
°°°~Happy Reading~°°°
Deru mesin mobil berhasil memecah keheningan malam, dengan kecepatan rendah, mobil mewah itu mulai menembus keramaian jalanan ibukota yang riuh akan lalu lalang muda-mudi yang tengah menghabiskan malam minggu penuh cinta.
Hingga akhirnya mobil itu mulai menepi di sebuah perumahan elit, memilih berbelok ke sebuah bangunan mewah dengan pagar menjulangnya.
"Glanny..." Pekik si kecil Maura saat mendapati sang granny tak segan menyambut kedatangannya.
"Kesayangannya granny akhirnya datang juga. Makin tembem aja nih pipi, jadi tambah gemes jadinya..." Sambut mama Agatha sembari mencubit pipi chubby Maura dengan gemas.
"Uhhh, glanny eundak bolleh tubit-tubit bakpoo na Molla shepeulti itu, bakpoo na Molla nanti tambah beushall tullush melleudak, huhu..." Keluh Maura sembari mengusap kedua pipinya yang terasa kebas akibat ulah sang granny.
"Kok jadi bakpao, berarti ini boleh di makan dong..." Sembari menyentil pipi kanan Maura yang langsung membuat benda kenyal itu bergetar naik turun.
"No glanny, ini bakpoo na Molla shollang, glanny eundak bolleh minta-minta bakpoo na Molla, nanti Molla eundak kebagian..." Rutuk Maura sembari merangkum kedua pipinya erat agar tak di curi sang granny.
*Shollang \= seorang🙄
"Assalamualaikum ma..." Salam Hanna memutus obrolan un-faedah itu, tangannya kini bergerak mencium tangan mama Agatha penuh takdzim.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam mantu mama. Gimana, udah sembuh kan Han?"
Membuat Hanna sontak mengernyit.
"Kata David kamu kemarin sakit, sampai ngga kuat bangun dari tempat tidur, sudah diperiksa ke dokter Han? Dokter bilang sakit apa?" Selidik mama Agatha.
Membuat Hanna termangu, bingung harus menjawab apa, faktanya sakitnya bukan sakit yang bisa di sembuhkan dengan obat-obatan, hanya istirahat yang cukup dan rehat dari aktifitas pun keadaannya akan segera membaik seperti sekarang.
"Ehmmm, itu ma..." Hanna bingung harus menjawab apa, lagian kenapa suaminya itu hanya diam membisu tak membantunya mencari alasan.
"Kenapa Han? Parah ya?"
"Iya mah, parah banget..." Ingin Hanna berteriak lantang, namun nyatanya perempuan itu hanya bisa meringis meratapi kejadian yang telah terjadi.
Laki-laki itu main nyelonong masuk tanpa menyapa sang ibu yang telah susah payah melahirkannya, membuat mama Agatha sontak berdecak, anak laki-laki nya itu memang suka seenaknya sendiri.
"Heh, dasar anak durhakim, main nyelonong-nyelonong aja. Kamu ngga mau salim sama mama dulu hah, DAVID!!!" Gerutu mama Agatha tak terima, namun David tak bergeming dan masih saja melanjutkan langkahnya, hingga pergerakannya kini terhenti saat suara sang istri kembali menggaung.
"Mas... Salim sama mama dulu..."
__ADS_1
Laki-laki itu langsung putar balik dan tak segan mencium tangan mama Agatha sesuai titah sang istri, ia pun kembali melangkah masuk ke dalam mansion, meninggalkan Hanna dan mama Agatha yang masih termangu di tempatnya berdiri.
"Itu beneran David Han?" Sahut mama Agatha menatap tak percaya pada perubahan drastis seorang David.
🍁🍁🍁
Denting sendok dan garpu saling bersahutan, setelah sekian lama tak merasakan makan malam bersama, akhirnya keluarga besar itu kembali merasakan kebersamaan.
Si kecil Maura menjadi yang paling heboh dalam ritual makan malam itu, sedikit-sedikit gadis kecil itu meminta tambah lauk, pantas saja jika ia sekarang tambah gendut dengan pipi bulat yang hampir meletus.
"Glanny glanny, shebeuntall ladi Molla mau puna dedek bayi oek oek loh..."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Segitu dulu ya, hehehe
Masih pada setia sama Molla kan, hehehe
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕