Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Meminta Restu


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Raut bahagia kini begitu terpancar dari wajah Hanna yang telah terpoles make up tipis, senyum tak henti terkembang di bibir piech nya kala mengingat jika hari ini ia akan bertandang ke makam orang tuanya yang sudah lama tak ia ziarahi.


Meski tak mampu lagi bertegur sapa, atau bahkan memeluk erat meluapkan rindu yang membuncah, namun Hanna bersyukur, setidaknya masih ada tempat untuk ia datangi kala rindu mulai menggaung.


"Sudah siap?" Sahut David dengan pakaian jas lengkapnya, tak lupa kacamata hitam kini juga tersemat di ujung hidungnya, menambah kesannya yang cool dan misterius.


"Sudah mas..."


"Shiap daddy, Molla udah eundak shaball mau jallah ke makam akik ninik..." Timpal Maura yang telah siap dengan penampilannya, gadis kecil itu tampak semakin menggemaskan dengan gamis lengkap dengan kerudungnya, pipinya yang chubby membuat wajah itu semakin bulat dengan kerudung yang kini ia kenakan.


"Baiklah, kita berangkat sekarang girl..."


Satu jam perjalanan, akhirnya mobil mewah itu mulai menepi di sebuah pemakaman umum.


Hanna mulai menapakkan kakinya di tanah pemakaman yang telah lama tak pernah ia singgahi, melangkahkan kakinya lebih dalam, di buntuti sang suami yang kini setia menggendong sang putri.


Hingga sampailah mereka di sebuah makam bernisan kayu, Hanna menghentikan langkahnya, bola matanya mulai berair kala menatap nisan kayu yang mulai lapuk itu.


"Ini makam ibu Hanna mas..." Hanna berkata sembari mengembangkan senyum simpulnya, padahal bola matanya kini sudah berkaca-kaca, jelas sekali jika perempuan itu tengah mati-matian berusaha menahan isak tangisnya.


Hanna menurunkan tubuhnya, diikuti oleh David yang memilih tak banyak bicara.


Keduanya mulai merapalkan doa, segala harapan terbaik untuk sang ibu, Hanna panjatkan dalam untaian doa.


"Bu, Hanna kesini membawa mas David meminta restu ibu. Maafkan Hanna karena Hanna terlambat membawa mas David kesini, Hanna sudah bahagia bu, jadi ibu tidak perlu khawatir lagi dengan Hanna, mas David orang baik bu..."

__ADS_1


Batin Hanna tak mampu lagi menahan tangisnya, hingga setetes air mata itu jatuh membasahi wajah cantiknya, cepat-cepat perempuan itu mengenyahkannya, tak mau jika suami atau bahkan sang putri melihat ia dari sisi rapuhnya.


Selesai melantunkan doa untuk sang ibu, keduanya pun pindah ke makam dimana ayah Hanna disemayamkan.


Tak banyak perbedaan, mereka sama-sama melantunkan doa seperti yang dilakukan di makam ibu tadi.


"Saya datang kesini untuk meminta restu karena telah menikahi putri anda. Maaf karena kelakuan bej*t saya dulu, membuat putri anda sampai menderita. Tapi untuk selanjutnya, saya janji, saya akan menjaganya..." Batin David.


Merekapun bangkit meninggalkan tempat pemakaman itu, kembali melajukan diri membelah keramaian jalanan, tak ada percakapan yang tercipta, Hanna tampak membisu sembari membuang muka menatap jajaran gedung yang tertinggal di belakang.


Sedang si kecil Maura tampak asik-asik saja dengan mainan berbie di pangkuannya, membuat David tak tahan dengan situasi hening yang dulu begitu digila-gilainya itu.


"Bagaimana kalau kita ke restoran dulu, sekalian makan siang..."


"Hmmm, Molla shutuju daddy. Molla udah lapall sheukalli dalli tadi, mau mamam yang banak-banak, hihihi..."


Hanna hanya membisu, perempuan itu tak sadar jika kini suaminya bahkan meminta pendapatnya.


"Hanna..."


Membuat Hanna seketika menoleh, "ya mas..."


"Kita ke restoran dulu, bagaimana?" Sahut David meminta pendapat.


"Ya, Hanna ikut saja mas..."


Tak lama, mobil pun sampai di sebuah restoran yang terkenal akan ayam goreng kentucky nya, sengaja David memilih yang terdekat karena tak tega pada sang putri yang sudah mengeluh kelaparan.

__ADS_1


David dengan menggendong si kecil Maura mulai melangkahkan kaki memasuki area dalam restoran, namun langkahnya terhenti saat si kecil Maura mulai membuka suara.


"Daddy, keunapa glandpa ada shitu?" Tunjuk Maura ke sebuah logo restoran, membuat David mengernyit.


"Grand pa?" Sembari menoleh menatap ke arah yang di tunjuk sang putri.


"Itu daddy, glanpa tenum-tenum shana..." Semakin histeris menunjuk gambar yang di maksud, dan seketika itu David tergelak saat menyadari apa yang tengah di maksud sang putri.


"Oh astaga, bagaimana mungkin kau menyebut itu grandpa girl, ahaha..."


"Akik itu millip glandpa sheukalli daddy, ada katamata na duga, tapi glandpa eundak puna denggot, nanti Molla kashih lambut palshu na beulbi aja ya daddy, biall glandpa millip banak-banak shama akik itu, hihihi..." Kekeh gadis kecil itu kala membayangkan sang grandpa mengenakan rambut palsu berwarna pink milik berbie nya.


Hanna menatap sepasang ayah anak itu penuh haru, pikirannya kembali melayang pada sang ayah dan ibu yang telah wafat.


"Lihatlah yah, bu... Hanna sudah bahagia, jadi jangan khawatirkan Hanna. Semoga ayah dan ibu tenang di sisi Allah...".


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Balik lagi sama othor


Masih semangat ngga nih puasanya, hehehe


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2