
°°°~Happy Reading~°°°
David masih saja mematung di tempatnya, jawaban yang Hanna berikan sontak saja membuat dirinya panas dingin. Bukan perempuan itu yang memancingnya, namun dirinya sendiri yang terlalu bodoh hingga tak sengaja tercebur dalam kubangan rasa haus yang menggelora.
"Daddy... tepeutan shini, Molla udah nantuk, mau pelluk mommy shama daddy shama-shama..." Pinta gadis kecil itu pada sang daddy yang masih membeku di posisinya, hanya melamun tanpa berniat menyahut, membuat gadis kecil itu sontak mengeraskan lengkingannya.
"Daddy..."
Laki-laki itu tersentak, seketika keluar dari hanyut lamun yang berhasil membuatnya terombang-ambing dalam imajinasi yang semakin melanglang buana.
"Yes girl..."
"Daddy keunnapa shitu mululu, Daddy shini teupetan, Molla mau tidull shama mommy shama daddy..."
Mau tak mau, David pun melangkah mendekati sang putri yang telah merebahkan diri di samping sang mommy. Sejenak manik matanya beralih menatap pada sang istri yang hanya diam membisu, hingga tatapan itu saling beradu, menciptakan desiran aneh yang entah mengapa membuat tubuhnya jadi tak menentu.
Ada apa dengan tubuhnya, mengapa hanya menatap wajah itu berhasil membuat tubuhnya panas dingin tak karuan.
"Daddy..." Gadis kecil itu kembali bersuara saat sang daddy kembali termenung di posisinya.
Membuat David sontak salah tingkah, tubuhnya seketika berpaling memunggungi kedua perempuan itu, tangannya bergerak meraih remote AC di atas nakas, tak sanggup menahan rasa panas yang semakin membuat tubuhnya tersiksa.
"Huffft... Panas sekali kan girl..."
__ADS_1
Gadis kecil itu tampak berpikir sejenak.
"No daddy, tubuh Molla ding ding sheukalli, Molla membuku..."
"Ahhh, benarkah?" Sahut David kehilangan kata-kata, jika hanya dirinya saja yang merasakan panas itu, apa dirinya sudah tidak normal?
"Huum, ding ding sheukalli. Molla mau pulluk daddy shama mommy, biall Molla hangat..."
"Daddy bobo shini tepeutan..." Gadis kecil itu menepuk sisi ranjang di sebelahnya, membuat David mau tak mau menurut pada sang putri yang mendadak menjadi keeper malam pertama.
"Putri daddy kedinginan, hmmm..." Sahut David mencoba menetralkan suasana.
"Huum... Mau pelluk mommy shama daddy, hihihi..." Pinta gadis kecil itu, membuat sepasang pengantin baru itu saling menatap dalam kebisuan.
"Mommy shama daddy eundak mahu yah..." Gadis kecil itu menunduk sedih saat mendapati kedua orangtuanya hanya diam tanpa menyahut, seolah enggan untuk menuruti permintaannya.
"Sayang, tangannya mommy masih sakit. Maura tidak apa kan di peluk daddy saja..."
"Yes girl, daddy akan peluk putri daddy yang cantik ini semalaman, setuju?"
Membuat gadis kecil itu mengangguk lemah.
"Shutuju, tapi kalau tangan na mommy udah shembuh mau pelluk beultiga..."
__ADS_1
"Iya..."
Maura beralih menatap pada sang mommy.
"Mommy teupat shembuh ya, biall bisha pelluk Molla ladi, Molla shayang mommy, eundak mau mommy tatit-tatit ladi, muach..." Ungkap Maura sembari menghamburkan kecupan di pipi sang mommy, membuat Hanna di landa haru, putri kecilnya itu memang sosok gadis yang penuh kasih sayang, sosok penyayang penuh akan kehangatan, namun di balik itu semua, Maura adalah gadis yang rapuh, sangat mudah terluka akan hal-hal yang mengganjal hati.
Hingga tak lama, kedua perempuan itupun terlelap, hanyut dalam mimpi indah yang memabukkan.
Sedang David, laki-laki itu masih terjaga, manik matanya tak henti menatap pada dua sosok perempuan yang kini berhasil menempati tempat terpenting di hatinya.
Tangannya kini mengulur mengambil tangan mungil Maura yang menindih lengan kanan Hanna, memberinya pembatas diantara keduanya, ia hanya khawatir jika saja gadis kecil itu tak berhenti bergerak hingga membuat lengan Hanna kembali cedera.
"Good night, girl..."
Cup...
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Kira-kira yang dicium siapa ya...
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕