
°°°~Happy Reading~°°°
Pintu mobil itu berangsur terbuka, menampilkan sosok laki-laki berparas rupawan dengan balutan kemeja putih yang melekat di tubuhnya, kacamata hitam yang kini membingkai wajahnya, kini bahkan mampu menyempurnakan penampilannya.
Berjalan dengan gagahnya, laki-laki itu tak henti membuat para kaum hawa berdecak histeris, semua terpaku akan parasnya yang mampu memanjakan mata.
David tak sedikitpun memperdulikan tatapan-tatapan yang kini semakin tajam menghunus ke arahnya, laki-laki itu hanya fokus pada sosok bocah laki-laki yang kini terlihat memainkan tangan sang putri dengan lancangnya, membuat laki-laki itu sontak berdecak kesal.
Cihhh, bocah ingusan mana yang telah berani-beraninya menyentuh putri kesayangannya.
Laki-laki itupun mempercepat langkahnya, rahangnya mengeras, manik matanya semakin tajam menghunus menatap pada bocah ingusan yang kini telah dengan beraninya mendekati putri kecilnya.
"Apa yang kau lakukan pada putriku bocah ingusan..." hardik David pada bocah laki-laki yang kini baru saja melepaskan tangan Maura dari genggamannya.
"Daddy..." Pekik Maura begitu sadar akan kedatangan sang daddy yang begitu disayanginya, namun gadis kecil itu harus bersabar, menanti dua sosok yang kini tengah saling beradu tatapan tajam.
"Apa kata bocah ingusan itu tertuju padaku?" Sahut bocah laki-laki itu tak kalah dingin, membuat amarah David sontak semakin tersulut.
__ADS_1
"Yeahhh, kalau bukan kau siapa lagi hahhh..." Sentak David tak terima, kedua tangannya kini sudah berkacak pinggang, laki-laki itu benar-benar tak rela jika ada yang ingin mendekati putrinya hanya untuk dipermainkan.
"Anda salah om, Arsha bukan bocah ingusan. Lihat saja, Arsha bahkan lebih tampan jika di bandingkan sama om..." telak Arsha menatap sinis pada sosok laki-laki didepannya.
"Apa kau bilang!!! Berani-beraninya kau..." Suara David tercekat saat menyadari jika sang putri kini tengah menarik-narik ujung kemejanya.
"Daddy eundak bolleh mallah-mallah Asha, Asha bantu Molla, tangan na Molla beulldalah, tadi Molla jatuh shitu, shakit sheukalli daddy..." Gadis kecil itu hendak terisak, membuat David sontak mengambil Maura dalam gendongannya.
"Tidak apa girl. Nanti daddy obati di rumah. Sekarang kita pulang saja, hmmm..." Lirih David penuh kelembutan.
"No daddy... Molla mau tunggu beshti Molla dullu, beshti na Molla lagi ambil minum buat Molla, hiks..."
"Molla mau tullun daddy..." Pinta gadis kecil itu pada sang daddy, membuat David sontak menurut, melepaskan sang putri dari gendongannya.
"Molla, Ashi bawa minum dua buat Molla... Tadi Ashi lamma sheukalli ya, shoal na tadi minum na lebut-lebut shama shi Lutii, Lutii bikin sheball, shuka llebut-lebut puna ollang..." cerocos Arshi sembari menyodorkan kedua minuman itu pada Maura.
Gadis kecil itu mengembangkan senyumnya, Maura benar-benar terharu akan sikap hangat sahabat baiknya.
__ADS_1
"Eundak papa kok Ashi, maacih ya, Molla shayang Ashi banak-banak..." ungkap Maura, tangannya kini mengulur merengkuh sang sahabat, membuat si kecil Arsha sontak jengah, kalau sudah saling peluk begini, alamat kedua gadis kecil itu segera melontarkan kata-kata magic.
"Eundak papa Molla, Molla dengan shuppik-shuppik shepeulti itu. Ashi kan beshti na Molla, beshti llipel-llipel..."
*Besti Forever
Kedua gadis kecil itupun melepaskan rengkuhannya, bola mata Arshi kini beralih menatap pada sosok laki-laki yang tengah berdiri gagah di belakang Maura.
Gadis kecil itu mendekat, kemudian berbisik pada sang besti.
"Molla, beullakang na Molla itu shapa? Kok menyellamkan?"
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa like nya yah...
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja💕💕💕