
°°°~Happy Reading~°°°
Suasana makan malam kala itu terasa berbeda dari biasanya. Kedatangan Marvell dan keluarganya benar-benar membuat suasana rumah David semakin riuh karena adanya si kecil Arshi yang tak henti berceloteh mengeluarkan kekonyolannya.
"Ashi nanti tidull shini loh Daddy. Tadi mommy shudah melleshtui Ashi. Kata mommy, Ashi shama Asha nanti bolleh tidull shini shampai pagi, nanti daddy dangan lindu-lindu shama Ashi ya, hihihi..." ucap Arshi memperingatkan.
Bak seorang yang dewasa, gadis kecil itu bahkan memakai kata "merestui" pada kalimat yang tidak tepat. Pantas saja tidak tepat, karena di dapat dari hasil menjiplak kalimat David tadi siang.
Kata sang mommy, merestui berarti memperbolehkan. Jadi mommy nya sudah merestuinya, memperbolehkannya menginap di sini. Pikirnya sepolos anak-anak pada umumnya.
Marvell yang tidak tahu akan rencana itu karena baru saja tiba, sontak memicing menatap pada sang putra yang masih asik menyantap makanannya dengan gaya cool seperti biasanya.
"Ouhhh, seriously? Apa kalian tidak apa tidur disini berdua saja tanpa mommy dan daddy?"
Jelas ia khawatir pada sang putra yang tak terbiasa dengan keberadaan orang asing. Sedang si kecil Arshi, jangan di tanya lagi. Ia tak akan khawatir. Gadis kecil itu terlalu pintar membaurkan diri.
"Eundak apa-apa daddy. Kami kan anak-anak pembellani shepeulti badak laut."
Membuat Marvell sontak tergelak. Ada-ada saja celotehan putri kecilnya itu.
"Sepertinya anak-anakku akan merepotkanmu, tuan David." seloroh Marvell memperingatkan.
"Aku tak sabar menantikannya, tuan Marvell."
"Sekarang anda bisa bicara seperti itu, tuan David. Tapi nanti, begitu kami pergi, putriku akan sangat menyusahkanmu." peringat Marvell sekali lagi.
"Mungkin nanti aku bisa meminta kompensasi pada anda jika putrimu sangat merepotkanku, tuan Marvell."
"Dengan?" Marvell memicing tak mengerti.
"Kerja sama? Ahahaha... ."
"Ouhhh. Of course, tuan David. Aku jadi tidak sabar menunggu putriku merepotkanmu, ahahaha..." gelak Marvell menangapi serius guyonan David.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan ritual makan malam dan sedikit berbincang, akhirnya Marvell memilih undur diri bersama dengan Anelis dan putra bungsunya.
Sedang si kembar kini memilih tinggal, mereka berdua akan menginap seperti rencana awal setelah Marvell akhirnya mengijinkan.
"Sudah malam. Kalian harus tidur." ucap David mengintruksikan ketiga bocah kecil itu untuk memasuki kamarnya masing-masing di lantai 2.
Ketiganya pun menurut dan segera naik ke lantai 2 dengan di temani Hanna dan beberapa pelayan.
"Arsha tidak apa tidur sendiri?" sahut Hanna memastikan. Bagaimanapun Arsha masihlah bocah kecil. Jadi wajar jika ia khawatir jika Arsha tak berani tidur sendiri seperti kebanyakan anak laki-laki lain.
"Tidak apa aunty. Arsha sudah terbiasa." Meski Hanna tetaplah orang asing, tapi Arsha bahkan bersikap lembut pada perempuan itu layaknya pada sang mommy.
Kedua perempuan itu memiliki banyak kesamaan, sama-sama lembut dan penuh kasih sayang.
Meninggalkan Arsha sendiri di kamarnya, Hanna lantas mengantar Maura dan Arshi ke kamar sang putri.
"Maura sama Arshi langsung tidur ya, sudah malam. Nanti bangunnya terlambat."
"Shiap onty... ."
Kedua bocah kecil itu bahkan langsung menurut dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan patuh.
Seperti ada yang mencurigakan.
"Mommy udah bolleh kelluall kok. Molla shama Ashi udah mau tidull..." pinta Maura mengusir sang mommy secara halus.
Hanna menerbitkan senyum. Melihat sang putri kembali berceloteh sudah cukup membuatnya lega. Mungkin benar jika hanya si kecil Arshi lah yang mampu menyembuhkan trauma sang putri tercinta.
"Baiklah. Kalian tidur ya. Mommy ke kamar dulu." ucapnya lalu membenahi selimut kedua gadis kecil itu.
"Shiap mommy tantik."
"Shiap onty tantik."
__ADS_1
Sahut keduanya serentak.
Keduanya lantas memejamkan mata, membuat Hanna memilih keluar dari ruangan itu, membiarkan kedua gadis kecil itu terlelap nyenyak.
Klek... .
Pintu terdengar di tutup menandakan Hanna telah meninggalkan ruangan itu, membuat kedua gadis kecil itu kembali membuka matanya lebar.
"Molla, al yu lidy?" seru Arshi penuh semangat.
"Of klosh Ashi. Lesh goo... ."
Klek... .
Belum sempat memulai aksinya, pintu kembali terbuka, membuat kedua gadis kecil itu refleks merebahkan tubuhnya dan kembali memejamkan mata. Pura-pura tertidur nyenyak.
"Arsha tau kalian belum tidur!" Sergah Arsha menyilangkan tangan di depan dada.
Membuat kedua gadis kecil itu sontak membuka mata lebar, hela nafas sudah pasti berderu kencang, pikir mereka Hanna kembali memasuki ruangan dan mendapati mereka tak menepati kata.
"Hihh, Asha buat Ashi dantungan aja sih. Kalau dantung na Ashi belldegub-degub gimana..." Cerocos Arshi merutuki kejahilan kembarannya.
"Itu kan salah--"
"Apa yang kau lakukan di kamar putriku!!!"
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1