Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
TERSERAH


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Hanna masih setia mengamati sang putri yang tengah asik menggoreskan pensil warna di buku gambarnya, gadis kecil itu terlihat begitu sumringah apalagi saat sahabat barunya itu begitu perhatian padanya, bahkan tak segan membantunya saat ia mengalami kesulitan.


Begitu fokus memperhatikan sang putri, membuat Hanna pun tak sadar jika sesosok perempuan kini berangsur mendekatinya.


"Assalamualaikum..."


Membuat Hanna sontak menoleh menatap sumber suara, "wa'alaikumsalam".


Senyum terkembang di bibir Hanna saat menatap pada sosok perempuan berhijab yang lebih memilih duduk di sampingnya, alih-alih bergabung dengan ibu-ibu sosialita lain yang lebih memilih menyombongkan harta kekayaannya.


"Sudah menunggu dari tadi mba?" Sahut perempuan itu berbasa-basi.


"Iya mba, kebetulan hari ini hari pertama putri saya masuk sekolah. Jadi saya menunggunya sejak pagi..."


Membuat perempuan berparas cantik itu sontak memekik.


"Ahhh, murid baru ya... Semalam putriku sudah heboh sendiri saat mendengar akan punya teman baru. Rupanya itu putrimu..."


Hanna menyunggingkan senyum indahnya, tak di sangka di sekolah elit ini masih ada sosok perempuan yang tak sungkan berbincang dengannya, tanpa memandang kasta.


"Selanjutnya kita akan sering bertemu. Jadi tidak pantas rasanya jika kita tidak saling mengenal satu sama lain"

__ADS_1


"Anelis, panggil saja Ane biar lebih akrab. Dan kamu?" Sahut Anelis mengulurkan tangan, memperkenalkan diri.


"Hanna..." Membalas uluran tangan Anelis.


Kedua perempuan yang baru mengenal itupun saling berbincang, saling melontarkan canda hingga keakraban itupun perlahan tercipta.


🍁🍁🍁


Bel berbunyi menandakan waktu pulang sekolah telah tiba, pekik bahagia seketika menggelegar, raut wajah bahagia pun terpancar dari wajah-wajah menggemaskan itu saat menyadari pembelajaran telah usai.


Begitu juga kedua gadis mungil yang baru saja menjalin persahabatan. Keduanya tampak begitu antusias hanya karena menyambut akhir dari pembelajaran.


"Hamdulillah, Ashi shenang shekalli, ahil na udah sheleshai, Ashi eundak shuka beullajall, buat pushing-pushing aja, hufft..." Seloroh si kecil Arshi begitu bangkit dari kursinya.


"Hihihi, iya iya Molla. Ashi nanti lajin-lajin beullajall kok... ashalkan shama Molla, hehehe..." Celetuk Arshi sembari bergelayut manja di lengan sang sahabat. Keduanya terlihat begitu akrab hanya dengan pertemuan pertama, saling bercanda tawa dengan senyum indah yang tak pernah luntur dari bibirnya.


"Heiii, minggir. Kalian menghalangi jalanku!" Tukas sosok anak laki-laki dari arah belakang, membuat kedua gadis kecil itu sontak menoleh menatap sumber suara.


"Ishhh... Asha ganggu-ganggu aja, neubelliin. Kan ada dalan lain, lewat shitu-shitu-shitu kan duga bisha" Suntuk Arshi pada sang kembaran yang bisanya hanya mengganggu kesenangannya saja. Lihatlah, jalan lain saja masih banyak yang menganggur, kenapa harus mengusik orang lain yang sedang di mabuk perbestian.


"Terlalu jauh, tidak efisien!!!"


"Huffft, billang aja Asha mau deukat-deukat shama Molla, Asha mau jadi beshti na Molla kan? No... No... No... Asha eundak di tullima, Asha di tollak muntah-muntah, Asha eundak shellu shich, Asha tupu, wekkkk..." Menjulurkan lidahnya, mengejek sang kembaran.

__ADS_1


Membuat bocah laki-laki itupun memutar bola mata malas.


"TER.SE.RAH!!!" Angkuhnya sembari menerobos keluar melalui celah diantara Arshi dan Maura, memaksa kedua gadis kecil itu menyingkir memberikan jalan pada sosok berwajah dingin itu. Membuat si kecil Arshi pun seketika tersulut.


"Hihhhh, Asha nubullin..." Pekik gadis kecil itu berapi-api.


"Ashi shaball... Eundak apa-apa kok, shepeulti na Asha eundak sheungaja..." Sahut si kecil Maura berusaha menenangkan sang sahabat yang tengah di landa kesal yang teramat.


"Tapi Asha na neubelliin Molla, Asha shuka dail-dail shama Ashi, Ashi eundak shuka..." Dengan nafas memburu memendam api amarah.


"Tapi Ashi eundak bolleh mallah shama Asha, Asha kan sodalla na Ashi, hallush shayang-shayang. Tellush kata mommy duga kalau olang shaball shayang Allah..." Petuah dari si bijak Maura, membuat si kecil Arshi kini sedikit luluh.


"Shi... Kamu mau tidur di kelas? Kalau iya, Arsha tinggal ya sama mommy..."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Yang katanya masih kangen sama si kecil Arshi, nih aku kasih tambah dikit, wkwkwk


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2