
°°°~Happy Reading~°°°
Riuh memenuhi seisi ruang kelas, setiap insan tampak sibuk menilik secarik surat undangan dengan penuh antusias.
Begitu pula dengan Maura, gadis kecil itu tampak berbinar saat menatap pada undangan ulang tahun dari sang sahabat tercinta.
"Woahhh, kellen sheukalli Ashi. Ashi buat ini na gimana, Molla duga mau buat-buat shepeulti ini..." Sahut Maura menatap kagum pada secarik kertas di tangannya.
"Ashi mana tau Molla, Ashi kan tuma ikan, ahahaha..." Gurau Arshi yang langsung di timpali Maura penuh keseriusan.
"Ikan yang shuka lompat-lompat di lautan?"
Membuat Arshi semakin tergelak.
"No no Molla... Kalau ikan Ashi shuka lompat-lompat di kashull empuk aja. Tullush habish itu ngollok glok glok glok, ahahaha..."
Arshi tertawa terpingkal-pingkal dengan ucapannya sendiri, membuat Maura menghela nafas dalam, gadis kecil itu akhirnya sadar jika sang sahabat kini tengah mengerjainya.
"Tullush Ashi buat ini na dalli mana? Molla mau lliquesh shama mommy shulluh buat ini duga, tapi yang gamball plincess Ana, kan tomell..."
"Ashi duga eundak tahu Molla. Ashi tuma di kashih mommy ini tullush shulluh kashih shama teuman-teuman. Kata mommy teuman-teuman shulluh datang bawa hadiah yang banak-banak buat Ashi, hihihi..." Timpal Arshi mengada-ada sendiri.
"Hallush bawa hadiah buat Ashi shama Asha ya?"
"Huum, kalau eundak bawa hadiah nanti shulluh shatpam pullang ke llumah, eundak bolleh mashuk-mashuk..." Larang Arshi sembari menyilang kan kedua tangannya.
"Baiklah Ashi, nanti Molla datang llumah na Ashi bawa hadiah banak-banak buat Ashi shama Asha deh..."
"No, Molla eundak bolleh datang-datang llumah na Ashi..." Larang Arshi begitu saja, Membuat Maura sontak muram.
__ADS_1
"Keunnapa Molla eundak bolleh ke llumah na Ashi? Molla eundak bolleh ikut bullday na Ashi yaaa..." Lirihnya penuh putus asa.
"No, Molla eundak bolleh shuppik-shuppik shepeulti itu. Molla kan beshti na Ashi, jadi Molla bolleh ikut bullday..." Merangkul Maura agar sahabatnya itu tak sampai bersedih hati.
"Tullush keunapa Molla eundak bolleh ke llumah na Ashi?"
"Kalluna Acalla bullday na eundak di llumah na Ashi Molla... Acalla bullday na di hotell yang tinggi na banak-banak. Ini eddlesh na shini..." Sembari menunjuk tempat acara, tepatnya di sebuah hotel berbintang milik keluarga De Enzo.
*eddlesh : Address
"Ouuuh..." Maura membeo.
"Keunnapa atalla bullday na eundak di llumah na Ashi aja?"
"Lumah na Ashi sheumpit Molla, eundak muat banak-banak, nanti teuman-teuman mallah pada pishang galla-galla kullang shigen, hahaha..."
*Shigen : O2 (Hayo coba tebak apa)😂
🍁🍁🍁
"Myh, beshti na Molla mau bullday-bullday di hotell, kata na hallush bawa hadiah banak-banak, kalau eundak, nanti eundak bolleh mashuk..."
Membuat Hanna mengernyit, "Buldey?" Tak paham dengan yang diucapkan sang putri.
Maura sontak merogoh kertas undangan dari dalam tasnya, menunjukkannya pada sang mommy yang masih tampak bingung dengan ucapannya.
"Bullday myh, bullday happy tu yu..." Sahut Maura menirukan penjelasan dari sang sahabat.
Hanna masih tak paham, kata-kata Maura terlalu ajaib hari ini. Membuatnya tak ada cara lain selain membaca kertas bertinta emas itu.
__ADS_1
"Oh... Sahabatnya Maura mau ulang tahun?" Hanna menepuk jidat, bisa-bisanya acara ulang tahun berubah jadi acara bullday.
"Huum, kata Ashi hallush bawa hadiah banak-banak myh..."
"Maura mau beli hadiah buat Arshi?"
Gadis kecil itu menggeleng, "Shama Asha duga..." Wajahnya berubah merona, gadis kecil itu terlihat malu-malu kucing bak gadis remaja yang ketahuan menyukai seseorang.
"Baiklah, nanti kita izin daddy beli hadiah untuk Arsha sama Arshi, hmmm..."
"Shama Molla duga, boleh? Hihihi..." Pinta Maura sembari menyunggingkan senyum indahnya.
"Ehmmm, boleh. Tapi syaratnya harus cium mommy dulu..."
Cup...
"Mommy shepeulti daddy, shuka minta tium-tium, hihihi..." Seloroh Maura begitu menghamburkan satu ciuman di pipi sang mommy.
"Terus putri mommy ini mirip seperti siapa?" Goda Hanna.
"Molla millip shepeulti Ashi, tantik tullush gemoyi, hihihi..."
Membuat Hanna terkekeh, lagi-lagi putri kecilnya itu memiliki kosa kata baru. Dari mana gadis kecil itu mendapatkannya? Hanna sudah bisa menebak jika semua itu berasal dari Arshi, sang sahabat putri semata wayang.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕