
°°°~Happy Reading~°°°
"Tadi kan saya sudah bilang, kalau tidak mau membeli jangan pegang-pegang. Anda mengerti tidak sih..."
Karyawan itupun berusaha merebut tas yang masih di peluk erat oleh Maura, bahkan tanpa hati, karyawan itu rela menyakiti gadis polos itu, mencengkeram pergelangan tangannya hingga membuat gadis kecil itu tersungkur ke lantai dengan keras.
"Astaghfirullah sayang..." Hanna dengan sigap langsung mengangkat tubuh Maura yang runtuh akibat dorongan keras, menggendong sang putri dengan tangan kirinya, Hanna masih harus berhati-hati dengan lengan kanannya, ia benar-benar takut akan kembali cedera dan akhirnya kembali merepotkan orang-orang disekitarnya.
"Hwa... Tante itu dahat myh, tante dahat ambil-ambil tash na Molla, ayo ambil tash na Molla ladi myh..." Gadis kecil itu terisak dalam rengkuhan sang mommy.
"Tidak apa sayang, putri cantik mommy tidak boleh menangis lagi... Kita cari daddy ya sayang..."
"Eundak mahu, Molla mau tash na Molla myh..." Rengek Maura seakan berat melepaskan tas pilihannya itu.
"Enak aja mau tas ini. Emang kalian mampu bayar tas ini, hah... Kalian tau berapa harga tas ini? 300 juta, kalian ada duit? Bayar makan aja paling ngutang..." Cecar karyawan itu tanpa hati, membuat Hanna benar-benar merasa geram, namun sekuat hati ia berusaha meredam amarah yang terkumpul dalam dada, psikologis sang putri lebih berharga daripada luapan emosinya.
"Meskipun saya bukan orang berada, namun setidaknya saya tau bagaimana cara menghargai orang lain..." Lirih Hanna membalas setiap umpatan karyawan itu.
"Mommyh, mau tash itu, hiks..." Rengek gadis kecil itu lagi.
"Kita cari daddy dulu ya sayang..."
Hanna membalik badan, belum sempat perempuan itu melangkah, suara bariton itu mendengung dari arah kirinya, "Apa yang terjadi?"
__ADS_1
Membuat si kecil Maura sontak beralih menatap ke arah sumber suara.
"Daddy, hiks..."
David mempercepat langkahnya, derai air mata yang mengalir deras dari wajah sang putri, membuat emosinya seketika meluap.
Siapa yang telah dengan berani membuat putri kesayangannya itu sampai menumpahkan tangisnya.
Laki-laki itupun mengambil alih gendongan sang putri, pandangannya sontak beralih menatap pada sang istri yang hanya diam tanpa kata.
"Aku kan sudah peringatkan, jangan gendong Maura dulu, kau tak mau mendengarkanku..."
Hanna tak menjawab, ia sadar ia memang salah, namun ia juga tak akan tahan membiarkan putri kecilnya itu menangis sesenggukan.
"Tanganmu tidak apa-apa kan? Apa sakit? Kita ke rumah sakit lagi?"
"Tidak perlu mas. Hanna tidak apa-apa..."
"Tidak apa-apa bagaimana, kau menggendong Maura Hanna..."
"Mas..." Sergah Hanna, kedua tangannya menangkup di lengan laki-laki itu, membuat David seketika bungkam.
"Hanna tidak apa-apa mas, sungguh..." Senyum tipis mengembang di bibir Hanna, membuat David seketika menghela nafas kasar, kali ini ia mengalah.
__ADS_1
"Daddy, tante itu dahat. Tante dahat ambil-ambil tash na Molla, tellush mallahin mommy, Molla eundak shuka tante dahat, hiks..." Adu Maura tak tahan lagi menahan setiap rasa sakit yang kini ia rasakan.
Membuat David sontak beralih menatap tajam pada seorang karyawan yang tengah berdiri mematung dengan perasaan tak karuan.
"Apa yang kau lakukan pada istri dan Putriku, hah..."
Membuat karyawan itu sontak membelalakkan matanya. Istri? Benarkah perempuan itu istri dari pemilik gedung itu? Tuan David Emmanuel yang terkenal kejam dan tak berperasaan?
"S-saya..." Gugup yang hanya di rasa, membuka mulut saja rasanya lebih menegangkan di banding berdiri di atas jurang.
"Berani-beraninya kau mengusik keluargaku, hah..."
Membuat karyawan itu sontak menjatuhkan tubuhnya, meringkuk di atas lantai yang dingin akan aura kekejaman.
"Mohon ampun tuan... S-saya, saya tidak tahu jika nona ini adalah istri anda, saya..."
"Jadi kau akan menunggu seseorang menjadi istriku hanya untuk menghormatinya? Dan jika tidak kau akan memakinya habis-habisan, hah..." Raung David tak terima, setelah tadi sang bodyguard melapor padanya, emosinya seketika tersulut, jiwa amarah dalam dadanya seketika bergejolak hebat.
"Ampuni saya tuan..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy Reading kalian
Saranghaja 💕💕💕