Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Kembali Kecewa


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Tampaknya baby nya masih malu-malu," seloroh sang dokter saat lagi-lagi tak dapat melihat jenis kelamin sang bayi. Meski kehamilan Hanna telah memasuki usia 19 minggu, namun sampai saat ini pun, jenis kelamin sang bayi masih belum jelas di ketahui. Saat proses USG berlangsung, bayi itu selalu saja memunggungi, seolah tak mau jika wajah juga alat kelamin*ya di intip orang lain.


"Ouh, come on baby. Apa kamu tidak ingin menyapa mommy dan daddy, heummm..." Kecewa jelas kecewa, David bahkan selalu berusaha mengambil hati sang calon bayi agar mau menampakkan wajah dan alat kelamin*ya.


"Kalau dengan USG memang tidak bisa, apa anda ingin melakukan tes amniosentesis tuan?" tawar sang dokter.


David mengernyit.


"Tes apa itu?"


"Jadi, tes amniosentesis ini tes yang bisa mendeteksi kelainan pada bayi juga jenis kelaminnya. Nanti, tim kami akan melakukan pengambilan sampel cairan ketuban pada nona Hanna dan mengobservasi nya," jelas sang dokter.


David mengernyit, ia seperti pernah mendengar hal tentang itu, namun mendadak pikirannya buyar, ingatannya seolah menghilang," apa itu akan berbahaya untuk anak atau istriku?"


"Tidak berbahaya tuan, hanya efek setelah pengambilan sampel ini, nona Hanna akan mengalami kram pada perutnya atau paling parahnya terjadi flek. Tapi kami akan meminimalisir efek--"


"Tidak!" potong David dengan wajah nyalangnya.


"Apa kau ingin membahayakan bayi juga istriku, huh?!" sergah David menatap pada sang dokter penuh amarah. Bisa-bisanya dokter itu menyarankan hal yang berbahaya hanya demi mengetahui jenis kelamin anaknya. Untung saja ia masih waras, kalau tidak, bisa-bisa ia mengambil keputusan gila itu.


"Mas, sudah... Tidak apa-apa," lirih Hanna sembari mengusap lengan sang suami agar amarah suaminya itu tak lagi mendominasi.


"Tidak apa-apa bagaimana sayang? Dia memberikan saran gila itu tanpa memikirkan kamu atau setidaknya calon anak kita, aku tidak terima!" geram David penuh amarah.


"Iya, tidak apa-apa. Ibu dokternya tidak berniat gitu mas, kan bu dokter hanya memberi saran, pilihan itu tergantung kita sendiri kan?"


Sejenak David terdiam. Betul juga apa yang di katakan istrinya. Ahhh, tapi rasanya ia masih kesal saat dokter itu dengan entengnya menyarankan saran gila itu yang jelas-jelas akan membahayakan istri atau calon bayinya.

__ADS_1


"Mas, tidak apa-apa. Kita ambil hikmahnya saja. Mungkin adek mau buat surprise untuk kita. Bagaimana kalau kita rahasiakan saja jenis kelaminnya sampai adek lahir? Sepertinya akan seru," tawar Hanna agar suaminya itu tak lagi di buat kecewa untuk yang kesekian kalinya.


David membuang nafas kasar. Sepertinya calon bayinya itu memang sedang mengerjai dirinya.


"Heummm... mungkin baby sedang membuat surprise untuk kita."


"Atau memang sedang mengerjai ku," lesu David mengelus perut buncit Hanna yang sudah di bersihkan dari sisa-sisa cairan pemeriksaan.


"Jadi kita rahasiakan jenis kelamin adek sampai adek lahir kan mas?"


David mengangguk setengah tak ikhlas, " ya, meski itu membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menunggu, tapi mau gimana lagi."


"Jawabnya kaya ngga ikhlas banget."


David terhenyak.


Mulai, istrinya itu mulai merajuk lagi. Lihat saja wajahnya yang terlihat memberengut kesal, dan bibir piece nya yang kini mengerucut sebal.


"Ikhlas tapi kok gitu?" cecar Hanna tak terima.


"Kamu maunya gimana coba?"


"Tau!" bibirnya semakin mengerucut seperti angsa. Hihhh, rasanya sangat kesal sekali hanya karena suaminya itu mengabulkan permintaannya dengan setengah tak ikhlas.


Cup...


Hanna sontak mendelik saat kecupan itu mendarat tepat di bibirnya," mas!!!" pekik Hanna menatap tak enak pada dokter dan beberapa suster yang masih berjaga disana.


"Kamunya sih manyun-manyun gitu, kan mas jadi gemas."

__ADS_1


"Ih... kan ngga enak mas..." Geram Hanna sembari mencubit perut sixpack David yang membuat laki-laki itu mengadu sakit.


"Ahh ahhh sayang... ."


"Makannya, tau tempat."


"Ya udah, ayo pulang. Lanjutin di rumah," ajaknya tanpa basa-basi. Membuat Hanna semakin di buat belingsatan, tak tahu lagi sudah semerah apa wajahnya kali ini.


"Mas... ."


"Iya sayang... ."


"Tau ah... ."


"Yes honey... ."


"Serah... ."


"Kamu makin gemes deh, jadi pengen cium."


"Mas ih... Dasar mesum."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Siapa yang pernah ada di posisi mommy Hanna, dapat pasangan mesum ngga tau tempat🤣


Happy reading all

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2