
°°°~Happy Reading~°°°
Baru saja mobil tuan Sebastian meninggalkan kediaman sang putra, kini sebuah mobil mewah kembali mendarat di pelataran mansion mewah itu.
Pintu mobil pun terbuka, menampilkan sosok gadis kecil dengan seragam sekolahnya yang tampak acak-acakan. Ujung kemeja itu bahkan telah meloloskan diri dari rok kotak-kotak yang melingkar cantik di pinggangnya. Menandakan jika gadis kecil itu terlalu sembrono, tanpa perduli akan penampilannya.
"Asha, cummon... Teupat-teupat..." instruksi gadis kecil itu pada sang kembaran.
Arsha menghela nafas jengah. Arshi benar-benar gadis keras kepala.
Meski berkali-kali dirinya meminta kembali ke kediaman lebih dulu sekedar berganti pakaian dan meminta izin pada sang mommy yang mungkin akan khawatir akan keterlambatannya, namun gadis kecil itu tetap bersikukuh.
Dan Arsha semakin tak bisa berkutik saat kembarannya itu kembali melayangkan ancamannya.
"Kalau Asha eundak mau, Ashi dalan kaki aja! Kalau Ashi tatit, nanti Asha mallahin daddy! Huhh... ."
Membuat Arsha hanya bisa menghela nafas dalam, tak ada yang bisa ia lakukan selain menuruti saja kemauan sang kembaran yang tidak bisa di ganggu gugat.
"Asshammikum aunty Hanna..." Sapa Arshi dengan senyum sumringahnya.
Hanna yang sebelumnya tak mengetahui perihal kedatangan sepasang kembaran itu sontak tertegun.
__ADS_1
"Oh... Wa'alaikumsalam sayang... Kalian disini? Kalian bersama siapa?" Menatap ke sekeliling, berharap akan ada Anelis disana.
"Sama om butak aunty. Tadi om butak na Ashi paksha-paksha antell Ashi shini, mau denguk Molla. Kata mish Andilla Molla tatit ya aunty?"
"Iya sayang. Maura nya lagi sakit, jadi tidak bisa berangkat sekolah dulu. Maura ada di ruang TV, Arshi sama Arsha mau lihat Maura?" tawar Hanna, siapa tau dengan kedatangan gadis kecil itu, membuat Maura yang kini tampak sedikit murung menjadi lebih ceria seperti biasanya.
"Mau... mau aunty... ."
Ketiganya pun kini melenggang memasuki ruang TV. Tampak disana si kecil Maura tengah di pangku sang daddy sembari menonton serial televisi.
Maura tampak murung, meski kartun-kartun di depannya tak henti mengeluarkan canda tawanya, namun hatinya seolah tak tergugah hanya untuk mengembangkan senyum.
"Ashi..." mulutnya lirih bergumam. Senyum lebar seketika tersungging di bibir piece nya, hatinya yang sempat kosong mendadak penuh akan kerinduan pada sang sahabat.
"Sayang, ini ada Arshi sama Arsha mau jenguk Maura loh..." tutur Hanna menginformasi. Dalam hati menggumam, semoga dengan kedatangan Arsha dan Arshi, mampu membuat sang putri kembali ceria.
"Sini sayang, duduk di sampingnya Maura..." Instruksi Hanna menunjuk bangku kosong di sebelah David.
Arshi segera merapat. Sedang Arsha, bocah laki-laki itu tetap di posisinya, menyisakan jarak yang lumayan panjang dengan si kecil Maura.
Tatapannya tak terbaca, seperti biasa, hanya wajah dingin yang di tampilkan.
__ADS_1
"Arsha, ayo... Duduk sayang..." Ajak Hanna yang langsung di turuti oleh si kecil Arsha yang memilih duduk di sebelah sang kembaran.
"Molla tatit apa? Solly Ashi na datang ahil-ahil, shoal na Ashi eundak ten-ten kallau Molla lagi tatit..." sesal Arshi dengan wajah memberengut sedih.
"Molla eundak apa-apa Ashi. Kata daddy Molla tuma dumam..." timpal Maura.
Membuat Hanna dan David sontak mengembangkan senyumnya. Seperti dugaannya, putri kecilnya itu akan kembali ceria hanya dengan sang sahabat.
"Toba Ashi pulliksha dullu ya, dumam na Molla pallah apa eundak..." Si kecil Arshi mulai mengayunkan tangannya berniat memeriksa kening sang sahabat, namun pergerakannya seketika terhenti saat tangan mungil itu tiba-tiba menahannya.
"Asha lupash..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Weekend guys
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1