Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Jangan Bergerak!!!


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Hari berganti hari, terhitung Hanna telah di rawat di rumah sakit selama tiga minggu lamanya, keadaannya semakin membaik, kesehatannya berangsur pulih, hanya bagian lengan kanannya saja yang masih harus di gips akibat cedera yang dialami.


Dan selama itu pula, David tak segan untuk menemani Hanna di rumah sakit, pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah sakit, maka ia akan kerjakan disana saja, sesekali laki-laki itu akan izin berangkat ke perusahaan jika ada rapat penting yang mengharuskannya untuk hadir sebagai pimpinan dari perusahaan Brison Corp.


Dan setelah lama di nantikan, akhirnya hari ini Hanna akan benar-benar terlepas dari jerat rumah sakit setelah sang dokter dengan sukarela melepaskannya untuk kembali ke kediaman, membuat gadis kecil itu sontak girang tak terkira, Maura menjadi sosok paling bahagia karena akan kembali ke kediaman mewah sang daddy.


"Sudah siap kan?" Tanya David menatap pada Hanna yang sudah selesai berganti pakaian rumahan di bantu perawat perempuan.


"Shiap daddy, kita pullang na ke llumah daddy kan?" Sambar gadis kecil itu dengan wajah berbinarnya.


"Yes girl, kau senang?"


Angguk Maura, "Sheunang, sheunang sheukalli daddy, Molla sheunang na shampe ke puntak-puntak, hihihi... Molla udah eundak shaball mau bobok beulltiga shama daddy shama mommy..." Cengir gadis kecil itu seolah tanpa beban.


"Oke, kalau begitu ambil tas mu kita pulang sekarang..."

__ADS_1


Maura sontak meraih tas selempang miliknya yang dihadiahkan sang granny sebagai tempat menyimpan susu-susu coklat kesukaannya, menyampirkan nya di pundak, gadis kecil itu telah siap dengan penampilannya.


"Molla shiap daddy, mommy udah shiap-shiap?"


Hanna mengangguk, "iya sayang..."


Perempuan itu pun menjulurkan kakinya hendak menapak pada dinginnya lantai marmer, namun pergerakannya itu sontak terhenti saat suara David mulai mengudara dengan lantangnya.


"Stop, jangan bergerak. Tetap di posisimu..." Perintah David tak ingin di bantah, membuat Hanna tertahan di atas ranjang rawatnya, perempuan itu mengernyit.


"Hah... Kenapa tuan, a-apa ada yang salah?"


Tangannya pun mengulur mengambil tubuh Hanna dari ranjangnya, membopong tubuh perempuan itu semaunya sendiri tanpa permisi, membuat perempuan itu sontak memekik, terkejut akan pergerakan David yang tiba-tiba.


"T-tuan, saya bisa berjalan sendiri. Tidak perlu pakai kursi roda segala..." Pekik Hanna dengan suara lirihnya, siapa perempuan yang tak akan gugup jika diperlukan seperti itu didepan banyaknya para dokter dan perawat yang hendak melepas kepergian wanita milik sang tuan muda? Di tambah dengan bodyguard-bodyguard yang setia menjaga kamarnya, membuat Hanna benar-benar tak punya muka saat ini.


"Shhht, diam saja. Kamu lamban kalau jalan sendiri..." Sindir David tanpa sungkan, membuat Hanna hanya bisa menghela nafas kasar, laki-laki itu benar-benar pemaksa, tak sedikitpun bisa dibantah.

__ADS_1


"Let's go girl..."


"Go go daddy..." Sahut Maura penuh antusias, setelah kurang lebih tiga minggu terkurung di dalam rumah sakit itu, kini akhirnya ia bisa terbebas juga dari bangunan penuh bau obat-obatan itu.


Merela mulai melangkah menyusuri koridor rumah sakit, Maura dengan kaki mungilnya tak henti mengikuti langkah sang daddy yang kini dengan setia mendorong kursi roda yang tengah di duduki sang mommy.


Tak ada keramaian yang tercipta, tak ada paparazi yang berusaha mengambil foto-foto David secara diam-diam, ini semua berkat Erick yang berhasil mensterilkan jalannya sang tuan muda.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Akhil na Molla banun duga


Akhil na otholl tiple up, huhuhu


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2