
°°°~Happy Reading~°°°
"Ampuni saya tuan..." Karyawan itu semakin dibuat tak berdaya, jangan membuat masalah di hadapan laki-laki arogan itu, peringatan sang atasan kembali menggema, mengapa hari ini ia begitu sial dan tak sengaja membuat masalah bahkan dengan istri dan putrinya.
David menyaut tas yang di genggam karyawan itu dengan kasar, "kau benar-benar tak pantas menjadi manusia, bahkan kau lebih rendah dari seekor cacing tanah sekalipun..."
David pun menyaut tangan sang istri untuk ikut melangkah bersamanya, emosi yang meluap dalam dada membuat ia tak sadar jika genggaman tangannya terlalu kuat untuk Hanna.
"Mas..." Hanna mengusap lengan kanan sang suami, berharap bisa meredakan amarah sang suami yang kadung meluap.
Namun David tetap tak menyahut, laki-laki itu masih meneruskan langkahnya dengan wajah dingin penuh amarah.
Hingga tiba di satu etalase khusus, langkahnya terhenti, manik matanya menatap pada tas cantik yang tadi tak sengaja terlihat olehnya tengah dipegang oleh sang istri.
Disautnya tas itu dengan kasar.
"Selesaikan pembayaran, buat mereka yang mengusik keluargaku kehilangan pekerjaannya dan tidak mendapatkan pekerjaan di manapun..." Titahnya pada sang bodyguard, lalu kembali melanjutkan langkahnya dengan sang istri di genggamannya.
"Mas..."
__ADS_1
Hanna kesulitan menyeimbangkan langkahnya dengan langkah lebar sang suami, air matanya bahkan sudah mengembun, karena ulahnya ia sampai membuat suaminya murka, amarah yang menguasai sang suami bahkan ia tak mampu meredakannya.
"Mas... Tenanglah, tidak seperti itu. Tadi hanya salah faham..."
David masih saja diam membisu, laki-laki itu masih bergelut dengan amarah yang membuncah dalam dada, jika saja tidak ada istri dan putrinya bersamanya, sudah ia hancurkan barang-barang yang ada di toko murahan itu.
Hingga sampai di depan lobby dan mobil pun sudah mulai merayap, David masih saja membisu, laki-laki itu bahkan tak mengucapkan satu patah katapun sejak kejadian itu terjadi, membuat Hanna menjadi serba salah, namun mau tidak mau ia juga harus meminta maaf, bagaimanapun ini adalah kesalahannya.
"Maafkan Hanna mas, Hanna tidak berniat membuat masalah untuk mas, Hanna benar-benar tidak sengaja, Hanna..." Hanna tak sanggup meneruskan kata-katanya, sungguh ia merasa bersalah atas segala masalah yang telah ia timbulkan hari ini.
"Cukup Hanna..." Sentak David, laki-laki itu sedikit mengeraskan suaranya, beruntung si kecil Maura tengah terlelap dengan merengkuh erat tas barunya.
Membuat Hanna seketika itu tersentak, lelehan air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk mata, seketika luruh dengan sendirinya.
"Sudah cukup kamu menyalahkan dirimu Hanna. Ini salahku karena tadi harus meninggalkan kalian. Tidak bisakah kamu mengatakan kepada mereka jika kau adalah istriku? Mereka akan langsung segan kepadamu dan kejadian tadi tidak akan pernah terjadi..."
Hanna semakin merasakan sesak, lagi-lagi ini karena kesalahannya.
"Maafkan Hanna mas..."
__ADS_1
Membuat David mengusap wajah frustasi.
"Stop menyalahkan dirimu sendiri Hanna, stop meminta maaf karena kesalahan orang lain. Sudah kubilang ini salahku!"
"Iya, maafkan Hanna mas..."
David menarik nafas berat.
"Lain kali, langsung hubungi aku jika terjadi sesuatu. Jangan sembunyikan apapun dariku, faham?"
Hanna mengangguk pelan, "Iya mas...".
"Tapi tadi..." Kalimat Hanna menggantung.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Pagi-pagi othor sempetin update nih buat kalian
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕