
°°°~Happy Reading~°°°
Waktu makan siang telah berlalu sejak satu jam yang lalu, namun perempuan itu masih saja meringkuk nyaman di bawah gulungan selimut tebalnya, tidurnya terlihat begitu pulas, letih yang dirasakannya bahkan membuat perempuan itu tak sadar jika sang suami kini tak henti menjahilinya.
"Sayang bangunlah..." David masih berusaha membangunkan sang istri dengan kecup*n-kecup*n nya.
Namun Hanna tak bergeming, perempuan itu bahkan tak merasa terusik dengan kegiatan baru suaminya itu.
"Sayang, bangunlah... Atau mas akan membangunkan kamu dengan cara lain, hmmm..." Sembari mengadukan hidung mancungnya pada hidung sang istri, membuat Hanna akhirnya sedikit menggeliat.
"Bangunlah, kamu harus makan siang sayang..." Sahut David sembari mengusap lembut wajah lelap sang istri.
Hanna mengerjap perlahan, perempuan itu melenguh lirih, tubuhnya benar-benar terasa remuk bagai tak bertulang.
"Mas..." Rengek Hanna saat suaminya itu tak henti menciumi wajahnya.
"Bangunlah, kita harus makan siang sayang..."
"Mas makan sendiri dulu ya, Hanna masih mengantuk mas..." Cicitnya dengan kelopak mata yang kini kembali terpejam, rasanya sangat letih luar biasa.
"Kamu harus makan dulu sayang, setelah itu baru lanjutkan tidur mu, hmmm..." Keukeh David.
__ADS_1
"Lima menit lagi ya mas, Hanna capek banget mas..."
"Memang capek ngapain?" Laki-laki itu tak sedikitpun melewatkan kesempatan untuk tak menggoda istri pemalunya.
"Ahhh... Mas jangan gituin Hanna, Hanna kan malu..." Merona, membuat perempuan itu sontak menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kalau ngga mau digituin ya udah bangun dong sayang, kita makan dulu..." Tangannya bergerak menyingkirkan tangan sang istri, hingga kini terlihatlah wajah lelah Hanna yang masih tampak tak berdaya.
"Kamu benar-benar lelah sayang?" Sahut David penuh khawatir, jemarinya kini bergerak mengusap lembut wajah letih sang istri.
Hanna menghela nafas dalam, raut khawatir suaminya itu begitu jelas terlihat, dan itu membuatnya tak enak hati.
"Tidak kok mas, hanya masih sedikit mengantuk saja..." Menerbitkan senyum indahnya, membuat laki-laki itu semakin luluh akan kehangatan sikap sang istri.
"Tidak usah mas, Hanna tidak apa-apa kok..." Mohon Hanna.
David menarik kedua sudut bibirnya menciptakan senyum tipis yang begitu jarang ia perlihatkan pada khalayak umum.
"Sudah, tidak apa. Kamu mandi saja, biar mas yang gantian melayani kamu, istriku..." Mengacak rambut Hanna hingga berserakan, membuat wanita itu sontak merona, lagi-lagi suaminya itu berhasil membuatnya melayang akan kehangatannya.
"Kenapa mas David gitu sih, kan jadi malu..." Cicit Hanna menenggelamkan wajahnya di atas bantal selepas kepergian suaminya.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Selesai membersihkan diri, Hanna segera menghampiri sang suami yang telah menunggunya untuk menyantap makan siang bersama di dalam kamar.
"Duduklah..." Suaminya itu bahkan tak sungkan untuk bangkit dari kursinya demi menarik kursi untuk dirinya, membuat Hanna sontak di buat semakin terpana akan sikap romantis suaminya.
"Nanti Maura biar mas yang jemput..." Ucap David di sela makan siangnya.
"Biar Hanna saja mas, Hanna tidak apa-apa kok..."
"Tidak, kamu di rumah saja, istirahat. Mas tau kamu masih capek kan..."
Hanna tak bisa memungkiri jika tubuhnya masih merasakan lelah yang teramat, membuat perempuan itupun mengangguk mempersilahkan suaminya untuk menjemput sang putri yang tak lama akan segera pulang.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Masih pada semangat ngga nih bacanya, hehehe...
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕