
°°°~Happy Reading~°°°
Malam semakin larut, susah payah David menenangkan sang putri yang terus meracau mencari keberadaan sang mommy, akhirnya gadis kecil itu kini terlelap di rengkuhan sang mimpi.
Di rapihkan nya selimut yang membalut tubuh mungil putri kecilnya itu, tak lupa laki-laki itu juga membubuhkan kecupan hangat di kening gadis yang tengah terlelap nyenyak itu.
David melangkah meninggalkan ruang rawat sang putri, melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan yang tepat berada di sebelah kanan ruangan itu.
Tangannya mengulur membuka pintu ruangan itu dengan gerakan lemah, bola matanya mulai mengembun, saat didapatinya sosok yang kini tengah terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya.
David menarik kursi, mendudukkan dirinya di samping sosok itu, bola matanya tak henti menatap perempuan berparas cantik itu dengan mata berkaca-kaca.
Sesal yang hanya di rasa, mengapa semua ini harus terjadi di saat ia mulai tersadar akan ego yang ia luapkan, mengapa Tuhan tak memberikan ia kesempatan disaat ia telah tersadar akan segala dosa.
"Tidakkah kau merindukan putrimu?" Air mata itu mulai jatuh luruh membasahi wajah rupawan David, David terisak, laki-laki itu tak mampu menguasai hatinya yang kini tengah porak-poranda tak beraturan.
"Seharian Maura mencarimu, apa kau tak kasihan padanya?"
"Maura... Maura ingin menemuimu, gadis kecil itu tak henti menangis dan memanggil-manggil dirimu, Maura merindukan mommy nya..."
"Jadi, cepat buka matamu, segera temui putrimu agar dia tak menangis lagi, aku tak sanggup melihatnya menahan rindu ingin bertemu denganmu. Aku janji, aku janji tak akan memisahkan kalian lagi, Hanna..." Pinta David dalam derai tangisnya, laki-laki dingin yang begitu arogan itu kini menjelma menjadi sosok yang begitu rapuh dan tak tahan akan segala kesedihan yang mendera.
David akui ia telah gagal, ia gagal menjadi sosok ayah yang baik untuk putri kecilnya, ia hanyalah sosok laki-laki brengs*k yang tanpa hati telah menyakiti dua perempuan yang berharga dalam hidupnya.
"Maafkan aku Hanna..."
__ADS_1
🍁🍁🍁
Siang itu, Maura tengah terlelap dalam tidur siangnya, David dengan setia menemani sang buah hati, tak perduli akan rasa lelah dan letih yang menderanya, laki-laki itu tetap setia menemani sang buah hati yang tengah di rundung luka.
Drttt... Drttt...
David merogoh ponsel di saku celananya, ternyata Erick, laki-laki itu mengabarkan perihal keadaan perusahaan yang tengah di landa masalah, membuat David sontak memijit kepalanya yang terasa hampir pecah, masalah putrinya saja belum selesai, kini datang masalah baru, seolah Tuhan telah menyiapkan rencana untuk memberikannya karma yang setimpal.
"Aku kesana sekarang..."
David meraih jas yang ia sampirkan di bahu kursi, keluar dari ruangan, ia memanggil dua perawat khusus yang selama ini menjaga sang putri jika ia ada hal mendesak yang mengharuskan nya meninggalkan ruangan putri kecilnya.
"Aku keluar sebentar, tolong jaga putriku..."
David melangkah meninggalkan ruangan sang putri dengan langkah cepat, sedang kedua perawat itu kini berganti memasuki ruangan Maura untuk menjaga gadis kecil itu jika sewaktu-waktu gadis kecil itu bangun dari tidurnya.
Lama tak bersuara, akhirnya mereka mulai membuka mulutnya, mengobrol hal-hal tak penting hingga sampai pada topik yang tengah menjadi buah bibir di seluruh kalangan rumah sakit.
"Aku tidak menyangka jika tuan David memiliki seorang putri, lihat saja bagaimana wajah dinginnya itu, aku tidak yakin jika ada seorang perempuan yang berhasil memikat hatinya..." Salah satu perawat mulai membuka suara.
"Ya kau benar. Tapi asal kau tau, perempuan yang di rawat di ruang VVIP sebelah itu sebenarnya adalah istri rahasia tuan David..."
"Kau serius!!!" Sentaknya, membuat rekannya itu seketika mencubit kecil selembar kulitnya, membuat perempuan itu semakin menjerit kesakitan.
"Aw... Aw..."
__ADS_1
" Pelankan suaramu, bagaimana kalau gadis kecil ini bangun..." Geramnya sembari menatap pada Maura yang masih memejamkan matanya seolah tak merasa terusik.
"Aku tidak sengaja..." Lirihnya.
"Tunggu-tunggu, perempuan itu istrinya tuan David, jadi ibunya gadis kecil ini?"
Angguk rekannya dengan anggukan kecil.
"Mereka sakit dalam waktu bersamaan? Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Mereka kecelakaan, ibunya melindungi putrinya..."
"Malang sekali nasib gadis kecil ini, ibunya hampir saja meninggalkan, lihat saja bagaimana keadaannya sekarang, aku tidak yakin perempuan itu bisa bangun dari koma nya..."
"Shhht... Pelankan suaramu, kalau sampai bodyguard tuan David sampai dengar, habislah kita..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
maap ya, othor nyangkut sebentar tadi
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1