
°°°~Happy Reading~°°°
Riuh tamu undangan mulai memenuhi tempat acara dimana sebuah pesta ulang tahun tengah di gelar begitu meriah. Semua tamu undangan tampak di buat tertegun pada dekorasi mewah yang kini di suguhkan.
"Woahhhh, ada pincess Elsha myh... Pincess Elsha tantik sheukalli..." Sentak Maura penuh antusias, gadis kecil itu tampak berbinar menatap pada ballroom besar yang kini di hias begitu cantik dengan ornamen tokoh-tokoh kartun kesukaannya.
"Itu Ashi, itu Ashi myh... Ashi tantik sheukalli shepeulti pincess..." Tunjuk Maura pada sang sahabat yang kini berangsur memasuki tempat acara.
Pandangannya pun beralih menatap pada bocah laki-laki yang kini terlihat menggandeng sahabat kecil nya, senyumnya melebar.
"Asha duga tampan..." Batinnya dengan pipi merona.
Acara pun terus bergulir, satu persatu rangkaian acara berlalu begitu meriah, hingga saat si kecil Arshi memilih menyudahi penampilannya dan mulai membaur menyapa para tamu undangan yang hadir di pesta ulang tahunnya.
"Molla..." Teriak si kecil Arshi begitu melihat kehadiran Maura di antara ratusan tamu yang hadir di pestanya, gadis kecil itupun sontak berlari dan menghamburkan diri ke pelukan sahabat barunya.
"Ashi tantik sheukalli sheupeulti pincess Elsa..." Puji Maura.
"Molla duga tantik sheupeulti pincess Ana..." Balas Arshi.
"Sayang, berikan kadonya pada Arshi... " Ingat Hanna sembari menyodorkan sebuah paper bag besar pada sang putri.
Maura pun mengambil alih paper bag besar itu dengan susah payah.
"Ashi... Happy bulldey tu yu ya... Ashi dangan shuka nanit-nanit ladi kalau ladi di shekull, hihihi... " Gurau Maura sembari menyodorkan paper bag itu pada Arshi.
__ADS_1
"Hehehe... Habis na Asha shuka jail-jail shama Ashi sih Molla, Ashi kan jadi sheuball..." Bukan Arshi jika tidak pandai mencari alasan.
"Asha baik kok Ashi... Shuka tolong-tolong Molla duga..." Bela Maura, namun Arshi acuh saja, gadis kecil itu seolah mendadak tul* saat lagi-lagi sahabatnya itu kembali membela sang kembaran tanpa henti.
Dari pada mendengar tentang kebaikan-kebaikan Arsha, lebih baik ia mengintip apa isi kado berukuran jumbo itu.
"Inni apa ishi na Molla, pellashaan beushal sheukalli... " Kepo Arshi sembari mengintip di balik celah paper bag berukuran besar itu.
"Pempesh Ashi..."
Membuat Arshi sontak mengernyit.
"Pempesh? Pempesh na buat shapa Molla? Dedek bayi oek oek na Ashi kan mashih suttudi di pullut na mommyh..." Arshi menatap bingung pada Maura.
*Sutudi: study/belajar
Membuat Arshi seketika berubah murung, bola matanya mulai berair siap meluruhkan tangis.
"Ashi eundak shuka ngompoll kok Molla... "
"Oh sayang... Tidak tidak... Maura hanya bercanda tadi..." Hanna berusaha menenangkan gadis kecil yang tengah berulang tahun itu.
"Ashi tup tup tup... Molla tadi hana beullcanda, dangan mallah-mallah ya Ashi yang tantik na sheupeulti pincess Elsha... " Sahut Maura, gadis kecil itupun merengkuh sahabatnya, berusaha menenangkan nya agar tak sampai menangis karena ulah jahilnya.
Hingga tak lama kemudian, Anelis dan sang putra pun datang menghampiri kedua sahabat yang kini tengah di mabuk perbestian.
__ADS_1
"Ini ada apa... Kok pada pelukan kaya teletubbies?" Anelis terkekeh dengan ulah kedua bocah menggemaskan itu.
"Biasa myh... Mereka itu kan anak-anak kurang kerjaan!!!" Timpal Arsha yang sudah jengah dengan tingkah dua bocah perempuan itu.
"Dalli pada Asha shuka na dutek-dutek mulullu, muka na millip keultash leutcek, jadi eundak puna beshti deh, wleee... " Sungut Arshi setelah melepas rengkuhan nya.
"Sudah dong... Kok malah jadi berantem sih anak-anak mommy..." Sahut Anelis menengahi.
"Itu myh... Asha na shuka calli galla-galla shama Ashi..." Geram Arshi.
Anelis menghela nafas dalam, kedua anak itu memang tidak pernah akur.
"Memangnya tadi Arshi sama Maura kenapa tadi berpelukan seperti Teletubbies? " Sahut Anelis mengalihkan pembicaraan.
"Tadi Ashi na ngambek galla-galla Molla billang kallo Molla kashih hadiah Ashi pempesh tante... " Timpal Maura jujur apa adanya.
"Kenapa ngambek, kan memang kenyataannya seperti itu?" Seloroh Arsha, membuat Arshi seketika mendelik.
"Eundak, Ashi eundak peullnah ngompol..." Sentak Arshi.
"Terus yang setiap pagi bilang " Mommyh... Myh... Bocoll bocoll... " Itu apa kalau tidak mengompol, apa rumah daddy yang bocor... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕