
°°°~Happy Reading~°°°
Sejak keluar dari rumah sakit, si kecil Maura terus saja menempel pada sang mommy, bahkan dengan tangan Hanna yang sudah terbebas dari gips dan masih harus berhati-hati dalam bergerak, gadis kecil itu tetap bersikukuh ingin di gendong oleh sang mommy.
Membuat David pun memutuskan untuk mengajaknya ke pusat perbelanjaan, mengiming-imingi gadis kecil itu dengan permainan yang begitu memanjakan mata. Dan bisa di tebak, gadis kecil itu akan langsung menurut dan bersedia di gendong oleh sang daddy tercinta.
Hingga mobil itu berhenti di areal lobby mall, si kecil Maura langsung berhambur ke dalam bangunan super mewah itu, membuat beberapa bodyguard dengan sigap menangkap tubuh mungil gadis kecil itu.
"Hati-hati girl, jangan berlarian, nanti kalau kamu tersesat bagaimana, hmmm..." Peringat David sembari membawa si kecil Maura dalam gendongannya, sedang bodyguard yang tadi berhasil menangkap tubuh Maura kini berangsur mundur dan kembali membaur di tengah keramaian.
"Maafhkan Molla daddy, Molla eundak sheungaja... Molla mau teupat-teupat main. Main-main na mana..." Gadis kecil itu menatap bingung pada seisi mall yang ramai akan lalu lalang orang-orang yang tak henti memperhatikan mereka.
"Iya, nanti di atas..."
"Mau main-main sheukallang daddy..." Sahut gadis kecil itu tak sabar.
"Baiklah..."
Tanpa sepatah kata, David tiba-tiba menyaut tangan kiri Hanna yang masih berdiri di belakangnya, menggenggamnya erat, membawanya untuk melangkah bersama.
Membuat Hanna seketika itu terperangah, manik matanya sontak menatap pada sang suami yang tampak biasa saja tanpa ada kecanggungan.
__ADS_1
Hatinya berdesir, perasaannya campur aduk, mengapa laki-laki ini bersikap begitu manis, begitu hangat, membuat dirinya begitu nyaman akan keberadaannya.
🍁🍁🍁
Hampir satu jam lamanya gadis kecil itu menghabiskan waktu di tempat bermain, akhirnya gadis kecil itupun mengakhiri permainannya. Hanna sudah tak enak hati dengan sang suami yang harus meninggalkan pekerjaannya demi menemani sang putri bermain, dan kini putri kecilnya itu masih saja merengek meminta melanjutkan permainannya.
"Mommy, mau itu ladi..." Rengek Maura tak ingin meninggalkan tempat bermain itu begitu saja.
"Tidak sayang, kita pulang. Kasihan daddy nungguin Maura bermain dari tadi..."
"Tidak apa, biarkan dia bermain lagi..." David ikut ambil suara.
"Tidak mas, nanti dia malah jadi keterusan ngga mau diajak pulang..." Sahutnya setengah berbohong, padahal Hanna hanya tak enak hati jika harus merepotkan sang suami lebih jauh lagi.
"Oh... Don't cry my girl..." David membawa sang putri dalam gendongannya, menepuk-nepuk punggung kecilnya, berusaha menenangkan.
"Daddy... Mau itu ladi, hiks..." Pinta Maura, berharap daddy nya itu akan kembali memenuhi keinginannya.
"No girl, kamu harus mendengarkan mommy. Lain kali nanti kita kesini lagi, oke?"
Maura tak menjawab, gadis kecil bahkan tak mengangguk ataupun menggeleng.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita beli tas untuk Maura, putri daddy kan akan sekolah hari senin nanti, hmmm..."
"Beulli tash shekullah buat Molla?"
"Yes, of course..."
"Huum, Molla mau beulli tash plincess..."
"Oke, come on girl..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maaf ya, belum bisa rutin update nya
othor masih menyesuaikan jadwal baru nih, hehehe
Yuk chingu semangatin othor, Hahaha
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕