
°°°~Happy Reading~°°°
Malam semakin larut, mama Agatha dan tuan Sebastian telah undur diri sejak sore tadi, menyisakan Hanna dan David yang masih setia dalam kebisuannya, sedang Maura, gadis kecil itu tengah asik mengembara menjelajahi mimpi indahnya.
Tak lama, datanglah Erick, sudah Hanna tebak, pasti asisten itu tengah mengirimkan berkas yang perlu di tandatangani David, karena itulah yang dilakukan David beberapa hari ini.
"Apa masalah perusahaan sudah bisa teratasi?" Sahut David sembari menggerakkan jemarinya menggoreskan tinta hitam itu pada secarik kertas kerja sama.
"Sudah tuan, semua sudah beres. Anda tidak perlu khawatir..."
"Tapi..." Sambung Erick, membuat David seketika mengernyit, "tapi?"
"Dalam internal perusahaan, muncul desas-desus bahwa anda tengah sakit parah dan harus di rawat di rumah sakit, mereka menduga anda tidak akan sembuh dan memimpin perusahaan lagi, membuat para pemegang saham keukeh ingin melakukan rapat pemegang saham terkait penggantian kursi kepemimpinan..."
Membuat David sontak meradang, hanya absen satu minggu saja, bagaimana mereka sudah kalang kabut mencari pemimpin baru, apa mereka sudah gila?
"Sakit? Apa mereka merendahkan ku? Bagaimana mereka mengira tubuhku yang bugar ini tengah sakit-sakitan, apa mereka tidak punya otak?!" Sentak David dengan lantangnya, membuat gadis kecil yang tengah terlelap dalam rengkuhan Hanna seketika itu terusik.
"Myh... Beullishik..." Gadis kecil itu mengeratkan rengkuhannya pada sang mommy, membuat David dan Erick sontak beralih menatap pada Hanna yang terlihat kesusahan menaikkan selimut sang putri.
"Tidak sayang, tidurlah..." Tutur Hanna lirih, tangan kiri yang tengah di tindih sang putri kini berusaha menggapai selimut Maura yang tak sengaja melorot karena ulah sang pemilik tubuh, namun hasilnya nihil, tangannya tak sampai, sedang tangan kanannya masih terasa sakit meski hanya untuk digerakkan.
Membuat David tergerak, laki-laki itu melangkah mendekati Hanna, tangannya pun mengulur merapikan selimut sang putri yang sudah acak-acakan.
__ADS_1
"Lebih baik aku pindahkan Maura di ranjangnya sendiri..." Usul David yang langsung di tolak Hanna mentah-mentah.
"Tidak, biarkan saya memeluknya..." Lirih Hanna, rupanya satu hari bersama sang putri tak membuat perempuan itu puas, nyatanya kerinduan itu masih saja bersarang dalam lubuk hatinya.
"Hmmm, baiklah..."
David kembali mendekati Erick.
"Kau jangan mengklarifikasi apapun, biarkan mereka bertindak semaunya, sepertinya ini akan menarik" Sahut David dengan seringai liciknya.
"Kau bisa pergi, kita selesaikan besok lagi..." Titahnya mengusir sang asisten.
Erick pun keluar, menyisakan Hanna dan David yang tak sengaja saling pandang.
"Iya, tolong. Lengan saya sedikit pegal..." Pinta Hanna.
David sontak bergerak menyaut menggantikan lengan Hanna dengan bantal empuk dari ranjang sebelah, membuat Maura sedikit terusik, gadis kecil itu bergerak-gerak ringan, refleks David menepuk-nepuk punggung sang putri agar gadis kecil itu kembali terlelap nyenyak.
"Shhht... Tidak apa girl, daddy disini..."
Hanna menatap laki-laki itu dengan tatapan yang sulit di artikan, sifat arogan yang biasa menguar dari laki-laki berwajah dingin itu tak lagi terlihat, sikapnya yang hangat dan penuh perhatian kini sedikit demi sedikit mampu melunturkan aura kejam dari sosok David yang selama ini ia kenal, hingga akhirnya laki-laki itu mulai menatap kearahnya, sejenak pandangan mereka saling bertemu, saling mengunci dalam sorot mata yang sulit di artikan, dan akhirnya terputus saat Hanna tiba-tiba memalingkan wajahnya.
"Sudah kan? Atau ada lagi?" Tawar David, membuat Hanna sontak menggeleng.
__ADS_1
"Tidak, terimakasih..."
Membuat David sontak berbalik hendak merebahkan diri di kursi sofa, ia harus menyelesaikan pekerjaannya yang kini menumpuk karena beberapa hari ini ia tinggalkan akibat penyanderaan yang harus ia terima dari sang putri.
"Eumm, tuan..." Membuat Langkahnya seketika terhenti, laki-laki itu kembali berbalik menatap Hanna.
"Hmmm... Ada apa?"
"Itu, mengenai tadi siang, emmm..."
Membuat David sontak mengerutkan dahi, pikirannya mulai dipenuhi oleh hal-hal negatif jika perempuan itu tak jadi menerima pinangannya.
"Kenapa? Kau ingin membatalkannya?"
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan bosan-bosan baca cerita aku ya
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1