Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Daddy Gull


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Setelah melewati drama perdebatan yang cukup panjang, akhirnya sepasang suami istri itu tiba di kediaman mereka bertepatan dengan sang putri yang baru saja pulang dari les balet nya.


"Daddy..." gadis kecil itu sontak menghambur dalam rengkuhan sang daddy.


"Mau gendong... ."


Memaksa David untuk membawa tubuh gadis kecil itu dalam gendongannya. Anggap saja ini sebagai bentuk ganti rugi karena sang putri tak bisa ikut dalam pemeriksaan kali ini.


"Gimana tadi les baletnya sayang?" tanya Hanna sembari mengusap peluh yang berhasil membasahi kening sang putri.


"Shullu sheukalli myh. Tadi Ashi kena omell shama Asha kalluna lamma-lamma pullang na, hihihi..." Kekeh Maura menertawakan sang sahabat yang selalu saja berdebat dengan kembarannya.


"Ya sudah, kita masuk dulu..." ajak David menatap tak tega pada sang istri yang terus saja berdiri dengan perutnya yang semakin membuncit.


Digiringnya sang istri memasuki kediamannya, tangan kanannya yang bebas pun senantiasa bertengger di pinggang sang istri seolah keposesifan itu tak dapat ia hilangkan dari dalam dirinya.


Begitu sampai di ruang tengah, Maura tak sedikitpun melepaskan sang daddy dari genggamannya, gadis kecil itu bahkan meminta dipangku sang daddy dengan manjanya.


"Daddy, dedek bayi oek-oek na jadi boyi oll gull?" tanya Maura tak sabar. Meski awalnya ia ingin sekali memiliki adik perempuan agar bisa diajak bermain bersama, namun keinginan itu seketika berubah saat mengetahui jika adik sang sahabat adalah seorang jagoan. Membuatnya ingin memiliki adik laki-laki saja, biar kembaran dengan besti nya.


"Baby nya ngumpet lagi girl..." keluh David.


Membuat gadis kecil itu sontak mendengus.


"Yahhh, dedek bayi oek-oek na eundak shellu. Shuka shy-shy kallau lagi pulliksha..." sungut gadis kecil itu ikut kesal sendiri.


"Dedek bayi kallau mashih shuka shy-shy nanti eundak ada teuman ya daddy..." Seru Maura berusaha memprovokasi sang adik yang bahkan masih berada didalam kandungan sang mommy. Gadis kecil itu benar-benar di buat kesal, berkali-kali memeriksakan sang mommy, hanya jawaban itu yang ia dapati. Padahal dirinya sudah tidak sabar ingin pamer pada si kecil Arshi perihal jenis kelamin sang adik bayi.


"Pulliksha nanti daddy hallush buduk dedek bayi oek-oek shupaya eundak shy-shy enjin ya daddy. Molla tapek kallo shulluh mait-wait mulullu..." keluh Maura sembari memainkan kancing baju sang daddy.

__ADS_1


"Eummm... Nanti Molla ikut pulliksha aja deh biall dedek bayi oek-oek na eundak shy-shy enjin, ya daddy..."


Sejenak David terdiam. Ia telah menyetujui permintaan sang istri perihal menyembunyikan jenis kelamin sang calon bayi, namun gadis kecil itu terus saja mencecarnya dengan permintaan yang berseberangan dengan keinginan sang istri. Membuat ia dilema, ia takut jika pada akhirnya akan membuat gadis kecil itu kecewa.


"Daddy... ."


"Yes girl... ."


"Daddy kok lamun-lamun?"


"Eummm, tidak apa-apa girl... ."


"Sayang..." Hanna akhirnya bersuara setelah sedari tadi memilih diam memperhatikan interaksi sang suami dengan putri kecilnya yang tampak begitu harmonis.


"Yes mommy... ."


"Mommy ada permainan seru."


"Jadi permainannya, kita main tebak-tebakan adek bayinya Maura nanti boy atau girl."


"Boyi boyi, Molla mau boyi mommyh..." seru Maura tanpa pikir panjang. Ia ingin adik bayi laki-laki. Titik. Pokoknya laki-laki biar nanti bisa di ajak main bersama baby Arshell, adik dari sahabatnya.


"Oke, kalau Maura menebak boy, terus daddy menebak apa?" seru Hanna menatap sang suami penuh tanya.


Sejenak David terdiam.


"Girl,"


Hanna mengernyit , "girl?"


Benarkah suaminya ingin anak perempuan? Apa ia tak salah dengar?

__ADS_1


"Yes, girl..."


Sejenak Hanna terdiam. Tak di sangka jika suaminya itu akan menebak jika calon bayinya adalah berjenis kelamin perempuan. Pikirnya suaminya itu menginginkan bayi laki-laki hingga tebakannya pun akan sama dengan sang putri.


"Kenapa mas nebak kalau adek itu cewek?" Nada suaranya tiba-tiba menjadi serius.


David mengedikkan bahunya, "ya... tidak tahu, hanya menebak saja sayang."


"Mas tidak ingin punya anak cowok?"


"Sepertinya tidak ada yang tidak ingin memiliki anak laki-laki sayang, mas juga sama."


"Tapi melihat putra tuan Marvell yang menyebalkan itu, membuatku ingin memiliki anak perempuan saja. Ck, dasar bocah tengil, membuat pikiranku kacau saja," rutuk David dalam benaknya.


"Kallau mommy tubak boyi oll gull?" pertanyaan itu datang dari si kecil Maura.


"Mommy... Boy," seru Hanna. Membuat gadis kecil itu seketika memekik.


"Yeay, mommy boyi. Mommy shama Molla jadi teuman..." girang Maura tak dapat menyembunyikan ekspresi bahagianya.


Maura yang sedari tadi bertengger di pangkuan sang daddy, kini mendadak melepaskan diri dari kungkungan sang daddy.


"Kenapa girl?"


"Molla eundak mau pangku-pangku daddy. Daddy eundak teuman na Molla. Daddy gull... ."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2