
°°°~Happy Reading~°°°
"Happy birthday sayang..."
Hanna sontak membulatkan bola matanya lebar, wajahnya jelas menunjukkan keterkejutan, perempuan itu terpaku, tertegun akan ucapan sang suami yang sungguh membuatnya tak mampu mengucap sepatah kata.
"M-mas..." Jantungnya berdebar hebat, buncahan kebahagiaan itu membuat Hanna mulai berkaca-kaca.
Ungkapan itu, ungkapan yang sudah tak pernah ia terima setelah kepergian sang ibu, akhirnya ia mendapatkannya lagi, membuatnya tak mampu lagi menyembunyikan rasa haru, perempuan itu perlahan terisak.
"Happy birthday Hanna Humairah ku, terimakasih karena kamu sudah bersedia menjadi istri dan ibu dari anak-anakku, i love you sayang..." Ucap David lalu melabuhkan satu kecupan di kening istrinya.
Hanna sontak merengkuh suaminya dalam derai isak haru yang tak tertahankan.
"Terimakasih mas, terimakasih... Hanna sayang mas..."
Suasana berubah mengharu biru, Hanna masih terisak, perempuan itu benar-benar sensitif hingga kejutan itu sampai membuatnya sesenggukan.
Hingga pintu ruangan itu kembali terbuka, menampilkan sosok mama Agatha dan tuan Sebastian yang berjalan beriringan menggandeng tangan mungil si kecil Maura.
"Mommyh..." Gadis kecil itu melepaskan tautan tangannya, kaki mungilnya kini berlari mendekati keberadaan sang mommy dan sang daddy yang masih asik merengkuh satu sama lain.
__ADS_1
Tak ingin ketinggalan, gadis kecil itupun masuk dalam rengkuhan itu, saling merengkuh dalam hangat kebersamaan keluarga kecil yang terlihat begitu sempurna akan kebahagiaan.
"Mommyh... Happy bullday, pandang umull, shehat shullalu, Molla shayang mommy banak-banak..." Ucap gadis kecil itu terlihat begitu menggemaskan dengan bahasa cadelnya.
"Terimakasih sayang..." Perempuan itu merunduk lalu melabuhkan ciumannya di kedua pipi chubby sang putri.
"Tapi Molla eundak ada lliwed buat mommy, shallah daddy yang shekellet-shekellet bullday na mommy shama Molla. Daddy nakall, hallush kashih hukum bullat ya myh..."
*shekellet : (Secret : rahasia)
Hanna terkekeh, gara-gara berteman dengan Arshi, sekarang gadis kecil itu jadi gemar mencampur aduk berbagai bahasa, "iya sayang...".
"Daddy hallush buatin Molla dedek bayi oek-oek teupat-teupat, beshok hallush udah jadi, Molla eundak mau tunggu lama-lama ladih. Tunggu-tunggu shuka buat Molla sheuball..." Kesal gadis kecil itu sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sayang, kita ada projeck baru..." Smirk David dengan kerlingan mata yang sudah mulai meresahkan. Membuat Hanna sontak mengulurkan tangannya mencubit perut itu dengan sedikit kencang.
"Jangan macam-macam mas, malu..." Ancam Hanna, membuat laki-laki itupun tak berkutik, jangan sampai ia kehilangan haknya malam ini.
"Ck, lihat situasi Vid..." ingat tuan Sebastian.
"Tau tuh... Kaya gini aja masih mesum, apalagi kalau kalian cuma berdua aja? Heran mama sama kamu Vid..." Cicit mama Agatha agar tak terdengar oleh riuh tamu undangan yang hadir.
__ADS_1
"Oh iya sayang, happy birthday ya Han, jangan bosan jadi mantu mama, kalau bukan kamu yang pelihara anak mama, terus siapa lagi, mama udah ngga sanggup pelihara dia Han, bikin tekanan batin..." Ucap mama Agatha yang langsung mendapatkan tatapan mata jengah dari sang putra.
"Happy birthday mantu papa..."
"Terimakasih ma, pa..."
Acara pun kini resmi di mulai, David menuntun Hanna dan putri kecilnya untuk menaiki podium yang terletak di pusat pesta dengan di kelilingi para tamu undangan yang kebanyakan adalah kolega bisnis, para petinggi perusahaan dan orang-orang penting lainnya.
"Terimakasih karena telah menghadiri acara ini, di kesempatan ini pula, saya ingin memperkenalkan dua sosok perempuan yang sangat berharga dalam hidup saya..." David mengalihkan pandangannya sejenak menatap pada sang istri yang kini juga tengah menatap ke arahnya.
"Perempuan cantik di sebelah saya ini, Hanna Humaira, she is my wife..."
"Dan putri kecil yang menggemaskan ini, Maura, she is my daughter, she is cute girl..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Uluh-Uluh, cover nya jadi comel gitu, huhuhu
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕