.
" Molla eundak mau daddy peulgi-peulgi lagi, Molla eundak shuka, Molla mau daddy shini aja shama Molla shama mommy... " Tiba-tiba gadis kecil itu teringat akan sang mommy yang sedari pagi tak di temuinya, kepalanya sontak menoleh kesana-kemari mencari keberadaan sang mommy yang entah ada dimana.
" Daddy... Mommy mana? Mommy kok eundak ada? Biasha na mommy beuldoa shitu... " Tunjuk Maura ke sisi kanan ranjang dekat jendela.
David termangu, inilah kekhawatiran terbesarnya, bagaimana jika gadis kecil itu mencari keberadaan sang mommy, jawaban apa yang harus ia berikan pada gadis kecil itu saat ini?
" Keunnapa mommy eundak ajak Molla daddy? waktu llumah dullu, Molla shuka ikut-ikut mommy keulja, eundak mau tinggal-tinggal shendilli di llumah. Molla mau nusul mommy aja daddy... " Sahut Maura penuh kecewa, mengapa mommy nya itu tega tak mengajaknya, malah memilih meninggalkan dirinya sendiri di tempat asing ini.
" Maura baru sembuh, jadi mommy tidak mengajak Maura. Kalau Maura sakit lagi gimana, hmmm... "
Membuat gadis kecil itu sontak menunduk lesu.
" Eundak mahu... Molla eundak mau jadi anak nakall lagi... Molla shayang mommy... "
__ADS_1
" It's oke girl... Kamu anak baik, jadi tidak boleh bersedih lagi. Daddy akan menemanimu hari ini, kita main bersama-sama, setuju? "
" Shama daddy? " Sahut Maura antusias.
" Hmmm... "
" Molla mau main pinses Ana, daddy... "
" Baiklah, apapun untukmu girl... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Banyak yang komen rada bertele" ya...
Hmmm... sebenarnya tidak juga sih
Terasa bertele-tele mungkin karena othor update nya per 600 kata, jadi agak lama, kalau novel othor lain mungkin baru sampai bab 20 an, sedang ini sudah 40 aja, banyak ya, ehehehe
Maklum, othor rada sibuk akhir" ini, dari pada ngga update sama sekali, othor usahain buat update meskipun itu cuma sedikit 🙃
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕