Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Kemungkinan Terburuk


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Gelak tawa tak henti menggema di balik ruangan mewah yang kini tengah di tempati Hanna bersama sang putri, berkali-kali Hanna melancarkan aksinya menggoda sang putri, berkali-kali itu juga gadis kecil itu melengkingkan tawa membahana, menunjukkan betapa bahagia hidup yang kini tengah di jalaninya saat ini.


" Ahahaha... Mommy shuttop... Molla gulli... Molla gulli myh, ahahaha... " Gadis kecil itu meronta di bawah kungkungan sang mommy yang tak henti menggelitiki perut buncitnya.


" Bilang nyerah dulu sama mommy! " Ancam Hanna, membuat gadis kecil itu sontak mengangguk pasrah.


" Molla nullah... Molla eundak mahu itik-itik mommy ladih... Mommy shuttop... Molla tapek tawa-tawa mullullu, ahahaha... "


Pergerakan tangan Hanna terhenti, membuat si kecil Maura sontak menghela nafas lega, gadis kecil itu mengusap wajahnya yang basah akan peluh keringat, menyingkirkan rambut pirangnya yang sudah berserakan agar tak menutupi pandangannya pada sang mommy tercinta.


" Euhhh... Molla bellet empish myh... " Sahut Maura tiba-tiba, tubuh mungilnya menggelinj*ng, kedua tangan kecil itu sontak memegangi inti tubuhnya yang sebentar lagi akan bocor mengeluarkan air seninya.


" Astaghfirullah... Jangan ngompol dulu sayang. Sini, kita ke kamar mandi... "


Hanna bergerak cepat mengambil sang putri dari ranjangnya, membawa gadis kecil itu ke kamar mandi dengan langkah terburu agar Maura tak sampai mengompol di celana.


" Euhhh... Mommy tepeutan... Molla eundak tahan... Molla mau botoll-botoll myh... " Gadis kecil itu sudah tak sanggup lagi menahan rasa ingin buang air kecilnya. Hingga akhirnya, air seni itupun tumpah kedalam kloset bersamaan saat Hanna berhasil membuka celana si kecil Maura.


" Fiuhhh... Eundak jadi botoll-botoll myh, ihihihi... " Lega Maura.


Hanna menyunggingkan senyumnya, tingkah gadis kecil itu benar-benar menggemaskan di mata indahnya.

__ADS_1


Di gendongnya sang putri keluar dari kamar mandi, lalu meletakkan tubuh mungil itu di atas ranjang king size milik David yang terasa begitu nyaman untuk ditiduri.


" Sudah lega? "


" Huum... Leuga sheukalli... Pipish na Molla langsung meluntull kaya aill tulljun, tulll gitu... Ihihihi... " Kikik Maura dengan tawa renyah nya, membuat Hanna sontak semakin gemas, di kecupnya pipi chubby itu.


" Ini hukuman karena Maura sudah buat mommy jadi panik tadi... "


Gadis kecil itu sontak berbinar.


" Mau hukum ladih... Molla mau hukum ladi yang banak-banak myh, mau hukum shini shini shini shini shini... " Sahut Maura penuh antusias.


Hanna menurut, perempuan itu sontak bergerak menghamburkan kecupan di wajah imut sang putri.


" Mau ladih... mau ladih... " Rengek Maura seolah tak ada bosannya.


" Sudah, hukumannya lain kali la... "


Hanna tertegun, wajahnya berubah muram, perempuan itu tersadar. Malam ini... Malam ini adalah malam terakhir ia bisa menemani sang putri, bercanda gurau bersama, tertawa bersama, mengukir kenangan indah bersama.


Lalu bagaimana bisa ia mengatakan jika ada lain kali seolah hari esok akan hadir mempertemukan mereka kembali? Bagaimana bisa ia lepas kendali hingga melupakan fakta bahwa dirinya harus segera pergi meninggalkan putri kecilnya itu sendiri di sini?


Mungkinkah... Mungkinkah ada kesempatan baginya untuk bertemu lagi dengan sang putri di lain hari? Atau bahkan... .

__ADS_1


Ya Allah... .


Hanna tak sanggup lagi membayangkan kemungkinan terburuk yang harus ia hadapi.


Di rengkuhnya tubuh mungil itu dalam dekapan hangatnya, air mata itu hampir saja menetes membasahi wajah cantikya, namun sekuat hati ia menahannya, menahan setiap rasa sesak dan sakit yang kian menghujam nya tanpa henti.


Bagaimanapun ia masih seorang ibu yang tak akan rela meninggalkan putri kecilnya itu seorang diri, tidak, bahkan sedetikpun ia tak akan sanggup melepaskannya dari genggamannya.


" Mommy keunnapa? " Tangan mungil itu refleks merengkuh balik sang mommy, senyum yang sedari tadi menyungging di bibir itupun kini terganti oleh raut penuh khawatir.


Hanna melepas rengkuhannya, manik matanya kini menatap lekat pada wajah cantik sang putri, tangannya bergerak mengusap wajah sang putri yang terlihat kebingungan atas sikapnya yang mendadak berubah.


" Mommy sayang sama Maura... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Yuk, semangat yuk...


Udah masuk weekend nih


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2