
°°°~Happy Reading~°°°
"Ashi... Ashi keunnapa eundak shuppik-shuppik Molla kalau Ashi mau peullgi ke bullday mommy na Molla..." Tegur Maura pada sang sahabat yang tak memberitahu perihal kedatangannya.
"Hehehe, Ashi duga ballu tau kalau ini bullday mommy na Molla. Daddy eundak shuppik-shuppik shama Ashi sih Molla..."
"Daddy na Molla duga eundak shuppik-shuppik kalau mommy bullday halli ini, glanny duga. Mallah tadi glanny kibull-kibull Molla... Glanny shuppik-shuppik pengen buang beushall-beushall, tapi Molla mallah di tullik ke luang beshall, tellush Molla eundak bolleh shushul mommy shama daddy shini..." Adu Maura mendramatisir.
"Itu... Nama na shupplish Molla, hihihi..." Kekeh Arshi sembari menyuap cake berukuran besar di depannya.
"Shupplish na eundak shellu, Molla kena kibull-kibull glanny Ashi... Molla eundak shuka..." Gerutu Maura ikut menyuap kue tart hasil dari merampas milik sang mommy bersama sahabatnya, dan bisa di tebak siapa yang menggawangi rencana absurd itu, pastilah si kecil Arshi pelakunya.
"Shi, jangan makan cake terus, nanti pipi kamu bisa meledak..." Peringat Arsha mendatangi kedua bocah yang tengah asik memakan kue tart ulang tahun di pojok ruangan, duduk selonjoran di atas lantai dengan kue tart di tengah-tengahnya, kedua gadis kecil itu benar-benar tak tahu malu dengan para tamu undangan. Saling ngerumpi tanpa perduli pada hiruk pikuk kemeriahan pesta, kedua gadis kecil benar-benar asik sendiri dengan percakapannya.
"Uhhh, Asha eundak ushah llobid-llobid Ashi deh... Shuppik aja kalau Asha mau cake na Ashi kan..."
*llobid-llobid : Forbid (melarang/larang-larang)
__ADS_1
"Ck, terserah. Arsha ngga tanggung jawab kalau mommy marah karena kamu kebanyakan makan..." Sengak Arsha pada sang kembaran yang memang susah di atur itu.
"Hiiih, Asha dahat sheukalli sih... Ashi lapall Asha, pengen mamam, kallau Ashi eundak mamam tellush pishang kelapallan, gimana... Asha mau tanggung dawab nanti..." Rutuk Arshi pada sang kembaran.
"Shuttop-shuttop... Asha shama Ashi keunnapa shuka llibut-llibut shih, Itu eundak badus, hallush salling shayang-shayang..." Seloroh Maura berusaha melerai kedua kembaran yang tengah berdebat itu.
"Asha kallau eundak ada mommy memang shuka nakall-nakall shama Ashi Molla. Shuka buat Ashi sheball-sheball sheundilli, huh..." Adu si kecil Arshi.
"Asha eundak bolleh shepeulti itu, beulldossa..." Nasihat Maura untuk bocah laki-laki yang terkenal tengil itu.
"Yesss, Asha kabull-kabull, jadi Ashi bisa puash-puash main shama Molla, hihihi..." Kikik Arshi tak ingin melewatkan kesempatan emas.
🍁🍁🍁
Puas memantau keadaan sang putri yang masih asik bermain dengan sahabatnya, Hanna lalu di bawa sang mertua untuk diperkenalkan kepada teman-teman sosialitanya.
Awalnya Hanna berpikir jika ibu-ibu sosialita itu akan memandang rendah dirinya, menghina dirinya yang hanya seorang perempuan lulusan SMA tanpa gelar tinggi seperti kebanyakan perempuan kota.
__ADS_1
Namun pikirannya salah besar, tidak semua ibu-ibu sosialita memandang status sebagai patokan utama, harta tak lagi menjadi jaminan hidup bahagia, ibu-ibu sosialita itu cukup open minded akan semua kondisi di sekelilingnya.
Pertemanan mereka begitu sehat, tidak ada yang saling menjatuhkan dan menjerumuskan, mama Agatha benar-benar beruntung mendapatkan teman-teman seperti mereka. Berbagai canda tawa terlontar tanpa ada kepalsuan di dalamnya.
Hingga di tengah percakapan itu, Hanna merasakan pusing yang teramat menyiksa, membuatnya terpaksa untuk undur diri.
"Ma, Hanna izin cari Maura dulu ya..." Izin Hanna beralasan, tak mungkin jika dirinya mengeluh pusing karena terlalu lelah menjamu para tamu undangan.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Double up for speciall day, hehehe
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1