
°°°~Happy Reading~°°°
"Asha lupash!!!" sungut Arshi tak terima.
"Jangan berulah, Arshi!!!" cicit Arsha penuh ancaman.
"Hihhh, Ashi eundak ullah-ullah! Ashi tuma mau pulliksha Molla!" kesal Arshi saat lagi-lagi saudara kembarnya itu mengganggu kesenangannya.
"Tidak usah. Dia udah ada dokternya sendiri!" cegah Arsha tak ingin saudara kembarnya itu sampai mengacau. Mereka disini hanya di antar oleh supir, jangan sampai saudara kembarnya itu membuat masalah dan malah merepotkan orang lain.
"Lepaskan tanganmu!"
"Biarkan mereka bermain!!!"
Ketus David menatap Arsha dengan tatapan nyalang penuh ancaman. Ia tak habis pikir, berani-beraninya bocah tengil itu mengganggu kesenangan sang putri bahkan di depan dirinya sekalipun.
Tidakkah ia takut kebenciannya akan semakin memuncak hingga akhirnya tak akan memberi restu di kemudian hari?
Seketika itu Arsha melepaskan cengkeramannya. Hawa permusuhan itu begitu kentara, membuatnya dengan mudah menangkap sinyal-sinyal peperangan dari sang "calon mertua".
Terbebas dari cengkeraman sang kembaran, Arshi pun kembali melancarkan aksinya, tangan mungilnya kini menempel di kening si kecil Maura. Wajahnya terlihat serius, dahinya bahkan mengernyit saat otak kecilnya itu mulai berpikir keras.
"Molla dumam pashti kalluna halli keumallin eundak dumpa shama Ashi. Molla lindu shama Ashi ya... Tullus panggil-panggil Ashi waktu Molla lagi bobok. 'Ashi tantik, Molla mau Ashi tantik. Ashi tantik shini...', Ahahaha..." kekeh Arshi menertawakan ide gilanya.
"Keumallin-- Molla lihat nenek shihill Ashi... Molla tatut sheukalli. Molla eundak mau beultemu shama nenek shihill dahat, Molla eundak mau, Molla tatut, hiks... " isak Maura tiba-tiba.
__ADS_1
Membuat senyum lebar itu seketika memudar. Arshi menatap tak tega pada sang sahabat yang kini malah terisak penuh sesenggukan.
"Ashi eundak bolleh nanit..." Jemarinya bergerak mengusap wajah Maura yang kini basah akan isaknya.
"Nanti kalau nenek shihill na dahat shama Molla, biall Ashi yang peullangin, ciu.. ciu... ciu... ."
"Asha puna tembak doll doll beushall di llumah, nanti Ashi tulli ya buat dagain Molla... Tapi Molla eundak bolleh nanit ladi, nanti mata aill na mashuk mullut. Lasa na eundak enak... Wlekkk... ."
Membuat Maura sontak tergelak, "Ahahaha, Ashi tau lasa na mata aill?"
Angguk Arshi, "Iyah, soalnya kallau nanit-nanit, Ashi shuka minum mata aill na, biall eundak haus waktu nanit-nanit, ihihihi..." kikik Arshi mengakui kebiasaan bodohnya.
"Hihihi, Ashi lutu. Molla shuka..." ungkap Maura mengusap sisa isak yang masih menggantung di wajahnya.
"Keumallin mistell Lobet ajallin Ashi mellamall loh Molla, shellu... Molla mau Ashi llamall?"
"Meullamall itu apa Ashi?"
Sejenak Arshi terdiam, " eummm, meullamall itu teubak-teubak shiapa boy flend na Molla nanti..." terang Arshi.
"Eummm, iyya bolleh deh... ."
"Shini tangan na Molla... ."
Arshi menyaut tangan si kecil Maura, jemari tangannya kini mulai menari-nari di atas tangan kecil itu, hingga akhirnya... .
__ADS_1
"Aha... Ashi tau Ashi tau... ."
"Nanti... boy flend na Molla hulluf na A, hihihi..." Kikik Maura akan tebakannya.
Membuat David seketika itu tersentak. Emisinya tiba-tiba meluap saat inisial itu tertuju pada satu bocah tengil yang selama ini dimusuhinya.
"Tidak tidak. Di dunia ini tidak hanya bocah tengil itu yang punya inisial A 'kan? Shiiit, kenapa aku terpengaruh dengan celotehan gadis kecil itu. Arghhh... ."
Maura menatap Ashi tak paham, "Molla eundak unseshten Ashi. A na shiapa?"
*unseshten : understand/tau
Arshi menatap sang sahabat dengan smirk menyungging, "Asha?! Ahahaha..." gelak Arshi.
Membuat Maura mendadak tersipu, "Ashi eundak bolleh shepeulti itu..." Dengan gesturnya yang malu-malu, Maura benar-benar tersipu akan ledekan dari si kecil Arshi.
Sedang Arsha, jangan ditanya bagaimana responnya. Sudah pasti wajahnya berubah garang seolah menyerukan genderang perang pada sang kembaran yang seenak jidatnya menjodohkannya dengan temannya itu.
"Daddy tidak akan merestui kalian!!!"
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Dunia perbocilan di mulai nih🤣
__ADS_1
Happy reading
Saranghaja 💕💕💕