Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Kakak Molla Mau shuppik-shuppik


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Mommyh... Molla mau lihat dedek bayi oek oek na, tullush mau tium dedek bayi oek-oek na banak-banak, hihihi..." Pinta gadis kecil itu penuh antusias.


Membuat Hanna sontak menatap bingung pada sang suami. Bagaimana gadis kecil itu bisa melihat sang adik bayi jika bayi itu saja masih berupa gumpalan darah di dalam rahimnya?


"Eummm, sayang... Adek bayinya masih di dalam sini..." Jelas Hanna sembari mengusap lembut pada perutnya yang masih datar, membuat Maura sontak mengernyit.


"Mommy eundak bolleh tipu-tipu Molla tullush... Molla udah beushall, mommy eundak bisha tipu-tipu Molla ladih, shitu eundak ada dedek bayi oek-oek na Molla..." Keluh Maura tak ingin lagi diperdaya.


"Mommy umpetin dedek bayi oek-oek na Molla ya? Mau buat shupplish buat Molla?" Tebak Maura.


Gadis kecil itupun melangkah menjauhi kedua orangtuanya, kaki mungilnya mulai berselancar mengabsen setiap sudut ruangan bermaksud mencari keberadaan sang adik bayi yang kemungkinan besar tengah di sembunyikan oleh mommy dan daddy nya.


"Dedek bayi... Dedek bayi di mana? Kakak Molla mau shuppik-shuppik shama dedek bayi... Kita main shama kakak Ashi shama dedek Achell yuk..." Lolong Maura mencari keberadaan sang adik bayi, membuat Hanna tak habis pikir di buatnya.


"Sayang, Maura... Sini sebentar sayang..." Panggil Hanna yang hanya di anggap angin lalu oleh sang putri.


"Mas... Maura itu gimana?" Keluh Hanna tak habis pikir akan kelakuan absurd sang putri.


"Sepertinya mas salah memberikan pengertian pada Maura sayang... Aishhh, gadis kecil itu terlalu tidak sabaran dengan adik bayinya..." Keluh David mengusap wajah frustasi.


"Memang mas tadi bilang gimana sama Maura?"

__ADS_1


"Mas tadi hanya bilang kalau dia akan punya adik baru, tapi sepertinya gadis kecil itu sudah salah tangkap, dipikirnya adik bayinya bisa sekali cetak, padahal aku saja harus berjuang keras saat membuatnya, ck..." Decak David frustrasi.


Hanna menyunggingkan senyumnya, perempuan itu terkekeh akan wajah kesal sang suami yang sudah tidak dapat dikondisikan.


"Kamu menertawakan mas sayang?" Cecar David menangkap basah sang istri yang kini tengah menertawakan dirinya.


Hanna meringis, "tidak mas, Hanna--hanya, eummm..."


"Kamu menertawakan mas, iya kan..."


Laki-laki itu mendekatkan wajahnya siap dengan hukumannya, membuat Hanna yang setengah rebahan kini sontak menggeleng penuh, "nggak mas, Hanna ngga ngetawain mas kok..." Geleng Hanna sembari mendorong dada bidang sang suami agar menjauh darinya.


"Jelas-jelas tadi mas lihat kamu ngetawain mas, kamu harus di hukum, heummm..."


"Dedek bayi ngambek shama kaka Molla ya... Dedek bayi eundak bolleh umpet-umpet ladih..."


Membuat David mau tak mau melepaskan sang istri dari jeratannya.


"Mas itu tolong jelasin ke Maura dulu, kasihan dia mas..." Pinta Hanna, punggung tangannya masih tertancap jarum infus, badannya pun masih lemas tak berdaya, membuat ia hanya bisa terbaring sembari menyender di kepala ranjang.


David dengan gerakan cepat segera menyusul keberadaan sang putri, tangan kekar nya sontak mengangkat tubuh mungil itu untuk dibawa mendekati sang mommy, membuat gadis kecil itu sontak meronta hebat.


"Uuuhhh, daddy leupash... Molla mau calli dedek bayi oek-oek na Molla, daddy..."

__ADS_1


"Stop girl, listen to daddy please..." Peringat David begitu laki-laki itu mendaratkan tubuh sang putri di sebelah sang mommy, membuat Maura sontak terdiam, intrupsi sang daddy menandakan jika laki-laki itu tak ingin di bantah.


"Daddy mau shuppik-shuppik apa?"


"Dengar, Maura akan punya adik bayi, tapi-- adik bayinya masih di perut mommy, jadi Maura harus menunggu sampai adik bayinya keluar baru bisa bertemu adik bayi, mengerti girl?"


"Jadi, daddy mashud... Adik bayi oek-oek na Molla eundak ada?" Bola matanya mulai berair, gadis kecil itu akan segera menumpahkan tangisnya saat harapan itu tak sesuai dengan realita yang harus ia hadapi, membuat David sontak kebingungan.


"A-ada girl..."


"Manna, hiks..."


"Di perutnya mommy..."


"Hwaaa, daddy tipu-tipu Molla. Pullut mommy eundak ada dedek bayi na, daddy dahat shuka tipu-tipu Molla, hwaaa..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Emang susah kalau ngomong sama anak kecil yang pikirannya pendek kaya Maura


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2