Secret Baby Girl

Secret Baby Girl
Biar Mas Saja


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Mau tidak mau, David pun mengejar langkah sang istri yang kini sudah tertelan pintu kamar mandi.


Sesampainya di dalam kamar mandi, terlihat istrinya itu tengah kesusahan menyiapkan air mandi untuk sang putri, membuatnya pun di landa tak tega jika harus membiarkan sang istri tersiksa akan kesakitan.


"Sayang, biar mas saja yang memandikan Maura..."


Membuat Hanna sontak menoleh menatap ke arah sang suami yang kini sudah berdiri dibelakangnya.


"Tidak apa mas, Hanna bisa kok. Lagian mas pasti capek setelah menjemput Maura tadi..." Tolak Hanna masih fokus dengan kegiatannya.


"Tidak!!! Kamu kembalilah ke dalam kamar, kamu pasti masih capek, istirahat saja. Biar mas yang memandikan Maura..." Sembari menyaut shower dari tangan Hanna.


"Mas, Hanna beneran sudah tidak apa-apa kok. Tadi juga sudah istirahat waktu mas jemput Maura..." Keukeh Hanna sembari menyambar kembali shower yang tadi di rebut oleh sang suami, membuat si kecil Maura yang sudah duduk di dalam bathtub pun merasa jengah dengan ulah kedua orangtuanya yang terlihat asik memperebutkan mainan.


"Uhhh, mommy shama daddy keunnapa llebut-lebut shepeulti itu shih, shepeulti anak keutil shaja. Kalau mommy shama daddy mashih llebut-lebut shepeulti itu, Molla mau mandi shendilli shaja deh, mommy shama daddy kelluall shaja, mommy shama daddy buat Molla pushing-pushing..."


Dan akhirnya drama pun berakhir, pertarungan di menangkan oleh Hanna, perempuan itupun mulai membersihkan tubuh sang putri meski dengan sedikit kesusahan akibat rasa sakit yang masih tertinggal di sebagian kecil tubuhnya.


Selesai memandikan sang putri, Hanna pun menggiring sang putri untuk kembali ke kamar utama, terlihat sang suami kini tengah sibuk menerima panggilan telepon, raut wajahnya terlihat serius, sepertinya menyangkut urusan bisnis.


"Ada apa mas, semua baik-baik saja kan?" Sahut Hanna begitu suaminya menyelesaikan panggilannya, sedang tangannya kini bergerak terampil memakaikan baju untuk si kecil Maura.


"Tidak apa sayang, hanya ada sedikit kendala..." Timpal David sembari menyimpan ponselnya di saku celana.


"Oh iya, mama minta kita makan malam di rumah nanti malam..."


Membuat pergerakan Hanna sontak tertahan, perempuan itu kini beralih menatap sang suami penuh keterkejutan.


"Malam ini mas?"


David mengangguk, "iya..."


Hanna terdiam sejenak, membuat David pun tak tahan untuk bertanya, "kenapa sayang?"


"Bisa tidak kalau kita ke rumah mama besok malam saja mas..." Pinta Hanna, membuat David sontak mengernyit tak paham.

__ADS_1


"Besok malam? Memang kenapa kalau kita kesana malam ini?"


Hanna terdiam sejenak, "tidak apa, hanya besok saja ya mas kesana nya..." Cicitnya tak berani bersuara keras.


"Katakan saja, tidak apa sayang... Kamu tidak ingin ketemu mama?" Tebak David penuh praduga.


"Bukan begitu..." Suaranya semakin lirih saja.


"Lalu kenapa, hmmm..."


Hanna masih saja membungkam mulutnya, entah mata David yang bermasalah atau memang ini benar adanya, wajah istrinya itu kini terlihat memerah.


"Kalau kamu tetap diam, berarti nanti malam kita ke rumah mama..." Putus David, membuat Hanna sontak memekik


"Mas, jangan..."


"Lalu kenapa kamu tidak mau mas ajak ke rumah mama, katakan sayang... Kamu ada masalah sama mama?" Tebak David dengan kemungkinan terburuk, pertengkaran antara mertua dan menantu, nyatanya adalah hal yang wajar dan kerap terjadi di dalam biduk rumah tangga, tapi mama dan istrinya bukan tipikal seperti itu, jadi kemungkinan itu sangat kecil sekali untuk bisa terjadi.


"Tidak..."


"Iya, terus kenapa kamu tidak mau mas ke rumah mama sayang..."


"Itu, emmm... jalannya Hanna kelihatan aneh, Hanna malu kalau mama atau papa sampai tau..." Cicit Hanna dengan bibir manyun nya. Membuat David sontak tergelak.


"Ahahaha, hanya karena itu..." Laki-laki itu tertawa terbahak-bahak, membuat Hanna semakin sebal saja dibuatnya, ini kan karena ulah suaminya juga.


"Mas... Ih, jahat banget malah ngetawain Hanna, kan mas pelakunya..."


"Habisnya kamu ada-ada aja sih sayang..." Masih tergelak, bahkan tangannya kini bergerak memegangi perutnya yang mulai kram akibat tawa yang tak berkesudahan.


"Emangnya mas ngga malu kalau ketahuan gitu..." Cecar Hanna.


"Ngga, biasa aja sih. Malah bangga dong..."


Emang dasar laki-laki tebal muka, membuat Hanna semakin kesal saja dibuatnya.


"Ihhh, mas ngeselin..." Geram Hanna.

__ADS_1


Perempuan itu pun bangkit dari duduknya setelah berhasil menyelesaikan kunciran rambut Maura.


"Ayo sayang..." Ajak Hanna pada sang putri yang sedari tadi sibuk memainkan boneka kesayangannya.


"Mau keumana myh?" Sahut Maura menatap polos pada sang mommy.


"Main di bawah aja yuk sama princess Ana..."


Maura berbinar, gadis kecil itupun tak segan untuk langsung mengangguk menerima penawaran Hanna.


Baru juga beberapa langkah, keduanya terhenti saat tiba-tiba David kembali bersuara.


"Sayang, ngga salah itu kuncirnya Maura?"


Hanna mengernyit, perempuan itupun beralih menatap ke arah kuncir sang putri yang terlihat tak simetris, yang satu melenceng ke atas, yang satu melenceng ke bawah.


Membuat perempuan itu sontak memekik histeris.


"Astaghfirullah, mas..."


Yang hanya di balas David dengan tawa renyah nya.


"Tau ah, ini gara-gara maa... Mas benar-benar nyebelin..." Sungut perempuan itu tak terima.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Rada ngga jelas ya part ini


Maapken, othor masih mampet nih idenya, ehehehe


Insyaallah up secepatnya deh buat kalian


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2